UJI KETAHANAN NILAM TERHADAP Synchytrium pogostemonis PENYEBAB PENYAKIT BUDOK DAN POTENSI PENGENDALIANNYA DENGAN PESTISIDA NABATI

  • Tri Yuliyanti Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jl. Pemuda No. 10, Rawamangun, Jakarta Timur. Indonesia
  • Sri Yuni Hartati Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITRO). Jln. Tentara Pelajar Bogor Indoensia
  • Reni Indrayanti Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jl. Pemuda No. 10, Rawamangun, Jakarta Timur. Indonesia
Keywords: Minyak atsiri, Nilam, Mimba, Penyakit Budok, Seraiwangi

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman semak penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Budidaya tanaman nilam memiliki kendala yaitu adanya serangan kapang Synchytrium pogostemonis penyebab penyakit budok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan 3 varietas nilam terhadap penyakit budok, dan mengetahui efektivitas dari formula tunggal dan campuran minyak mimba dan seraiwangi terhadap kejadian penyakit budok dan pengaruhnya pada pertumbuhan tanaman. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan: 1) Efektivitas metode infeksi dan uji ketahanan tiga varietas nilam terhadap penyakit budok di rumah kaca, dan 2) Uji efektivitas minyak atsiri formula tunggal maupun campuran mimba dan seraiwangi sebagai pestisida nabati terhadap penyakit budok. Hasil percobaan efektivitas metode infeksi menujukkan bahwa metode perendaman akar tanaman dalam inokulum budok selama satu jam lebih efektif menginfeksi penyakit budok dibandingkan dengan metode penyiraman ke media tanam. Hasil uji ketahanan nilam varietas Sidikalang, Patchoulina 1 dan Patchoulina 2 menunjukkan bahwa varietas Patchoulina 1 lebih rentan terhadap penyakit budok karena menimbulkan keterjadian penyakit (KeP) dan keparahan penyakit (KP) hingga 20%, dengan karekter pertumbuhan tinggi tanaman yang lebih rendah dibandingkan varietas lain yang diuji. Sedangkan diantara minyak atsiri yang diujikan, formula minyak atsiri campuran (mimba dan seraiwangi) konsentrasi 0.5% lebih efektif dalam mengurangi penyakit budok, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan fungisida benomil 0,3% dan bubur bordo 0,1%. Aplikasi formula minyak atsiri secara signifikan tidak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan nilam, sehingga formula campuran (mimba dan seraiwangi) 0,5% dapat digunakan untuk mengontrol penyakit budok pada tanaman nilam.

Published
2017-02-27
How to Cite
Yuliyanti, T., Hartati, S., & Indrayanti, R. (2017, February 27). UJI KETAHANAN NILAM TERHADAP Synchytrium pogostemonis PENYEBAB PENYAKIT BUDOK DAN POTENSI PENGENDALIANNYA DENGAN PESTISIDA NABATI. Bioma, 13(2), 90 - 99. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/Bioma13(2).5
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)