MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA EKSISTENSI DIRI (Reception Analysis Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Angkatan 2016)

  • Finy F Basarah Universitas Mercu Buana
Keywords: Media Sosial, Eksistensi, Eksistensialis, Encoding-Decoding, Reception Analysis.

Abstract

The existence of social media made it easier for anyone to publish any activities in any social medias they had.

This activity seemed to indicate the desire to be acknowledged by others for the existence of people who actively published each activity.

Using the theory of Encoding-Decoding from Stuart Hall, Existentialist Theory of Jean Paul Sartre, and the method of Reception Analysis, 8 (eight) Faculty of Communication Mercu Buana University’s students, class of 2016, gave a view how they produced the meaning of each social media content produced by themselves.

The result of this research was not everyone who actively used social media to publish was an existentialist. 1 (one) out of 8 (eight) informants in this study did not belong to any modes in which Sartre is located, 3 (three) informants belonged to the two modes, 2 (two) people belonged to Being-in-itself, 1 (one) person belonged to Being-for-itself, and 1 (one) person belonged to Being-for-others.

 

Keywords:Social Media, Existence, Existentialist, Encoding-Decoding, Reception Analysis

 

Abstrak

Keberadaan media sosial memudahkan siapapun untuk mempublikasikan setiap kegiatan di sejumlah media sosial yang dimilikinya. Kegiatan ini seolah menunjukkan adanya keinginan untuk diakui oleh orang lain akan eksistensi orang yang aktif mempublikasikan setiap kegiatannya tersebut. Dengan mempergunakan teori Encoding-Decoding dari Stuart Hall, Teori Eksistensialis dari Jean Paul Sartre, dan metode Reception Analysis, terpilih 8 (delapan) orang mahasiswa Fikom Universitas Mercu Buana angkatan 2016 yang telah memberikan pandangan bagaimana mereka memproduksi makna dari setiap konten media sosial yang diproduksi sendiri. Hasil penelitian yaitu tidak semua orang yang aktif menggunakan media sosial untuk mempublikasikannya adalah seorang eksistentialis. 1 (satu) dari 8 (delapan) informan dalam penelitian ini tidak termasuk ke dalam modus cara berada Sartre manapun, 3 (tiga) orang informan termasuk ke dua modus cara berada, 2 (dua) orang termasuk ke dalam modus cara berada Being-in-itself, 1 (satu) orang termasuk ke dalam modus cara berada Being-for-itself, dan 1 (satu) orang termasuk ke dalam modus cara berada Being-for-others.

 

Kata Kunci: Media Sosial, Eksistensi, Eksistensialis, Encoding-Decoding, Reception Analysis.

Published
2018-11-14