MODEL LATIHAN SMASH SEPAKTAKRAW BERBASIS STAND BALL UNTUK ATLET DKI

  • Haris Munandar
Keywords: Pengembangan, Model, smash sepaktakraw

Abstract

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model latihan smash sepaktakraw berbasis standball untuk atlit DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg and Gall. Subyek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Atlit DKI Jakarta yang terdiri dari 20 atlit ujioba terbatas (ujicoba kelompok kecil), 40 atlit ujicoba utama (field testing) dan 50 Uji efektifitas model. Uji efektifitas model menggunakan tes smash sepaktakraw untuk mengetahui tingkat kemampuan smash sepaktakraw untuk atlet DKI Jakarta sebelum pemberian treatmen berupa model latihan smash sepaktakraw yang didesain dan untuk mengetahui tingkat kemampuan smash sepaktakraw setelah perlakuan atau treatmen model smash sepaktakraw berbasis standball yang didesain tersebut, dari tes awal yang dilakukan diperoleh tingkat smash sepaktakraw atlit sebesar 11,80, kemudian setelah diberikan perlakuan berupa model smash sepaktakraw berbasis standball diperoleh tingkat kemampuan smash sepaktakraw atlet sebesar 20,68. Maka model latihan smash sepaktakraw ini efektif dalam meningkatkan latihan smash sepaktakraw untuk atlet DKI Jakarta. Berdasarkan hasil pengembangan dapat disimpulkan bahwa: (1) Dengan model latihan smash sepaktakraw berbasis standball untuk atlet DKI Jakarta dapat dikembangkan dan diterapkan dalam latihan smash sepaktakraw  (2) Dengan model latihan smash sepaktakraw berbasis standball untuk atlet DKI Jakarta yang telah dikembangkan, diperoleh bukti adanya peningkatan ini di tunjukan pada hasil pengujian data hasil pretes dan posttest adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah adanya perlakuan model smash sepaktakraw berbasis standball.

Published
2017-11-26
How to Cite
Munandar, H. (2017, November 26). MODEL LATIHAN SMASH SEPAKTAKRAW BERBASIS STAND BALL UNTUK ATLET DKI. Gladi : Jurnal Ilmu Keolahragaan, 8(2), 120 - 134. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/GJIK.082.05