SIMULASI KUAT PENERANGAN GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN SOFTWARE DIALUX EVO 6.2. DI GEDUNG L1 TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

  • Azhari Jum’atullah Pendidikan Vokasional Teknik Elektro
  • Irzan Zakir Pendidikan Vokasional Teknik Elektro
  • Massus Subekti Pendidikan Vokasional Teknik Elektro
Keywords: Gedung Bertingkat, Kuat penerangan Buatan, Pengukuran, Perhitungan, Simulasi Dialux Evo6.2, Perbaikan Desain, Multi-story Building, Powerful Artificial Lighting, Measurement, Calculation, Design Improvement

Abstract

The purpose of this research is to get the strong value of lighting at L1 building of Universitas Negeri Jakarta

and compare the measurement result using luxmeter with software of Dialux Evo 6.2.

This research uses engineering methods by utilizing three ways of measurement, manual calculation and simulation of Dialux Evo 6.2. Measurement method using Luxmeter as measuring instrument to get the measured value of the measured light in the learning room based on the standard procedure of calculation according to SNI and the simulation using the program of Dialux Evo 6.2 to predict the strong value of the illumination that should be in the building.

The results of this study indicate that the average value of the average light is still not much according to the standard. Then by manual calculation and simulation, the strong value of illumination that should be in the building is also below 350 lux for study room, under 500 lux for laboratory, and under 750 lux for technic al drawing room. Then to improve the design of the high rise building, to achieve a strong value of lighting above

350 lux, 500 lux and 750 lux can be obtained by changing the wall color characters that increased to reach 3-

9.6 percent, a 52-84 percent increase after changing the point of light , as well as an increase of 54-85 percent after changing the color of the walls and the point of light.

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat penerangan pada gedung L1 Universitas Negeri

Jakarta dan membandingkan hasil pengukuran menggunakan luxmeter dengan software Dialux Evo 6.2. Penelitian ini  menggunakan metode rekayasa teknik dengan memanfaatkan tiga cara yaitu pengukuran, perhitungan manual dan simulasi Dialux Evo 6.2. Cara pengukuran menggunakan Luxmeter sebagai alat ukur untuk mendapatkan nilai kuat penerangan yang terukur pada ruang belajar berdasarkan standar tata cara perhitungan menurut SNI dan cara simulasi menggunakan program Dialux Evo 6.2 untuk memprediksi nilai kuat penerangan yang seharusnya terdapat pada gedung bertingkat.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai kuat penerangan rata-rata yang masih banyak yang belum sesuai standar. Kemudian dengan cara perhitungan manual dan simulasi, nilai kuat penerangan yang seharusnya terdapat pada gedung bertingkat tersebut juga masih dibawah 350 lux untuk ruang belajar, dibawah 500 lux untuk laboratorium, dan dibawah 750 lux untuk ruang gambar teknik. Kemudian pada perbaikan desain gedung bertingkat tersebut, untuk mencapai nilai kuat penerangan di atas 350 lux, 500 lux dan 750 lux dapat diperoleh dengan merubah karakter warna dinding yang mengalami kenaikan mencapai 3-9,6 persen, kenaikan 52-84 persen setalah merubah titik lampu, serta kenaikan 54-85 persen setelah merubah warna dinding dan titik lampu.

Published
2020-03-30