KREATIVITAS DAN PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL

  • Dwi Istati Universitas Mataram
Keywords: kreativitas,, sosial emosional, permainan tradisional, anak usia 5-6 tahun

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak 5-6 tahun melalui permainan tradisional, karena kemampuan kreativitas anak rendah. Penggunaan permainan tradisional sebagai solusi karena merupakan potensi budaya yang ada dan belum dimanfaatkan dengan baik untuk proses stimulasi di PAUD. Penelitian dilaksanakan di kelompok B PAUD Mutiara Hati Mataram pada tahun 2016, dengan jumlah anak 16 orang. Action research dilakukan melalui tiga siklus, yang terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Proses pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dan dianalisis secara kualitatif.  Permainan tradisional yang diterapkan dalam penelitian ini adalah permainan tradisional sasak pucia-cia, kemantenan, lung-lung se, dan meong begang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional dapat mengembangkan kreativitas. Kreativitas yang berkembang untuk setiap karakteristik permainan berbeda-beda sesuai permainannya. Permainan yang dominan motoric halus, kelompok kecil dapat mengembangkan kreativitas dalam proses dan produk sesuatu, Sedangkan permainan yang dominan motoric kasar, kelompok besar menunjukkan kreativitas dalam menyusun strategi pemenangan permainan. Selain kreativitas, permainan tradisional ini secara bertahap dapat meningkatkan kemampuan social emosional anak, terutama untuk mengelola emosi, empati, membina hubungan, dan kerjasama.  Disarankan kepada guru untuk dapat memilih permainan tradisional yang sesuai dengan tujuan pembelajarannya.

Published
2018-04-25