http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/issue/feed Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi 2021-01-13T09:24:37+07:00 Fauzi Abdillah abdillah@unj.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi</strong> is s a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article, ideas-article, and book review. All topics that we received only articles relating to civics and citizenship education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as experiments, case studies, grounded theory, phenomenology, etc. This journal was published since 2001-2016 in print publication, and since 2017 both print and online publication twice a year every April and October, and published by the collaboration between <a href="http://fis.unj.ac.id/ppkn/">Pancasila and Civics Education Faculty of Social Sciences Universitas Negeri Jakarta</a> and<a href="http://ap3kni.or.id"> Indonesian Association of &nbsp;Pancasila and Civic Education Professionals</a> (IAPCEP) under LPPM UNJ supervision.&nbsp;All the articles published in this journal have a unique DOI numer with a prefix 10.21009</p> http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/17664 Contents 2020-10-21T12:26:49+07:00 Editor JIMD jmd@unj.ac.id 2020-10-19T09:31:53+07:00 Copyright (c) http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/17665 Cover 2020-10-21T12:26:49+07:00 Editor JIMD jmd@unj.ac.id 2020-10-19T09:47:23+07:00 Copyright (c) http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/17667 Editorial 2020-12-14T11:57:30+07:00 Muhammad Japar mjapar@unj.ac.id Fauzi Abdillah abdillah@unj.ac.id <p>Editorial</p> 2020-10-19T10:23:37+07:00 Copyright (c) http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/15924 Nilai budaya masyarakat Sulawesi Utara sebagai model pendidikan toleransi 2020-10-21T12:26:49+07:00 Theodorus Pangalila theopangalila@unima.ac.id Jeane Mantiri jeanemantiri@unima.ac.id <p>Hakikat dasar bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural dan multikultural. Hal ini tercermin dari semboyan bangsa Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika. Kenyataan dewasa ini menunjukkan banyaknya kasus intoleransi terus terjadi. Di tengah banyaknya kasus Intoleransi di berbagai daerah di Indonesia, kenyataan membuktikan bahwa masyarakat kota Tomohon-Sulawesi Utara tetap hidup dalam suasana penuh toleransi di tengah perbedaan agama, suku, ras, bahasa dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang bagaimana nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara menjadi model toleransi. Penelitian ini dilakukan di kota Tomohon Sulawesi Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat lokal, berbeda agama, suku, bahasa, pemuka agama dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun penelitian ini menemukan bahwa nilai budaya/kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara: Si Tou Timou Tumou Tou (Manusia Hidup untuk Memanusiakan Orang Lain), Mapalus (Gotong-royong) dan Torang Samua Basudara (Kita Semua Bersaudara) mampu membuat masyarakat Sulawesi Utara hidup dalam suasana penuh toleransi, sehingga bisa diadopsi dan dikembangkan menjadi model pendidikan toleransi. Ketiga nilai budaya ini terimplementasi secara konkrit dalam kehidupan konkrit masyarakat yang tidak membeda-bedakan asal-usul suku, agama, etnis dari masyarakat. Adapun penelitian ini merekomendasikan penelitian lanjut tentang pengembangan model pembelajan berbasis nilai budaya lokal.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract:</strong> The basic nature of the Indonesian people is a plural and multicultural nation. This is reflected in the Indonesian motto: Unity in Diversity. Today's reality shows that many cases of intolerance continue to occur. In the midst of the many cases of intolerance in various regions in Indonesia, the reality proves that the people of the city of Tomohon-North Sulawesi continue to live in an atmosphere of tolerance in the midst of differences in religion, ethnicity, race, language and culture. The purpose of this study is to describe how the values of the local wisdom of the people of North Sulawesi become a model of tolerance. This research was conducted in the city of Tomohon, North Sulawesi. The data sources in this study are local people, different religions, ethnicities, languages, religious leaders and government. This research uses a qualitative descriptive approach by collecting data through observation, interviews and documentation studies. The research found that the cultural values / local wisdom of the North Sulawesi people: Si Tou Timou Tumou Tou (Humans Live to Humanize Others), Mapalus (Mutual Cooperation) and Torang Samua Basudara (We Are All Brothers) are able to make North Sulawesi people live in an atmosphere of tolerance, so that it can be adopted and developed into a model of tolerance education. These three cultural values are implemented concretely in the concrete life of the community which does not differentiate between ethnic, religious, and ethnic origins from the community. The study recommends further research on the development of a learning model based on local cultural values.</p> 2020-10-19T00:00:00+07:00 Copyright (c) http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/16512 Implementasi Permendikbud No.44 Tahun 2019 tentang System Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2020 2020-10-21T12:26:50+07:00 Amelia Haryanti dosen00811@unpam.ac.id Dindin dosen02573@unpam.ac.id <p>Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan Permendikbud No. 44 Tahun 2019 tentang sistem zonasi pada PPDB di Kota Tangerang Selatan dalam upaya melaksanakan pemerataan kualitas dan mutu Pendidikan. Penelitian ini dilakukan selama pelaksanaan PPDB tahun 2020 antara bulan Mei 2020 sampai dengan Juli 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian yakni, kepala SMPN, Kasi Kurikulum SMP dan orang tua calon peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pelaksanaan PPDB tahun 2020 untuk jenjang tingkat SMP Negeri di kota Tangerang Selatan sudah mengacu pada peraturan Permendikbud No. 44 Tahun 2019, sedangkan faktor penghambat dalam pelaksanaan Permendikbud ini adalah daya tampung sekolah negeri yang belum dapat memenuhi kebutuhan lulusan, serta masih banyaknya calon wali murid yang belum memahami diberlakukannya sistem zonasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah daerah bekerjasama dengan dinas pendidikan setempat meningkatkan sarana dan prasarana sekolah negeri dan melakukan sosialisasi tentang sistem zonasi kepada masyarakat jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan PPDB.</p> <p><strong>Abstract:</strong> The purpose of carrying out this research is to determine the implementation of Permendikbud No. 44 of 2019 concerning the Zoning System in PPDB for the First Middle School level in the City of South Tangerang in an effort to distribute the quality and quality of education. This research was conducted during the implementation of PPDB 2020 between May 2020 and July 2020. This research used a qualitative approach with a case study method. The research subjects were the head of the Junior High School, the Head of Junior High School Curriculum and the parents of prospective students. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of the study are as follows: Implementation of PPDB in 2020 for the level of SMP Negeri in South Tangerang city has referred to Regulation of Permendikbud No. 44 of 2019, while the inhibiting factors in implementing this Permendikbud are the capacity of state schools that have not been able to meet the needs of graduates, and there are still many prospective student guardians who do not understand the implementation of the zoning system. To overcome this problem, the local government collaborates with the local education office to improve public school facilities and infrastructure and conduct socialization about the zoning system to the community long before PPDB implementation.</p> 2020-10-19T06:51:19+07:00 Copyright (c) http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/15664 Desain playing with conflict sebagai model pembelajaran resolusi konflik 2020-10-21T12:26:50+07:00 Yuni Harmawati yuniharmawati@upi.edu Bunyamin Maftuh bunyaminmaftuh@upi.edu Elly Malihah ellyms@upi.edu <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan suatu desain model pembelajaran resolusi konflik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk siswa sekolah menegah pertama maupun sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan Research and Development, yang mana dalam penelitian ini hanya sampai kepada tahap perumusan design. Dari pengumpulan data dan sumber, akhirnya peneliti menyadur desain playing with conflict yang pernah ditulis oleh Richard B. Powers dan Kat Kirkpatrick, namun oleh peneliti disesuaikan dengan kondisi dan budaya masyarakat Indonesia. Sehingga cocok untuk diimplementasikan di Indonesia dengan sintaksis yang baru. Kesimpulan dari penelitian ini dengan adanya desain playing with conflict diharapkan mampu untuk membentuk keterampilan resolusi konflik dasar, yakni belajar untuk mendengarkan orang lain, belajar berbicara namun menghormati orang lain, belajar mengambil keputusan.</p> <p><strong>Abstract:&nbsp;</strong>The purpose of this research is to find a conflict resolution learning model design that can be applied in the learning of Pancasila and Citizenship Education for junior high and high school students. Research using Research and Development, which in this study only reached the design formulation stage. From analyzing the data and sources, the researcher finally adapted the play with conflict design that had been written by Richard B. Powers and Kat Kirkpatrick, but the researchers adapted it to the conditions and culture of the Indonesian people. So it is suitable to be implemented in Indonesia with a new syntax. The conclusion of this study with the play with conflict design is expected to be able to form basic conflict skills, namely learning to listen to other people, learn to speak but respect others, learn to make decisions.</p> 2020-10-19T07:16:17+07:00 Copyright (c) http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/15661 Upaya pembentukan karakter kepemimpinan lintas budaya dalam membangun kemampuan resolusi konflik generasi milennial 2020-10-21T12:26:50+07:00 Aris Riswandi Sanusi arissanusi@upi.edu Bunyamin Maftuh bunyaminmaftuh@upi.edu Elly Malihah ellyms@upi.edu <p>Konflik merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan masyarakat sehingga menuntut mahasiswa untuk memiliki karakter kepemimpinan lintas budaya dan kemampuan resolusi konflik sebagai upaya mengelola konflik menjadi suatu kekuatan bangsa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara pada dosen dan mahasiswa, observasi, dan studi literatur. Hasil yang ditemukan yaitu upaya yang dilakukan Universitas Buana Perjuangakan Karawang dalam membentuk karakter kepemimpinan lintas budaya dan kemampuan resolusi konflik mahasiswa dilakukan dengan cara pelembagaan melalui orientasi pegawai dan mahasiswa, pembentukan satuan pengawas internal dan lembaga penyelesaian konflik, serta upaya edukatif yang dilakukan melalui kolaborasi pelatihan kepemimpinan, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Jatidiri Bangsa.</p> 2020-10-19T07:57:49+07:00 Copyright (c) http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/15666 Analisis penanganan konflik antar organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Karawang 2021-01-13T09:24:37+07:00 Erwin Susanto susanto@upi.edu Bunyamin Maftuh bunyaminmaftuh@upi.edu Elly Malihah ellyms@upi.edu Dasim Budimansyah budimansyah@upi.edu <p>Kebebasan untuk berpendapat dan berserikat merupakan landasan fundamental demokrasi dan dilindungi oleh negara. Dalam perkembangannya, kebebasan berserikat tersebut termanifestasikan pada pembentukan kelompok dan organisasi kemasyarakatan. Fungsi positif dari terbentuknya organisasi kemasyarakatan ini yaitu terjaminnya kebebasan individu, namun di sisi lain berdampak negatif bagi ketertiban masyarakat dengan dalih kebebasan bertindak, berpendapat dan berserikat dilindungi oleh negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah faktor penyebab terjadinya konflik antar lembaga swadaya masyarakat di Karawang dan bagaimana kebijakan pemerintah daerah dalam menangani konflik tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Karawang, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemicu konflik yang paling dominan adalah faktor ekonomi, yakni perebutan limbah yang bernilai ekonomis. Konflik yang terjadi sifatnya destruktif, memberikan dampak yang tidak baik ke masyarakat. Penanganan konflik yang telah dilakukan dari pihak terkait adalah tindakan tegas seperti menjatuhkan pidana kepada pelaku kerusuhan. Kemudian Pemerintah Kabupaten Karawang mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Ormas sebagai upaya pencegahan konflik di masa yang akan datang.</p> 2020-10-19T08:16:15+07:00 Copyright (c) http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/15662 Resistensi kelompok samin terhadap modernitas revolusi industri 4.0 2020-10-21T12:26:51+07:00 Yoga Ardian Feriandi yogaardianferiandi@unipma.ac.id Elly Malihah ellyms@upi.edu Bunyamin Maftuh bunyaminmf@ristekdikti.go.id <p>Revolusi industri ditandai dengan modernitas teknologi untuk membantu pekerjaan manusia, meski dunia telah diramaikan dengan konsep tersebut masih terdapat berbagai kelompok yang menolak atau resisten terhadap modernitas ala Revolusi Industri 4.0. Dengan segela upaya kelompok tersebut mencoba mempertahankan identitas kulturalnya dari hantaman perubahan zaman, salah satu kelompok masyarakat yang dikenal resisten dengan perubahan zaman adalah&nbsp; Kelompok masyarakat Samin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristtik masyarakat samin dan mengungkapkan penyebab masyarakat samin resisten terhadap perubahan serta bagaimana penyelesaian konflik yang terjadi antara masyarakat samin yang pro dan resisten terhadap perubahan. Metode yang digunakan dalam peleitian ini adalah studi kasus dan pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yakni masyarakat kelompok samin yang tinggal di Pati Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat samin memiliki karakteristik utama yakni: Sederhana, jujur, Resisten terhadap kemodernan, dan cinta lingkungan. sedangkan alasan masyarakat samin resisten terhadap pembangunan modernitas terdiri dari beberapa faktor utama yakni faktor sosio kultural masyarakat samin, faktor Etika lingkungan, dan Faktor ekonomi.</p> 2020-10-19T09:03:27+07:00 Copyright (c)