PELATIHAN PEMANFAATAN BAHAN MAKANAN LOKAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN VARIASI KULINER DI WILAYAH KELURAHAN BENDA BARU PAMULANG-TANGERANG SELATAN

  • Ari Fadiati Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
  • Annis Kandriasari Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Keywords: local food, culinary variation

Abstract

In order to improve culinary tourism in Benda Baru sub-district, Pamulang, South Tangerang, and to increase daily food products in the family, it needs to verify food products and improve food quality by utilizing local ingredients maximally to become a different dish. The Community Service Program target was 25 people from the community. The stages and methods in carrying out their activities include lectures used to convey general knowledge about local food ingredients from a tuber (purple sweet potato), a variety of food processing, a demonstration to provide skills directly about local food processing, equipment needed and techniques and tips in processing, question and answer and evaluation. The trainer demonstrate the process of making purple sweet potato rice, purple sweet potato rice, purple sweet potato cone complete with side dishes, purple sweet potato rice, purple sweet potato are, and purple sweet potato rice. Making dishes that are relatively easy is expected to provide motivation, opening up opportunities to make better use of other local foods such as cassava, banana and carrots that are produced in the village as new products that have higher values ​​both in terms of nutrition and selling value so they can be used to improve the family economy.

 

Abstrak

Dalam rangka meningkatkan wisata kuliner di kelurahan Benda Baru  kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan dan peningkatan produk makanan sehari-hari di keluarga perlu dilakukan terobosan variasi hidangan dan peningkatan kualitas pengolahan dengan memanfaatkan bahan lokal secara maksimal agar menjadi sesuatu hidangan yang berbeda. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini ditujukan kepada masyarakat sebanyak 25 orang ibu-ibu. tahapan dan metode dalam pelaksanaan kegiatannyameliputi ceramah digunakan untuk penyampaian pengetahuan secara umum tentang bahan makanan lokal yang berasal dari umbi (ubi ungu), variasi pengolahan hidangan, demontrasi untuk memberikan keterampilan secara langsung mengenai proses pengolahan pangan lokal, peralatan yang diperlukan serta teknik dan tips dalam mengolah, tanya jawab dan evaluasi.  Peserta pelatihan didemonstrasikan hidangan berupa nasi ubi ungu, nasi uduk ubi ungu, tumpeng mini ubi ungu lengkap dengan lauknya, nasi bakar ubi ungu, arem-arem ubi ungu dan nasi goreng ubi ungu. Pembuatan hidangan yang relatif mudah diharapkan dapat memberi motivasi, membuka peluang untuk lebih memanfaatkan bahan pangan lokal lainnya seperti singkong, pisang dan wortel yang banyak dihasilkan di Desa tersebut menjadi produk baru yang memiliki nilai yang lebih tinggi baik dari segi gizi maupun nilai jual sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

 

Published
2019-03-26