PENGARUH GELOMBANG ULTRASONIK TERHADAP PERILAKU LALAT RUMAH (MUSCA DOMESTICA)

  • Riko Rakhmat Jalan Terusan Ryacudu, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan 35365, Indonesia
  • Mitra Djamal Jalan Terusan Ryacudu, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan 35365, Indonesia
  • Tri Siswandi Syahputra Jalan Terusan Ryacudu, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan 35365, Indonesia
  • Ikah Ning Prasetiowati P Jalan Terusan Ryacudu, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan 35365, Indonesia

Abstract

Abstrak

Kesehatan sebagai hal terpenting dalam kehidupan guna menunjang aktivitas. Salah satu faktor pengganggu kesehatan ialah penyakit yang disebarkan oleh lalat rumah dengan populasi yang besar sehingga sering ditemukan di sekitar lingkungan tempat beraktivitas. Untuk mengurangi dampak buruk dari lalat rumah, dibuat alat yang mampu menghalau lalat rumah sehingga mengurangi resiko penyebaran penyakit pada manusia. Alat yang dibuat ialah alat pengusir lalat rumah dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Dipilih gelombang ultrasonik karena lalat rumah memiliki rentang frekuensi 36 kHz sampai 44 kHz. Pemaparan gelombang ultrasonik dilakukan pada lalat rumah yang di tempatkan pada wadah yang diberi atraktan berupak kotoran ayam dan daging ayam busuk. Variasi pemaparan gelombang ultrasonik dengan frekuensi interval 5 kHz selama 5 menit. Dari hasil eksperimen diperoleh frekuensi efektif 40 kHz dan jarak efektif 10 cm untuk menghalau lalat rumah pergi menjauhi sumber gelombang ultrasonik.

Kata-kata kunci: Amplifier, Frekuensi, Lalat Rumah, Osilator, Ultrasonik.

Abstract

Health is the most important thing in life to support activities. One of the health disturbing factors is a disease spread by Housefly with a large population so that it is often found around the environment where it is active. To reduce the adverse effects of housefly, a tool that is able to dispel housefly can reduce the risk of spreading disease in humans. The tools that are made are Housefly repellent devices using ultrasonic waves. Ultrasonic waves were chosen because housefly have a frequency range of 36 kHz to 44 kHz. Ultrasonic wave exposure is carried out on housefly which are placed in containers that are given attractant with chicken manure and rotten chicken meat. Variation of ultrasonic wave exposure with 5 kHz interval frequency for 5 minutes. From the experimental results obtained an effective frequency of 40 kHz and an effective distance of 10 cm to ward off housefly away from the source of ultrasonic wave.

Keywords: Amplifier, Frequency, Housefly, Oscillator, Ultrasonic.

References

REFERENSI

Aflito, Nicholas. 2014. Sonic Pest Repellents. Tucson: The University of Arizona Cooperative Extension

Al ghazaly, Muhammad Dzikry abdullah. 2015. Dampak latihan pada daerah tubuh tertentu terhadap penurunan persentase lemak. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Arroyo, Hussein Sanchez dkk. 2017. House fly, Musca domestica Linnaeus (Insecta: Diptera: Muscidae). UF/IFAS Extension. EENY-048.

Dellinger, Theresa A dkk. 2015. House Fly, Musca domestica L. Diptera: Muscidae. Department of Entomology. Virginia Tech

Hadi, M zully Amrul dkk. 2016. Pengaruh tingkat intensitas gelombang ultrasonik terhadap jumlah sel darah putih (leukosit) dan sel darah merah (eritrosit) pada mencit. Jurnal Fisika 17 (1): 41 - 48

Helguera, Maria. 2008. An Introduction to Ultrasound. Rochester Institute of Technology 54 Lomb Memorial Drive, Rochester NY 14623 | (585)475-5944

Iqbal, Waheed dkk. 2014. Role of housefly (Musca domestica, Diptera; Muscidae) as a disease vector. Journal of Entomology and Zoology Studies, JEZS ;2(2):159-163

Istataqomawan, Zuli. 2011. Catu Daya Tegangan DC Variabel dengan Dua Tahap Regulasi (Switching dan Linier). Semarang: Penerbit Undip

Laugier, Pascal dkk.2014. Bone Quantitative Ultrasound. France: Universit´e Pierre et Marie Curie Springer Science+Business Media B.V.

Malvino, Albert Paul. 2015. Electronic Principles, Fifth Edition. New York: McGraw Hill.

Nida, Kotrun. 2014. Hubungan pengelolaan sampah rumah tangga terhadap daya tarik vektor lalat rumah dengan risiko diare pada baduta di kelurahan Ciputat. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Purnama, Sang Gede. 2016. Penyakit berbasis lingkungan. Denpasar: Universitas Udayana.

Santi, D.N. 2001. Manajemen pengendalian lalat.Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara digitized by USU digital library. hal : 1-5.

Saraswati, Ni Kadek Lulus. 2015. Parasitologi lalat sebagai vektor penyakit. Denpasar: Politeknik Kesehatan Denpasar.

Shahir, mohd. 2010. An Engineer’s Solution to Housefly Menace in a Premise. Melaka. UTeM Press

Sisodiya, Kanishk dkk. 2016. Design and Development of Ultrasonic and IR Insect Detector for Oilseeds Crop. International Journal of Electronics & Communication Technology. International Journal of Electronics & Communication Technology.(7), 4.

Smallegange, Renate C . 2003. Attractiveness of ifferent light wavelengths, flicker frequencies and odours to the housefly (Musca domestica L.) Groningen: s.n.

Smallegange, Renate C. 2004. Fatal attraction control of the housefly (Musca domestica). Entomologische Berichten 64(3).

Srbely, John Z. 2015. The biophysical effects of ultrasound. Guelph: Department of Human Health and Nutritional Sciences (HHNS) Uversity of Guelph

Suraini. 2011. Jenis-jenis Lalat (Diptera) dan Bakteri Enterobacteriaceae yang terdapat di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kota Padang. Padang: Universitas Andalas.

Suryani, Dyah.2016. Pengaruh lingkungan terhadap kesehatan. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. (12), 2.

Wirza, Elfira. 2008. Rekonstruksi Sinyal Akustik A-Mode Menjadi B-Mode sebagai Dasar Sistem Pencitraan Ultrasonik. Depok: UI digital library

Published
2020-12-31
How to Cite
Rakhmat, R., Djamal, M., Syahputra, T. S., & Prasetiowati P, I. N. (2020). PENGARUH GELOMBANG ULTRASONIK TERHADAP PERILAKU LALAT RUMAH (MUSCA DOMESTICA). PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL), 9(1). https://doi.org/10.21009/03.SNF2020.01.FA.12