EVALUASI HILANG SIRKULASI PADA SUMUR M LAPANGAN B AKIBAT BEDA BESAR TEKANAN HIDROSTATIS LUMPUR DENGAN TEKANAN DASAR LUBANG SUMUR

  • Cahaya Rosidan Teknik Perminyakan-FTKE, Universitas Trisakti Kampus A, Jl. Kyai Tapa No. 1, Jakarta 11440
  • Irfan Marshell Teknik Perminyakan-FTKE, Universitas Trisakti Kampus A, Jl. Kyai Tapa No. 1, Jakarta 11440
  • Abdul Hamid Teknik Perminyakan-FTKE, Universitas Trisakti Kampus A, Jl. Kyai Tapa No. 1, Jakarta 11440

Abstract

Abstrak.Lumpur pemboran adalah salah satu komponen utama yang menentukan kelancaran dan keberhasilan suatu operasi pemboran. Sistem lumpur yang digunakan pada suatu operasi pemboran harus sesuai dengan kondisi formasi serta lithologi yang harus ditembus. Komposisi dan sifat fisik lumpur sangat berpengaruh terhadap suatu operasi pemboran, karena salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya suatu pemboran adalah tergantung pada lumpur bor yang digunakan. Kecepatan pemboran, efisiensi, keselamatan, dan biaya pemboran sangat tergantung dari lumpur pemboran yang digunakan. Karena berbagai faktor pemboran yang ada maka lumpur pemboran mutlak diperlukan pada proses tersebut. Dalam penggunaannya lumpur pengeboran dapat dicampur dengan material-material lain sebagai sarana pengontrol sifat lumpur tersebut. Material-material tersebut digunakan untuk menghindari masalah-masalah yang dapat timbul selama operasi pengeboran berlangsung. Masalah-masalah yang dapat timbul karena kesalahan penggunaan lumpur pengeboran misalkan adalah terjadinya pipa terjepit, pengembangan lempung, hilang sirkulasi, dan bahkan dapat menimbulkan terjadinya semburan liar. Loss merupakan salah satu masalah yang sangat mengganggu dalam kegiatan pengeboran. Loss dapat ditanggulangi dengan bermacam-macam metode, diantaranya merubah berat jenis lumpur yang digunakan, mengurangi laju alir di annulus, penyumbatan menggunakan LCM, pemasangan plug semen. Penyebab terjadi loss dapat dibedakan menjadi dua jenis. Penyebab pertama karena faktor mekanis, dimana loss disebabkan oleh kesalahan-kesalahan pemilihan BHA, pemakaian lumpur yang terlalu berat, dan nilai pressure surge yang terlalu tinggi. Penyebab kedua karena faktor formasi, dimana loss disebabkan karena tekanan formasi yang relatif kecil, porositas formasi yang relatif besar, ataupun terdapat celah-celah atau retakan-retakan di dalam formasi.

Kata kunci: Tekanan Hidrostatis, Kehilangan sirkulasi, LCM.

Published
2015-10-30