ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU SELAMA 10 TAHUN (2006-2016)

  • Supiyati Supiyati Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Gedung Dekanat FMIPA Universitas Bengkulu
  • Bambang Sulistyo Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Jl. Wr. Supratman Kandang Limun Bengkulu
  • Risky Oktami Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Gedung Dekanat FMIPA Universitas Bengkulu

Abstract

Abstrak

Perubahan garis pantai di suatu kawasan dapat berupa sedimentasi atau abrasi yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem yang ada di pesisir pantai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis dan besarnya laju perubahan garis pantai Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu serta mengidentifikasi parameter yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah analisis kuantitatif dan deskriptif dari hasil pengolahan data citra satelit selama 10 tahun (2006-2016), serta survey lapangan secara langsung sebagai data verifikasi. Hasil penelitian yang didapat selama 10 tahun terakhir adalah perubahan garis pantai akibat abrasi dengan laju rata-rata abrasinya sebesar 12,63-18,48 meter/tahun. Laju abrasi tertinggi terdapat di daerah Muara Sambat (Maje). Sedangkan laju rata-rata sedimentasinya  sebesar 10,62-18,74 meter/tahun dengan laju sedimentasi  tertinggi di daerah semidang Gumai. Parameter yang mempengaruhi perubahan garis pantai ini adalah faktor alam dan manusia, yaitu bentuk morfologi pantai, ketinggian gelombang laut, material penyusun dinding pantai serta manusia yang melakukan penambangn pasir yang tidak terkendali.

Kata-kata Kunci: Perubahan garis pantai, abrasi, sedimentasi, citra Satelit

Abstract

The changes of the shoreline in an area can be a sedimentation or abrasion which resulted in disruption of the existing ecosystem balance on the coast. The aim of this research is to know the types and magnitude of the rate of shoreline changes in Kaur Regency of Bengkulu Province and to identify the parameters that influenced it. The method that used in this research is quantitative and descriptive analysis of satellite image data for 10 years (2006-2016), and direct field measurement that used as verification data. Based on analysis result has obtained that in during 10 years in the past, shoreline changes due to abrasion with an average of abrasion rate is 12.63-18.48 meters / year. The highest abrasion rate is in Muara Sambat (Maje). The average rate of sedimentation is 10.62-18,74 meters / year. The highest sedimentation rate in Semidang Gumai. The parameters to affecting the shoreline change are natural and human factors, ie coastal morphology, sea wave height, coastal wall and human sand mining materials.

Keywords: changes of shoreline, abrasion, sedimentation, satellite image

Published
2017-10-30