http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/issue/feed Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi 2018-11-01T17:42:09+07:00 Aris Munandar, M.Si nandariz@yahoo.co.id Open Journal Systems <p>Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan informasi Geografi terbit dua kali dalam setahun, bulan maret dan september. redaksi menerima tulisan ilmiah yang sejalan dengan tema kegeografian, lingkungan dan pendidikan yang belum pernah diterbitkan media lain. naskah diketik dengan format 1 spasi , berbentuk dua kolom berjumlah 5- 10 halaman dengan jenis huruf <strong>arial narrow 12 pt</strong>. naskah dalam bentuk<strong> print out dan copy file CD&nbsp;</strong>dengan format <strong>document (*doc) atau Rich Text Format (*.rtf) </strong>Program microsoft word atau sejenisnya. tulisan berupa hasil penelitian yang disertai dengan abstrack dalam bahasa inggris, tulisan ilmiah dan resensi buku. artikel yang dimuat dikenakan kontribusi untuk biaya penerbitan . redaski berhak mengedit tulisan tanpa mengubah maknanya.&nbsp;</p> http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/8910 KETERAMPILAN MENGOBSERVASI SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN IPS 2018-10-26T13:11:05+07:00 Ode Sofyan Hardi sofyanhardi77@gmail.com Kiki Rumantir kikirumantir@gmail.com <p>The purpose of this study is to describe phenomena in thematic learning in elementary schools, where the ability to observe is included in the aspect of geographical skills. This research method uses descriptive method with a survey approach, by taking a sample of the school in SDN Rawamangun 12 Pagi, and taking a sample V class&nbsp; .The data analysis technique used is the description technique. Students who make observations can be seen from several activities below: Using various feelings to recognize an object; Record in detail the relevant facts of the object and everything around it; Identify similarities and differences; Using tools and materials to understand objects in detail. The results of this study basically students who study at SDN Rawamangun 12 Pagi have been able to observe social objects in social studies material using guided inquiry methods students experienced a significant increase. The use of models that prioritize aspects of high thinking in students, so that students experience good learning outcomes.</p> <p>Keywords: Skills, Observations, Social Sciences</p> 2018-10-26T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/8971 PENGEMBANGAN MENTAL MAP DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SEKOLAH 2018-11-01T14:45:52+07:00 rayuna handawati rhandawati@unj.ac.id <p><em>Mental map</em> sebagai gambaran tentang suatu wilayah dan lingkungannya, yang dikembangkan oleh individu atas dasar pengalaman sehari-hari dari berbagai sumber, antara lain dapat diperoleh melalui pembelajaran di sekolah dari guru dan media. Alat ukur keakuratan <em>mental map </em>seseorang terhadap suatu wilayah adalah mengkonfirmasi atau menerjemahkan dalam peta kartografis.&nbsp; Namun bersama peta kartografis, spektrum <em>mental map </em>peserta didik dapat dikembangkan tidak hanya berupa pengetahuan dan persepsi tentang lokasi geografis dari suatu obyek di permukaan bumi, peserta didik juga dapat melihat hubungan antar fenomena di permukaan bumi, pola, persamaan dan perbedaan hingga <em>interdependensi</em> suatu tempat dengan menerapkan prinsip dan pendekatan geografi. <em>Mental map </em>yang baik dan berkembang akan berguna bagi peserta didik dalam membuat keputusan untuk kepentingan pribadi hingga memberikan solusi kepada masyarakat. Guru berperan mendesain pembelajaran yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang mengembangkan <em>mental map. </em>Setiap pokok bahasan geografi pada mata pelajaran geografi dijelaskan dengan sudut pandang geografi dalam skala lokal, regional dan global. Setiap pokok bahasan geografi di sekolah juga harus menerapkan prinsip maupun pendekatan geografi untuk memaksimalkan <em>mental map </em>peserta didik terhadap lingkungan tempat tinggalnya, negaranya dan internasional sesuai tujuan pembelajaran geografi di sekolah.</p> 2018-11-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/8973 Analisis Zonasi Ekowisata Bahari Berbasis Sistem Informasi Geografis 2018-11-01T15:16:19+07:00 Ahmad Herison ahmadherison@yahoo.com Yuda Romdania ahmadherison@yahoo.com Willy Brilliant Yosua ahmadherison@yahoo.com <p class="Textbody" style="margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; line-height: 115%;"><span style="font-family: 'Arial Narrow','sans-serif';">The magnitude of tourism potential and diversity of tourism in Pesisir Barat District, making the attraction for tourists in Pesisir Barat District. It is needed a tourism planning in the mapping of marine ecotourism area in Pesisir Barat District, beauty of nature, and the interest of foreign tourists are not hindered by the attributes - ecotourism attributes that are inadequate for the purpose of the prosperity that has a big impact for the province and the country. The purpose of this research is to design the zoning of marine ecotourism area in Pesisir Barat regency. The method used is Community Based Analysis Method and SWOT Analysis based on Geographic Information System. Based on the analysis, this regency has 30 areas that have the potential to be developed. It can be concluded that special attention is needed from the government in arranging space and territory in natural resources owned by Pesisir Barat regency.</span></p> 2018-11-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/8982 STUDI NAMA GEOGRAFI MELALUI LAYANAN PEMETAAN URUNDAYA DI DESA GIRIPURWO, PURWOSARI, GUNUNGKIDUL D.I. YOGYAKARTA 2018-11-01T16:15:29+07:00 Ari Cahyono aricahyono@ugm.ac.id <p>A geographical name is a name that identify specific feature on the earth. That features could be a settlement, administrative region, natural feature, artificial feature, unbounded region, or virtual region. Under the Law Number 4 of 2011 concerning Geospatial Information, the geographical name is one of the layer that must appear on the base map. The acquisition of geographical names can be facilitated by crowdsourcing map that are conducted by corporations or the public. The objectives of this study are 1) to carry out an inventory of geographic names through crowdsourced maps, and 2) to examine the opportunities and challenges of the study of geographic names in rural areas. We observed data from crowdsourcing maps, e.g., Google Maps, Here Maps, and OpenStreetMaps that cover Giripurwo Village. We used spatial comparison in this research. We also compared its appearances on various mapping scales. A field survey was conducted to get more qualitative information about geographical names and to test the accuracy of maps. The results showed that there were differences between the crowdsource map services in presenting the geographical names at the same scale level. We face constraints in this mapping, i.e. limited accessibility in the entire region and sparsely populated in a karst region. Conversely, the high participation of rural communities is beneficial in this mapping process.</p> 2018-11-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/8997 KETERSEDIAAN AIR SUNGAI CIKUKULU DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR DOMESTIK PENDUDUK DESA LULUT KECAMATAN KLAPANUNGGAL KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT 2018-11-01T16:34:59+07:00 Nauval Adam adamnauval@gmail.com Asma irma setianingsih asmairma65@gmail.com warnadi andi warnadi_andi@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ketersediaan air sungai Cikukulu dapat memenuhi kebutuhan air domestik penduduk Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Januari–Agustus 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey. Subjek penelitian ini adalah sungai Cikukulu yang airnya digunakan oleh 10 RT penduduk Desa Lulut. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan air sungai Cikukulu mampu memenuhi kebutuhan air domestik penduduk Desa Lulut yang terdiri dari 10 RT. Penduduk di 10 RT Desa Lulut pada tahun 2018 sebesar 4.062 jiwa dengan kebutuhan air domestik 243.720 liter/hari. Debit sungai Cikukulu pada musim penghujan sebesar 83.808.000 liter/hari sedangkan pada musim kemarau sebesar 26.092.800 liter/hari. Maka ketersediaan air sungai Cikukulu pada musim penghujan adalah 83.564.280 liter/hari sedangkan pada musim kemarau adalah 25.849.080 liter/hari. Presentase pertumbuhan penduduk Desa Lulut pada tahun 2016– 2018 sebesar 2,63%, sehingga diproyeksikan penduduk 10 RT Desa Lulut pada 20 tahun mendatang sebesar 6.826 jiwa dengan proyeksi kebutuhan air domestik 409.560 liter/hari. Maka air sungai Cikukulu mampu memenuhi kebutuhan air domestik penduduk 10 RT Desa Lulut pada 20 tahun mendatang</p> 2018-11-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/8999 MASYARAKAT HUKUM ADAT PASKA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI 35: ANTARA REKOGNISI DAN MARGINALISASI 2018-11-01T17:35:52+07:00 L.R Wibowo mbudim_ipb@yahoo.com M Budi Mulyawan mbudim_ipb@yahoo.com Yustina Ambarini M mbudim_ipb@yahoo.com Ismatul Hakim ismatulhakim@yahoo.com <p><em>The Kandayan Dayak&nbsp; is one of the customary community (MHA) which has been hereditary living in the forest area of </em><em>​​</em><em>West Kalimantan province. The Kandayan has rules and local wisdom in managing&nbsp; natural resource&nbsp; that have long been inspired by the ancestors, but their legal status of their residence and&nbsp; customary land area overlaps with the area of </em><em>​​</em><em>forest timber forest product utilization (UPHHK-HTI) and oil palm plantations. The uncertainty of the ulayat rights made the Kandayan customary&nbsp; to move to areas outside the limited production forest controlled by UHHK-HTI. The limitations to access natural resources make these indigenous peoples have tocollaborate with local entrepreneur through &nbsp;profit-sharing mechanism. Along with this partnerships,&nbsp; they are losing the livelihood resources that have so far sustained their survival and&nbsp; they are also uprooted from the bonds of cultural relations with their land. In other words their sovereignty over the right of forest resources becomes eroded by excessive capitalization by the modern forest industry</em></p> 2018-11-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/9012 KAJIAN PENGGUNAAN METODE IP, STORET, dan CCME WQI DALAM MENENTUKAN STATUS KUALITAS AIR 2018-11-01T17:41:45+07:00 Yuda Romdania ahmadherison@yahoo.com Ahmad Herison ahmadherison@yahoo.com Gatot Eko Susilo ahmadherison@yahoo.com Elza Novilyansa ahmadherison@yahoo.com <p>Pemantauan kualitas air perlu dilakukan pada air sungai, laut, danau, rawa &nbsp;dan tanah sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya bagi makhluk hidup. Kajian&nbsp; ini bertujuan untuk membandingkan beberapa metode perhitungan indeks kualitas air yang paling efektif, sensitif dan obyektif dalam menentukan status kualitas air permukaan. Metode perhitungan Indeks Kualitas Air (IKA) diperlukan untuk menyederhanakan banyaknya nilai dari berbagai jenis parameter menjadi sebuah angka tunggal yang mampu mendeskripsikan kualitas air, sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat.&nbsp; Perhitungan IKA dengan menggunakan metode Storet, IP, dan CCME WQI (Canadian Council of Ministers of The Environment) dilaksanakan di beberapa penelitian di berbagai negara. &nbsp;Kajian ini akan membandingkan hasil literatur dari penelitian IKA di beberapa negara. Metode tersebut akan dibandingkan dengan beberapa indikator. Hasil kajian menunjukkan Metode IP lebih unggul jika memakai data tunggal karena memiliki kelebihan dari segi biaya dan waktu, namun hanya mempresentasikan status mutu air pada saat itu saja, tidak dalam periode tertentu. Metode Storet dan CCME menggunakan data perulangan sepanjang waktu (<em>time series data</em>) sehingga menggambarkan status mutu air dalam periode tertentu. CCME WQI lebih unggul dari Metode Storet dan Metode IP karena memperhitungkan besarnya selisih hasil pengujian yang melebihi baku mutu melalui F<sub>3 </sub>(<em>Amplitude</em>). Dari kajian di atas disimpulkan, Metode CCME merupakan metode yang paling tepat untuk menganalisis kualitas air baik pada air permukaan maupun air tanah dengan tingkat efektivitas dan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lainnya serta penggunaan jumlah dan jenis parameter yang fleksibel.</p> 2018-11-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##