http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/issue/feed Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi 2018-10-18T11:16:23+07:00 Aris Munandar, M.Si nandariz@yahoo.co.id Open Journal Systems <p>Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan informasi Geografi terbit dua kali dalam setahun, bulan maret dan september. redaksi menerima tulisan ilmiah yang sejalan dengan tema kegeografian, lingkungan dan pendidikan yang belum pernah diterbitkan media lain. naskah diketik dengan format 1 spasi , berbentuk dua kolom berjumlah 5- 10 halaman dengan jenis huruf <strong>arial narrow 12 pt</strong>. naskah dalam bentuk<strong> print out dan copy file CD&nbsp;</strong>dengan format <strong>document (*doc) atau Rich Text Format (*.rtf) </strong>Program microsoft word atau sejenisnya. tulisan berupa hasil penelitian yang disertai dengan abstrack dalam bahasa inggris, tulisan ilmiah dan resensi buku. artikel yang dimuat dikenakan kontribusi untuk biaya penerbitan . redaski berhak mengedit tulisan tanpa mengubah maknanya.&nbsp;</p> http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/7423 Mobilitas Sosial Dan Identitas Etnis Betawi 2018-07-05T08:02:46+07:00 NUR FAIZAH geografispatial@yahoo.com MUHAMMAD ZID muhammadzid@yahoo.com ODE SOFYAN HARDI sofyanhardi7@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan mobilitas sosial serta fungsi dan pola sebaran Kesenian Ondel-ondel Betawi. Pada tahun 1940-an ondel-ondel yang difungsikan sebagai kesenian yang bersifat sakral, namun saat ini ondel-ondel difungsikan sebagai kesenian Betawi yang bersifat ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Administrasi Jakarta Pusat pada pada tahun 2017. Dalam penelitian ini terdapat dua pertanyaan penelitian. <em>Pertama, </em>bagaimana perubahan fungsi pada kesenian ondel-ondel Betawi. <em>Kedua, </em>bagaimana pola persebaran kesenian ondel-ondel Betawi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (<em>mix method</em>), yaitu metode kualitatif untuk membahas bagaimana perubahan fungsi kesenian ondel-ondel Betawi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Akademisi Universitas Negeri Jakarta, Seniman Betawi, Pengelola Sanggar Ondel-ondel, dan informan pendukung seperti masyarakat yang pernah menggunakan ondel-ondel dalam acara kebudayaan yang diambil secara <em>snowball. </em>Dan metode analisa geografis untuk mengetahui bagaimana pola persebaran kesenian ondel-ondel Betawi dengan sampel populasi untuk sanggar. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam validitas data adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, ondel-ondel merupakan kesenian tradisional yang sangat identik dengan identitas etnis Betawi. Perpindahan masyarakat Betawi ke pinggir Jakarta menyebabkan penggunaan ondel-ondel meredup karena masyarakat Betawi lebih memilih untuk menggunakan seni musik modern dan membuat pengelola sanggar ondel-ondel bertahan dengan cara mengamen keliling untuk biaya peremajaan sanggar sehingga terjadinya mobilitas horizontal dan mobilitas vertikal. Sanggar ondel-ondel di Kota Administrasi Jakarta Pusat terdapat 5 sanggar aktif dengan termasuk kedalam Pola Tersebar Merata. Lokasi yang menjadi tujuan mengamen keliling adalah lokasi yang ramai dengan aktivitas masyarakat. Dari mengamen inilah, banyak oknum liar yang memanfaatkan keadaan ondel-ondel menjadi media untuk mencari makan dengan penampilan seadanya dan mengharapkan belas kasihan dari masyarakat. Penampilan ondel-ondel liar yang tidak sesuai pakem ini telah merubah fungsi dan makna ondel-ondel yang semula merupakan atribut kebudayaan menjadi suatu kesenian budaya Betawi yang tidak dihargai lagi dengan uang recehan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Ondel-ondel Betawi, Identitas Etnis Betawi, dan Pola Persebaran Ondel-ondel</p> 2018-07-05T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/7424 PEMETAAN LORONG GUA GARUNGGANG UNTUK GEOWISATA DI DESA KARANG TENGAH, KECAMATAN BABAKAN MADANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT 2018-07-05T08:09:33+07:00 GRANDIS KUMALA SARI geografispatial@yahoo.com Dr MUZANI muzanigeo@gmail.com Drs suhardjo mr_suhardjo@yahoo.com <p><em></em></p> <p>The purpose of this research is to map passage of Garunggang cave so that can be made a recommendation for geotourism activity. This research used the descriptive method. The population of this research are all survey station in each cave system which amount 93 stastion covering 26 station in first cave system and 67 station in second cave system. This research held on 2 – 4 September 2016.</p> <p>The research results show that there are two cave system is formed in the Garunggang Cave. Both of them including type of watery cave and the majority is the cave horizontal. First cave system have a distance about 95,12 meters with one entrance that’s a Entrance 1 and four aven (a hole on the top of passage cave). First cave system divided into four subsystem with classification for subsystem 1 and subsystem 2 including semi – limited access and subsystem 3 and subsystem 4 including limited access. Subsystem 2 is the subsystem with most various ornament but subsystem 3 have not ornament. Second cave system have a distance about 353,65 meters. Second cave system have three entrance and one aven. Entrance 3 use for general tourist and Entrance 2 with Entrance 4 for special tourist. Second cave system divided into seven subsystem with subsystem 1 including limited access and for subsystem 2 until subsystem 7 including semi – limites access. Although subsystem 1 including limited access, but have most various ornament. Followed by subsystem 2, subsystem 5, subsystem 3, and subsystem 7. Subsystem 6 only have one type of ornament and subsystem 4 have not ornament.Based on the above condition, it can be made a recommendation cave tour track for general tourist, special tourist, and educational tourist.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keyword: Maping of cave, cave geotourism, ornament of cave</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> 2018-07-05T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/7425 Sebaran Lokasi Potensial Minimarket (Alfamart dan Indomaret) Di Kecamatan Babelan 2018-07-05T08:18:57+07:00 NIDA DIANA nidadianahelkim@gmail.com SONY NUGRATAMA sony.nugratama@gmail.com adrian adrian geografispatial@yahoo.com <p><em>District Babelan has many minimarkets in the form of Alfamart and Indomaret. Minimarket in District Babelan amounted to 43 minimarket. Minimarkets are scattered in several villages in Babelan sub-district, namely Bahagia village, Kebalen village, Babelan Kota village, Kedung Pengawas village, Kedung Jaya village and Muarabakti village.</em></p> <p><em>The purpose of this study is to see the development of Alfamart and Indomaret, knowing the pattern of distribution as well as potential location of minimarket establishment. The method used in this research is quantitative descriptive analysis with survey approach. Methods of data analysis using stop-point analysis. Data collection using observation techniques by taking data on location and documentation.</em></p> <p><em>The results of this study indicate that the development of Alfamart and Indomaret in the District of Babelan experienced rapid development from 2013-2017. In 2013 in Babelan sub-district there are only 12 minimarkets and by 2017 it has increased to 43 minimarkets, which indicates that minimarket developments in Babelan Sub-district have progressed over time.&nbsp; Next, the pattern of distribution Alfamart and Indomaret in District Babelan has a pattern of clumping. Other than that, the determination of potential location of minimarket establishment is needed to know where the potential position to establish minimarket. The potential distance of minimarket between villages in Babelan sub-district is not much different. The average potential distance of minimarket between villages is 1,4 km.</em></p> <p><strong><em>Keywods</em></strong><em> : Minimarket, distribution pattern potential location, District of Babelan</em></p> 2018-07-05T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/7426 PENGARUH PERILAKU BERTANGGUNG JAWAB DAN PEMAHAMAN SISWA SMA DI DKI JAKARTA TERHADAP KETAHANAN SOSIAL EKOLOGIS LOKAL 2018-07-05T08:23:18+07:00 Dr samadi samadi@unj.ac.id <p><em>This study aims to determine empirically the influence of responsible behavior toward ecological social resilience in the framework of environmental education in senior high school students. The research was conducted during August-December 2017. This research used experimental method with 2 X 2 factorial design. The population in this study is the affordable population with random sampling method. The test of statistical hypothesis used ANAVA (analysis of variance) by comparing the F<sub>count</sub> with F<sub>table</sub> on each treatment factor (A and B), and interaction between factors (Ax B). Data analysis in this study using Pearson correlation analysis and regression analysis where the normality test using Kolmogorov-Smirnov method. </em><em>The result of the research concludes that the stronger the responsible behavior toward the environment, the more its ecological socio-economic resilience in the framework of applying of environmental education to high school students in DKI Jakarta.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keyword: R</em></strong><strong><em>responsible behavior, Ecological social resilience, Environmental education in senior high school, Jakarta. </em></strong><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> 2018-07-05T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/7385 KAJIAN PENGGUNAAN METODE IP, STORET, dan CCME WQI DALAM MENENTUKAN STATUS KUALITAS AIR 2018-10-18T09:58:26+07:00 YUDA ROMDANIA geografispatial@yahoo.com Ahmad Herison geografispatial@yahoo.com Gatot Eko Susilo geografispatial@yahoo.com Elza Novilyansa geografispatial@yahoo.com <p>Air kebutuhan makhluk hidup yang utama dalam kehidupan sehari-hari. Pemantauan kualitas air perlu dilakukan pada air sungai, air laut, air danau, air rawa &nbsp;dan air tanah sehingga air dapat dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya. Kajian&nbsp; ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan&nbsp; metode perhitungan indeks kualitas air dalam menentukan status kualitas air permukaan sehingga diketahui metode yang paling efektif, sensistif dan obyektif. Metode perhitungan Indeks Kualitas Air (IKA) diperlukan untuk menyederhanakan banyaknya nilai dari berbagai jenis parameter menjadi sebuah angka tunggal yang mampu mendeskripsikan kondisi kualitas air, sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat.&nbsp; Ada beberapa metode perhitungan IKA di berbagai Negara, metode Storet, IP, dan CCME WQI (Canadian Council of Ministers of The Environment). &nbsp;Metode tersebut akan dibandingkan dengan beberapa indikator. Hasil kajian menunjukkan Metode IP lebih unggul jika memakai data tunggal, karena memiliki kelebihan dari segi biaya dan waktu namun hanya mempresentasikan status mutu air pada saat itu saja tidak dalam periode tertentu. Metode Storet dan CCME menggunakan data perulangan sepanjang waktu (<em>time series data</em>), sehingga lebih menggambarkan status mutu air dalam periode tertentu. CCME WQI lebih unggul dari Metode Storet dan Metode IP karena memperhitungkan besarnya selisih hasil pengujian yang melebihi baku mutu melalui F<sub>3 </sub>(<em>Amplitude</em>). Dari kajian di atas disimpulkan, Metode CCME merupakan metode yang paling tepat untuk menganalisis kualitas air di berbagai negara termasuk Indonesia baik pada air permukaan maupun air tanah dengan tingkat efektivitas dan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lainnya serta penggunaan jumlah dan jenis parameter yang fleksibel.</p> <p>Kata kunci : Kualitas Air, Indeks Kualitas Air, Air Permukaan</p> <p>&nbsp;</p> 2018-07-03T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/7391 KAJIAN PENGGUNAAN KONDESAT AC SEBAGAI BAHAN BAKU AIR MINUM DARI SEGI KUALITAS DAN KUANTITAS (REVIEW) 2018-10-18T11:08:55+07:00 Ahmad Herison ahmadherison@yahoo.com Ariestina Fanani geografispatial@yahoo.com Gatot Eko Susilo geografispatial@yahoo.com YUDA ROMDANIA geografispatial@yahoo.com <p>Penggunaan <em>Air Conditioner</em> (AC) yang semakin banyak oleh masyarakat baik di lingkungan perumahan maupun di perkantoran, mengakibatkan adanya air hasil proses pendinginan udara. Air yang dihasilkan jumlahnya cukup banyak, namun pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan untuk me<em>review</em> beberapa penelitian mengenai kondesat AC sehingga akan diketahui metode yang paling efektif &nbsp;dalam menentukan kualitas kondesat AC sebagai bahan baku air minum pada penelitian selanjutnya. Sejauh ini belum banyak penelitian mengenai kondesat AC. Beberapa penelitian hanya menganalisa sebagian parameter dari parameter fisik, kimia, dan bakteriologis. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Wahyu, dkk (2006), yang &nbsp;menganalisa parameter fisik, kimia (CO2, <em>Amonia</em>, <em>Nitrat</em>, KMN04, dan <em>Fenol</em>) dan mikrobiologi. Kemudian penelitian oleh Laila, dkk (2009), yang hanya menganalisa parameter konduktivitas, TDS, PH dan logam Pb. Lalu penelitian oleh Bambang, dkk (2016) yang meneliti tentang parameter laju alir, fisika (TDS,&nbsp; Turbidity dan pH) dan mikrobiologi. Diantara penelitian tersebut, belum ada yang menggunakan metode WQI untuk menentukan kualitas kondesat AC. Selain itu belum ada pula yang melakukan analisa ekonomi mengenai keunggulan kondesat AC sebagai alternatif sumber air bersih. Oleh karena itu pada penelitian ini kami menggunakan metode DOE WQI untuk mengetahui kualitas sekaligus melakukan analisa ekonomi dari penggunaan kondesat AC tersebut. Pemilihan metode DOE WQI disebabkan karena metode ini dianggap mampu menyederhanakan perhitungan status mutu air hanya dengan mengukur 6 paramater yaitu BOD, COD, DO, <em>A</em><em>monia</em>, TSS, dan pH. Pengambilan sampel kondesat sebaiknya dilakukan pada rentang waktu yang sama, untuk mendapatkan jumlah volume kondesat yang akurat. Nilai volume tersebut berpengaruh pada analisa ekonomi yang akan dilakukan. Pemeriksaan fisik mikrobiologi, dan logam juga harus tetap dilakukan untuk mengantisipasi temuan pada penelitian sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa metode DOE WQI merupakan metode yang efektif untuk mengevaluasi kualitas kondesat AC jika dibarengi dengan pemeriksaan parameter logam.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Keyword : Kualitas Air, Kondesat AC, Review Penggunaan Kondesat AC</p> 2018-07-03T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/spatial/article/view/7422 PENGARUH KETEBALAN BATU ANDESIT TERHADAP KELUARAN TERMOELEKTRIK 2018-10-18T11:16:23+07:00 ARY AKBAR NUGRAHA ary.akbar07@yahoo.com MASSUS SUBEKTI geografispatial@yahoo.com IMAM ARIF RAHARDJO geografispatial@yahoo.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan batu andesit terhadap keluaran termoelektrik.Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini ialah ketebalan batu andesit. Ketebalan batu andesit yang digunakan yaitu ketebalan 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Penelitian ini dilakukan pengujian laju kalor konduksi dan keluaran termoelektrik berdasarkan ketebalan batu andesit. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi laboratorium dan observasi lapangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa batu andesit ketebalan 1 cm menghasilkan laju kalor konduksi tertinggi dibandingkan ketebalan 2 cm dan 3 cm. Begitu juga dengan keluaran yang dihasilkan termoelektrik. Batu andesit ketebalan batu 1 cm menghasilkan keluaran paling besar dibandingkan ketebalan batu 2 cm dan 3 cm. Tegangan keluaran V<sub>0</sub>(tanpa beban) dan V<sub>1</sub>(dengan hambatan 100 ohm) yang dihasilkan termoelektrik pada ketebalan batu 1 cm berturut-turut sebesar 1.40 V dan 1.08 V, ketebalan batu 2 cm sebesar 1.37 V dan 0.98 V, dan ketebalan batu 3 cm sebesar 1.22 V dan 0.94 V. Berdasarkan hasil data pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh ketebalan batu andesit terhadap keluaran termoelektrik.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Termoelektrik, Andesit, Laju Kalor Konduksi, Keluaran Termoelektrik</p> <p>&nbsp;</p> 2018-07-05T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##