MEASURING INSTRUMENT FOR REFILLED DRINKING WATER USING A TDS SENSOR

  • Dudi Adi Firmansyah D3 Metrology and Instrumentation, Academy of Metrology and Instrumentation, Jalan Daeng M. Ardiwinata km 3,4 Cihanjuang, Bandung Barat 40559, Indonesia
  • Kamila Rofa Khairunnisa Ibadurrohman D3 Metrology and Instrumentation, Academy of Metrology and Instrumentation, Jalan Daeng M. Ardiwinata km 3,4 Cihanjuang, Bandung Barat 40559, Indonesia
  • Bernadus Bisma Titis Restu Aji D3 Metrology and Instrumentation, Academy of Metrology and Instrumentation, Jalan Daeng M. Ardiwinata km 3,4 Cihanjuang, Bandung Barat 40559, Indonesia
  • Suprijanto Suprijanto Engineering Physics, Institute of Technology Bandung (ITB), Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Keywords: refilled drinking water, TDS sensor, TDS, EC, Bluetooth

Abstract

Water is an essential need for humans and consumed as drinking water after fulfilling the health requirement in the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation No.492/Menkes/Per/IV/2010. Due to the increasing demand, there are currently many refilled drinking water stores as an economical and practical alternative way to people. However, their safety still needs to be tested in the laboratory. This condition is impractical so that it needs a portable measuring instrument especially based on the TDS sensor that can measure the total dissolved solids (TDS) and electrical conductivity (EC) at once, which determines the taste and safety of the water. TDS sensor calibration at  80.5 to 966 ppm shows a 93.4% accuracy; 99.8% precision and 1.3 ppm hysteresis. In comparison, EC calibration at 161 to 1932 microsiemens/cm produces an average of 82.3% accuracy, 97.1% precision, and 1.0 microsiemens/cm hysteresis. This prototype is then employed to measure the water sample and determine its safety to consume and observed a decreasing trend of TDS and EC (194.1 ppm and 388.2 microsiemens/cm) as compared to the water spring sample (20.2 ppm and 402.3 microsiemens/cm). The prototype also has a Bluetooth module that enabling the remote observation on a cell phone without the presence of a telephone network.

References

M. Radji, H. Oktavia and H. Suryadi, “Pemeriksaan Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Di Beberapa Depo Air Minum Isi Ulang Di Daerah Lenteng Agung Dan Srengseng Sawah Jakarta Selatan,” Majalah Ilmu Kefarmasian, 2012.

D. I. Pratiwi, A. Harijanto and S. H. B. Prastowo, “Analisis Hubungan Daya Hantar Listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) pada Air Minum Isi Ulang di Sekitar Kampus Universitas Jember,” Seminar Nasional Pendidikan Fisika 2019, 2019.

E. Pasandaran, “Reformasi Irigasi dalam Kerangka Pengelolaan Terpadu Sumberdaya Air,” Analisis Kebijakan Pertanian, 2017.

Zulkipli, W. Soetopo and H. Prasetijo, “Analisa Neraca Air Permukaan DAS Renggung

untuk Memenuhi Kebutuhan Air Irigasi dan Domestik Penduduk Kabupaten Lombok Tengah,” Jurnal Teknik Pengairan, 2011.

A. Sugiyono, “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Potensi Sumber Daya Air melalui Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Mikro Hidro,” Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 2009.

D. T. Y. Gaib, L. Tanudjaja and L. A. Hendratta, “Perencanaan Peningkatan Kapasitas Produksi Air Bersih Ibukota Kecamatan Nuangan,” Jurnal Sipil Statik, 2016.

I. W. Latif, “Studi Kualitas Air Minum Isi Ulang Ditinjau Dari Proses Ozonisasi, Ultraviolet, dan Reversed Osmosis di Kecamatan KotaTengah dan Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo Tahun 2012,” Skripsi, Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo, 2012.

F. Melinda, S. Laili and A. Syauqi, “Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang pada Depo Air Minum Di Sekitar Kampus UNISMA Malang,” e-Jurnal Ilmiah BIOSAINTROPIS, 2017.

M. D. O. Marpaung and B. D. Marsono, “Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Sukolilo Surabaya Ditinjau dari Perilaku dan Pemeliharaan Alat,” Jurnal Teknik POMITS, 2017.

K. H. Kirana et al., “Sifat Magnetik Sedimen Sungai Sebagai Indikator Pencemaran (Studi Kasus : Sungai Citarum Kabupaten Karawang),” Spektra Jurnal Fisika dan Aplikasinya, 2014.

A. W. Pratiwi, “Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kota Bogor,” KESMAS Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 2007.

F. Tih, et al., “Kandungan Logam Timbal, Besi, dan Tembaga dalam Air Minum Isi Ulang di Kota Bandung,” Zenit, 2015.

S. Bali, “Kandungan Logam Berat (Timbal, Kadmium), Amoniak, Nitrit dalam Air Minum Isi Ulang di Pekanbaru,” HEALTH CARE, 2012.

Z. A. K. Sari, H. Permana and W. Indrasari, “Karakterisasi Sensor Photodioda, DS18B20, dan Konduktivitas Pada Rancang Bangun Sistem Deteksi Kekeruhan dan Jumlah Zat Padat Terlarut Dalam Air,” SPEKTRA Jurnal Fisika dan Aplikasinya, 2017.

F. Amani and K. Prawiroredjo, “Alat Ukur Kualitas Air Minum dengan

Parameter pH, Suhu, Tingkat Kekeruhan, dan Jumlah Padatan Terlarut,” JETRI, 2016.

G. A. Putera and D. H. F. M. Christian, “Perancangan Alat Ukur Kadar Padatan Terlarut, Kekeruhan dan pH Air Menggunakan Arduino Uno,” Skripsi Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Unhas, 2017.

R. Devesa and A. M. Dietrich, “Guidance for optimizing drinking water taste by adjusting mineralization as measured by total dissolved solids (TDS),” Desalination, 2018.

S. Geetha and S. Gouthami, “Internet of things enabled real time water quality monitoring system,” Smart Water, 2016.

V. Aryanto, M. Rohmad and E. Puspita, “Sistem Pendeteksi Kelayakan Air Minum Dalam Kemasan ( AMDK ) Sebagai Solusi Alternatif BPOM Berbasis Mikrokontroler,” EEPIS Final Project PEN Surabaya, 2010.

I. Afandi and K. Amdani, “Rancang Bagun Alat Pendeteksi Kelayakan Air Minum Yang Diproduksi Depot Air Minum Isi Ulang (AMIU) Berbasis Mikrokontroler AT89S51 dan LCD Menggunakan Inframerah dan Photodioda sebagai Indikator,” Jurnal Einstein, 2018.

S. Pappu et al., “Intelligent IoT Based Water Quality Monitoring System,” International Journal of Applied Engineering Research, 2017.

A. Syofian, “Pengendalian Pintu Pagar Geser Menggunakan Aplikasi Smartphone Android dan Mikrokontroler Arduino Melalui Bluetooth,” Jurnal Teknik Elektro ITP, 2016.

M. G. N. Eoh, J. Andjarwirawan and R. Lim, “Sistem Kontrol dan Monitoring pH Air serta Kepekatan Nutrisi pada Budidaya Hidroponik Jenis Sayur dengan Teknik Deep Flow Techcnique,” J. Infra, 2019.

A. N. Pratama, “Implementasi Sensor TDS (Total Dissolved Solids) untuk Kontrol Air Secara Otomatis pada Tanaman Hidroponik,” Skripsi S1 Program Studi Sistem Komputer STIKOM Surabaya, 2017.

Torowati, Ngatijo and Rahmiati, “Validasi Metode Untuk Analisis Kandungan Uranium Menggunakan Potensiometer T-90,” Prosiding Seminar Penelitian dan Pengelolaan Perangkat Nuklir, 2016.

A. Wicaksono and I. D. W. Susanto, “Sistem Otomasi Penggerak Kamera dengan Motor Step sebagai Alat Bantu Kalibrasi Alat Ukur Panjang,” Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi, 2014.

R. Mukarromah, “Analisis Sifat Fisis dalam Studi Kualitas Air di Mata Air Sumber Asem Dusun Kalijeruk, Desa Siwuran, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo,” Skripsi Jurusan Fisika FMIPA UNNES, 2016.

I. F. Furqaana, “Irrigation Scheduling Untuk Tanaman Selada Hidroponik dengan Metode NFT Menggunakan Arduino,” Tugas Akhir Program Studi Teknik Informatika FTI UII, 2019.

K. U. Ahamad et al., “Surface Water Quality Modeling by Regression Analysis and Artificial Neural Network,” Advances in Waste Management Springer Singapore, 2019.

Published
2020-08-31
How to Cite
Firmansyah, D. A., Khairunnisa Ibadurrohman, K. R., Restu Aji, B. B. T., & Suprijanto, S. (2020). MEASURING INSTRUMENT FOR REFILLED DRINKING WATER USING A TDS SENSOR. Spektra: Jurnal Fisika Dan Aplikasinya, 5(2), 153 - 162. https://doi.org/10.21009/SPEKTRA.052.07