ANALYSIS OF PROCIMATE ON THE CHARCOAL BRICKET AGRICULTURAL WASTE

  • Leni Rumiyanti Jurusan Fisika FMIPA Universitas Lampung Jl. S. Brojonegoro No 1, Bandar Lampung 35144
  • Annisa Irnanda Jurusan Fisika FMIPA Universitas Lampung Jl. S. Brojonegoro No 1, Bandar Lampung 35144
  • Yusup Hendronursito Balai Penelitian Teknologi Mineral - LIPI

Abstract

Abstract
Research has been conducted to know the best and worst quality of charcoal briquettes from agricultural wastes based on their proximate content. These agrarian wastes are rice husk, sugarcane baggage, cassava peel, corncob, and coconut shell. The research method is pyrolysis carbonization at 700-800 oC for 45 min and proximate analysis with techniques that suitable Indonesian National Standard (SNI) for testing of moisture, ash, volatile matter, and fixed carbon content. The research result showed that the best charcoal briquettes quality is cassava peel because it has the lowest water content of 0.3833% and the lowest ash content of 0.8452%. While the worst charcoal briquettes quality is corncob because it has the highest water content of 2,412% and the lowest fixed carbon of 71,442%.
Keywords: charcoal briquettes, agricultural wastes, proximate analysis.

References

[1] Santosa, Iwan. 2004, 25 September. Revolusi Energi atau Mati. Energi LIPI [Online]. Diakses pada tanggal 18 Februari 2017.

[2] Risna. 2016. Pengaruh Tekanan Dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Briket Arang Cangkang Coklat. Universitas Halu Oleo. Kendari.

[3] Setiawan. 2007. Memanfaatkan Kotoran Ternak, Solusi Masalah Lingkungan Dan Pemanfaatan Energi Alternatif. Penebar Swadaya. Depok.

[4] Sinurat, E. 2011. Studi pemanfaatan briket kulit jambu mete dan tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif. Universitas Hasanuddin. Makassar.

[5] Elfiano, E., Subekti, P., dan Sadil, A. 2014. Analisa Proksimat Dan Nilai Kalor Pada Briket Biomassa Limbah Ampas Tebu Dan Arang Kayu. Jurnal Aptek. Vol. 6 No. 1 pp. 58

[6] Delly, J dan Saputra, N. 2014. Proses Pembuatan Briket Berbasis Kulit Singkong Dan Kajian Eksperimen Parametris Pengaruh Bahan Perekatnya Terhadap Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. Vol. 6, No. 1. Hal. 4

[7] SNI 13-3477-1994 : Analisis Kadar Air Lembab dari Contoh Batubara Kering Udara.

[8] SNI 13-3478-1994 : Analisis Kadar Abu Contoh Batubara.

[9] SNI 13-3999-1995 : Analisis Kadar Zat Terbang (Volatile) Contoh Batubara.

[10] SNI 13-3479-1994 : Analisis Kadar Karbon Tertambat Contoh Batubara.

[11] Sipahutar, D. 2010. Teknologi Briket Sekam Padi. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu. Riau.

[12] Subekti. 2006. Produksi Etanol dari Hidrolisat Fraksi Selulosa Tongkol Jagung oleh Saccharomyces Cerevisiae. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

[13] BPS. 2015. Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai. Berita Resmi Statistik. No. 28/03/Th. XVIII, 2 Maret 2015.

[14] Nugraha, J. R. 2013. Karakteristik Termal Briket Arang Ampas Tebu dengan Variasi Bahan Perekat Lumpur Lapindo. Skripsi. Universitas Jember. Jember.

[15] Mahmud, Z dan Ferry, Y. 2005. Prospek Pengolahan Hasil Samping Buah Kelapa. Perspektif. Vol. 4, No. 2. Hal 55-63.

[16] Moeksin, R., M. T., dan Kunchoro, A. 2015. Pengaruh Komposisi Pembuatan Biobriket dari Campuran Serbuk Gergaji, Kulit Singkong, dan Batubara terhadap Nilai Pembakaran. Jurnal Teknik Kimia. Vol. 21, No. 4. Hal 19-26.

[17] Surono, U. B. 2010. Peningkatan Kualitas Pembakaran Biomassa Limbah Tongkol Jagung sebagai Bahan Bakar Alternatif dengan Proses Karbonisasi dan Pembriketan. Jurnal Rekayasa Proses. Vol. 4, No. 1. Hal 13-18.
Published
2018-04-30