Studi Literatur: Peran Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Moral dan Agama Anak Usia Dini

Authors

  • Asri Juwita Sari Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.21009/JP2PAUD.041.06

Keywords:

Orang tua, peran guru, moral, anak usia dini

Abstract

Religious moral education is a means for the formation of early childhood characters. Early life is the best time to instill religious moral values to build a foundation for future life, such values as honesty, discipline, social car, empathy, self-control, repect for others, religiousity, gender, independence, democracy, and responsibility. In this regard, parents and teachers play an important role. There are several roles of parents in religious moral educations, namely; parents as educators, encouragement, friends, counselors, and communicators. The role of teachers in early childhood religious moral education is; teachers as models, mentors, coaches, motivators, and assesssors. In addition, parents and teachers need to consider the methods used in teaching religious moral and values to early childhood.

Pendidikan moral agama merupakan sarana untuk pembentukan karakter anak usia dini. Usia dini adalah saat yang paling baik untuk menanamkan nilai-nilai moral agama untuk membangun fondasi dalam menjalani kehidupan di masa depan, nilai-nilai tersebut adalah nilai kejujuran, disiplin, kepedulian sosial, empati, kontrol diri, menghormati orang lain, religiusitas, gender, kemandirian, demokrasi, dan tanggung jawab. Dalam hal ini, orang tua dan guru memainkan peran yang penting. Ada beberapa peran orang tua dalam pendidikan moral agama, yaitu; orang tua sebagai pendidik, pendorong, teman, konselor, dan komunikator. Adapun peran guru dalam pendidikan moral dan agama anak usia dini adalah; guru sebagai model, pembimbing, pelatih, motivator, dan penilai. Di samping itu, orang tua dan guru perlu mempertimbangkan metode yang digunakan dalam mengajarkan nilai-nilai moral agama kepada anak usia dini.

Published

2025-06-30