Ketidaksadaran Kolektif: Arketipe The Caregiver dalam Naskah Drama Mata Air Mata Karya Lab Teater Ciputat
DOI:
https://doi.org/10.21009/Arif.051.10Keywords:
ketidaksadaran kolektif, naskah drama, lab teaterAbstract
Isu problematika kerusakan alam menjadi topik yang tidak pernah kadaluwarsa. Karya sastra sebagai media untuk menyebarluaskan nilai-nilai dan moral baik dalam kehidupan. Salah satunya naskah drama Mata Air Mata (MAM) karya Lab Teater Ciputat yang mengangkat isu lingkungan. Diseminasi pesan baik ini dapat dilakukan karena naskah MAM merupakan kumpulan ketidaksadaran kolektif yang perlu ditelusuri penanda dan petanda dari tokoh-tokoh yang dihadirkannya. Penelitian ini akan membahas ketidaksadaran kolektif berupa arketipe, semiotik arketipe, dan ideologi tokoh dalam perspektif ekokritik, dalam naskah drama MAM. Pembatasan masalah berfokus pada arketipe dominan tokoh di dalam naskah drama MAM yaitu tokoh Kabut Malam dan Kabut Pagi. Metodologi penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pembahasan menggunakan teori ketidaksadaran kolektif Carl Gustav Jung dan semiotik Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian ini menunjukkan arketipe dominan dari tokoh Kabut Malam dan Kabut Pagi yaitu the cargiver menunjukkan ideologi antroposentrisme.
Kata kunci: Ketidaksadaran Kolektif; Naskah Drama; Lab Teater Cputat
References
Atkinson, J. D. (2017). Chapter Title : Qualitative Methods Book Title : Journey into Social Activism Book Subtitle : Qualitative Approaches This chapter explores : Journey into Social Activism, May 2021, 27–64. https://www-jstor-org.ezproxy.napier.ac.uk/stable/pdf/j.ctt1hfr0rk.5.pdf?refreqid=excelsior%3A5c610e25e7f3d31e1e6b9145da896748
Berger, A. A. (2015). Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer: Suatu Pengantar Semiotika. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Elo, S., Kääriäinen, M., Kanste, O., Pölkki, T., Utriainen, K., & Kyngäs, H. (2014). Qualitative Content Analysis. SAGE Open, 4(1), 215824401452263. https://doi.org/10.1177/2158244014522633
Embon, D., & Suputra, I. (2018). Sistem simbol dalam upacara adat Toraja Rambu Solo: Kajian semiotik. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 3(7), 1–10.
Fadhila, P. D., Almira, C., & Priatmana, A. (2022). Metode Penelitian Analisis Semiotik Media Sosial. Dakwatussifa: Journal of Da’wah and Communication, 1(2), 131–140.
Ferrara, L., & Hodge, G. (2018). Language as description, indication, and depiction. Frontiers in Psychology, 9(MAY), 1–15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00716
Hall, C. S., & Lindzey, G. (1993). Teori-Teori Psikodinamik (Klinis) (Supratiknya (ed.); 1st ed.). Kanisius.
Jung, C. G. (1986). Memperkenalkan Psikologi Analitis Pendeketan Terhadap Ketaksadaran (G. Cremers (ed.)). PT Gramedia.
Khasanah, V. (2024). Mitos dan Keindahan Alam sebagai Wahana Kesadaran Ekologis dalam Karya Ahmad Tohari. Jurnal Arif, 4(1), 67–85. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/arif/article/view/49276/19155
Mandela, F., & Gitawati, N. D. (2023). Interelasi Ideal Makhluk Hidup dengan Alam pada Novel The Lord of the Rings The Fellowship of The Rings: Pembacaan Ekokritik. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 18(2), 1–15. https://doi.org/10.14710/nusa.18.2.1-15
Martin, R. (2017). Shakespeare, Ecology, and the Environment. Https://Www.Folger.Edu/Blogs/Shakespeare-and-beyond/Shakespeare-Ecology-Environmental-Earth-Day/.
Prihadi, B. (2020). Dramaturgi Rasa, Mata Air Mata. Yogyakarta: Kalabuku.
Wijaya, D. E. (2022). Analisis Semiotika Kecanduan Merokok di Film Dokumenter “Darurat! Sekolah Dikepung Iklan Rokok.” Journal of Discourse and Media Research, 1(01), 13–27.
Yuliza, F. (2022). Makna Tari Kontemporer Barangan Karya Otniel Tasman: Suatu Tinjauan Semiotika Tari. Bercadik: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 5(2), 83–97.
Zulfa, A. N. (2021). Teori Ekokritik Sastra: Kajian Terhadap Kemunculan Pendekatan Ekologi Sastra Yang Dipelopori Oleh Cheryll Glotfelty. Lakon : Jurnal Kajian Sastra Dan Budaya, 10(1), 50. https://doi.org/10.20473/lakon.v10i1.29774





