Analisis Ekokritik Terhadap Cerpen Kompas Tahun 2023: Realitas Krisis Ekologi
DOI:
https://doi.org/10.21009/Arif.051.03Keywords:
cerpen, kompas, ekokritikAbstract
Tulisan ini menyajikan kajian ekokritik terhadap lima cerpen yang terbit di Kompas tahun 2023, yaitu berjudul “Pohon-pohon Jalan Protokol” karya Kiki Sulistyo; “Bukit yang Tidak Selesai Dibangun” karya Adam Gottar Parra; “Pohon Larangan di Bengayoan” karya Nafi’ah Al-Ma’rab; “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?” karya Rizqi Turama; dan “Dilalap dalam Lelap” karya Miranda Seftiana. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif analisis untuk mendeskripsikan hubungan antara struktur cerita dengan unsur-unsur ekologi: polusi, tempat tinggal, hutan, bencana, binatang, dan bumi. Struktur cerita dalam lima cerpen menjadi penting menampilkan keterhubungan antara sastra dengan ekologi. Masalah kerusakan lingkungan dalam cerpen berdampak tidak sebatas aspek fisik, tetapi meliputi ekonomi, sosial, dan budaya. Maka, terdapat narasi yang kompleks dalam lima cerpen dengan menampilkan wacana ekosfer sebagai dampak masalah ekologi. Tiga cerpen menempatkan masalah lingkungan sebagai dampak dari pembukaan lahan sawit sehingga mengorbankan ekosistem hutan dan berdampak terhadap kesehatan. Secara tegas, lima cerpen menyorot masalah ketidakseimbangan ekosistem sebagai dampak dari kerusakan lingkungan yang berpijak pada kondisi faktual. Maka, lima cerpen yang terbit di Kompas tahun 2023 merefleksikan hubungan ekologi dengan sastra secara global.
References
Agdialta, R., Kasihairani, D., & Kurnia, W. G. (2021). Identifikasi Wilayah dengan Dampak Karhutla Tertinggi di Provinsi Sumatra Selatan Menggunakan Satelite Landsat-8. Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana, 2(1), 1–10. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20886/jpks.2021.2.1.1-10
Al-Ma’rab, N. (2023). Pohon Larangan di Bengayoan. Kompas. https://ruangsastra.com/31565/pohon-larangan-di-bengayoan/
Alfaruk, A. (2022). Kerusakan Sungai Dalam Tiga Cerpen Kompas dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMP [UIN Syarif Hidayatullah]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/60600
Amala, E., & Widayati, S. (2021). Analisis Ekologi Karya Sastra pada Novel Rindu Terpisah di Raja Ampat Karya Kirana Kejora Sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Griya Cendikia, 6(2), 180–191. https://doi.org/10.47637/griya-cendikia.v6i2.95
Amarullah, & Jumiati, E. (2019). Cultivation of Karamunting Plants (melastoma sp) with Vegetative Propagation Shoot Cuttings. International Journal of Current Advanced Research, 8(1), 16720–16722. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24327/ijcar.2018.16722.3101
Aminuddin. (2000). Pengantar Apresiasi Karya Sastra (13th ed.). PT Sinar Baru Algensindo.
Andriyani, N., & Piliang, W. S. H. (2019). Kritik Sastra Ekologis terhadap Novel-Novel Terbaru Indonesia. Geram, 7(1), 81–89. https://doi.org/https://doi.org/10.25299/geram.2019.vol7(1).2877
Arifa, N. M. (2022). Kebakaran Hutan Kalimantan Barat yang Mengakibatkan Terjadinya Kabut Asap Ekstrem di Daerah Pontianak. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.31219/osf.io/4dqzy
Ariska, M., Akhsan, H., Muslim, M., Romadoni, M., & Putriyani, F. S. (2022). Prediksi Perubahan Iklim Ekstrem di Kota Palembang dan Kaitannya dengan Fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berbasis Machine Learning. Jipfri, 6(2), 79–86. https://doi.org/https://doi.org/10.30599/jipfri.v6i2.1611
Asra, R., Andryani, D., Adriadi, A., Fijridiyanto, I. A., Witono, J. R., & Gailing, O. (2021). Etnobotani Rotan Jernang (Calamus spp.) pada Masyarakat Sarolangun, Jambi. Buletin Kebun Raya, 24(2), 76–84. https://doi.org/https://doi.org/10.14203/bkr.v24i2.724
Ayu, K. P. (2021). Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Tengah: Mekanisme Politik di Balik Kerusakan Ekologi. Journal Sosiologi, 4(2), 61–71. https://doi.org/https://doi.org/10.59700/jsos.v4i2.4175
Balai Bahasa Banjarmasin. (2008). Kamus bahasa Banjar dialek Hulu-Indonesia (1st ed.). Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa, Balai Bahasa Banjarmasin.
Benu, N. M., & Moniaga, V. R. B. (2016). Dampak Ekonomi dan Sosial Alih Fungsi Lahan Pertanian Hortikultura menjadi Kawasan Wisata Bukit Rurukan di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Agri-Sosioekonomi, 12(3), 113–124. https://doi.org/https://doi.org/10.35791/agrsosek.12.3.2016.14058.
Bertens, H. (2012). Literary theory: The basics. Routledge.
Budiningsih, K. (2017). Implementasi Kebijakan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 14(2), 165–186. https://doi.org/https://doi.org/10.20886/jakk.2017.14.2.165-186
Fauziah, A. (2020). Pengaruh Keberadaan Pohon Pelindung terhadap Konsentrasi CO di Udara Ambien Roadside [Fakultas Teknik Universitas Andalas]. http://scholar.unand.ac.id/60946/
Garrard, G. (2004). Ecocriticism. Routledge.
Glotfelty, C., & Fromm, H. (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press.
Hairunisa, F., & Haris, A. (2023). Representasi Ekologi Sosial dalam Novel Di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari: Kajian Ekokritik Sastra. Bahtra, 4(1), 1–8. https://doi.org/https://doi.org/10.56842/bahtra.v4i01.177
Hanafi, M. (2019). Augmented Reality Pengenalan Hewan Berdasarkan Kelompok Makanan [UNiversitas Islam Riau]. https://repository.uir.ac.id/8634/1/123510101
Hapip, A. D. (1977). Kamus Banjar-Indonesia. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8f/Kamus_Banjar-Indonesia.pdf
Harsono, S. (2008). Ekokritik: Kritik Sastra Berwawasan Lingkungan. Kajian Sastra, 32(1), 31–50.
Haryono, M., Explotasia, I., Pramono, H., Kristanto, A., Hamidy, A., Achmadi, A. S., Sayogo, A. P., Maryanto, A. E., Mertamenggala, A. I. S., & Primadian, B. R. (2019). Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi: Mamalia. KLHK dan LIPI.
Hastanto, S. (2013). Pemanfaatan Hutan Kota sebagai Bentuk Ruang Terbuka Hijau dalam Mendukung Fungsi Perlindungan Lingkungan. Jurnal Kreatif, 1(1), 3–15. https://doi.org/https://doi.org/10.46964/jkdpia.v1i1.66
Hermawan, S., & Taqwiem, A. (2018). Alam dalam Kumpulan Cerpen Kaki yang Terhormat Karya Gus TF Sakai.
Ikhwan, A. K. (2020). Relasi Anak terhadap Lingkungan Hidup dalam Novel Anak Karya Anak: Kajian Ekokritik Greg Gerrard. Bapala, 7(1), 1–10. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/33314
Indira, C. (2015). Pembuatan Indikator Asam Basa Karamunting. Kaunia, 9(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/kaunia.1076
Juanda, J. (2023). Representasi Lingkungan dalam Cerpen Ketam Batu Karya Gus TF Sakai. Jurnal Onoma, 9(1), 373–385. https://doi.org/https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2277
Kaswadi, K. (2015). Paradigma Ekologi dalam Kajian Sastra. Paramasastra, 2(2), 31–45. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/paramasastra.v2n2.p%25p
Khomisah, K. (2020). Ekokritik (Ecocriticism) dalam Perkembangan Kajian Sastra. Al-Tsaqafa, 17(1), 83–94. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v17i1.6032
Krissandi, A. D. S. (2014). Cerpen-cerpen Kompas 1970—1980 dalam Hegemoni Negara Orde Baru (Analisis Wacana Kritis). Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 2(1), 26–35. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/poetika.v2i1.10405
Lempang, M. (2012). Pohon Aren dan Manfaat Produksinya. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 9(1), 37–54. https://doi.org/https://doi.org/10.20886/buleboni.4993
Love, G. A. (2003). Practical Ecocriticism: Literature, Biology, and the Environment. University of Virginia Press.
Martuti, N. K. T. (2013). Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang. Biosaintifika, 5(1), 36–42. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v5i1.2572
McNaughton, S. J., & Wolf, L. L. (1992). Ekologi Umum (Sudarsono, S. P. Saputra, & B. Srigandono (eds.)). Gama Press.
Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif (Vol. 697). Remaja Rosdakarya.
Munandar, A., Yoza, D., & Budiani, E. S. (2016). Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Taman Nasional Bukit Tigapuluh Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Jom Faperta, 3(2), 1–10. https://paperity.org/p/344765787/pengembangan-ekowisata-berbasis-masyarakat-di-taman-nasional-bukit-tigapuluh-desa-rantau
Nurhidayah, S., & Setiawan, R. (2019). Lanskap Siber Sastra: Postmodernisme, Sastra Populer, dan Interaktivitas. Poetika, 7(2), 136–147. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/poetika.v7i2.50779
Odum, E. P. (1998). Dasar–dasar Ekologi (T. Samingan (ed.); 3rd ed.). Gadjah Mada University Press.
Parra, A. G. (2023). Bukit yang Tidak Selesai Dibangun. Kompas. https://ruangsastra.com/31268/bukit-yang-tidak-selesai-dibangun/
Pramono, S. A. (2007). Penghijauan sebagai Salah Satu Sarana Mewujudkan Kota Berwawasan Lingkungan. Teodolita, 8(2), 28–39. https://doi.org/https://doi.org/10.53810/jt.v8i2.19
Putra, I. M. K. A. (2019). Pengendalian Pembukaan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Upaya Pelestarian Habitat Orang Utan di Indonesia. Jurist-Diction, 2(2), 459–474. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/jd.v2i2.14228
Putri, V. S. I. S. (2022). Potensi, Pemanenan dan Pemanfaatan Rotan Jernang Di Kawasan Ekobudaya Hutan Rawa Gambut Penam Sengkuang Lebuk. Piper, 18(1), 63–67. https://doi.org/https://doi.org/10.51826/piper.v18i1.626
Rosyidah, M. (2018). Polusi Udara dan Kesehatan Pernapasan. Integrasi, 1(2), 1–5. https://doi.org/https://doi.org/10.32502/js.v1i2.988
Sa’adah, H., Najihudin, A., & Handayani, R. (2018). Formulasi dan Evaluasi Emulgel Ekstrak Etanol Buah Karamunting (Melastoma polyanthum) sebagai Antioksidan. Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 9(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/ttp://dx.doi.org/10.52434/jfb.v9i1.638
Saroh, I. (2020). Manfaat Ekologis Kanopi Pohon terhadap Iklim Mikro di Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 12(2), 136–145. https://doi.org/https://doi.org/10.24259/jhm.v12i2.10040
Savitri, A., Wahyuningtyas, D., & Rizky, H. K. (2023). The Representation of Ecocriticism in the Novel Mata dan Manusia Laut by Okky Madasari. Nusantara Science and Technology Proceedings, 353–360. https://doi.org/https://doi.org/10.11594/nstp.2023.3356
Seftiana, M. (2023). Dilalap dalam Lelap. Kompas. https://ruangsastra.com/32155/dilalap-dalam-lelap/
Simamora, P. (2007). Dampak Perkebunan Sawit terhadap Masyarakat di Kabupaten Muara Jambi Propinsi Jambi (Novendra (ed.)). Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (23rd ed.). Alfabeta.
Sulistyo, K. (2023). Pohon-pohon Jalan Protokol. Kompas. https://ruangsastra.com/30679/pohon-pohon-jalan-protokol/#google_vignette
Susilowati, D., & Affandy, A. N. (2022). Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami (Kajian Ekokritik Greg Garrard). Stilistika, 15(1), 77–90. https://doi.org/https://doi.org/10.30651/st.v15i1.9389
Sutisna, A. R. (2021). Kajian Ekokritik dalam Novel Kekal Karya Jalu Kancana. Undas, 17(2), 185–194. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/und.v17i2.3459
Taqwiem, A., & Dwi, A. (2019). Kajian Ekologi Sastra Novel Aroma Karsa Karya Dewi Lestari.
Turama, R. (2023). Apakah Langit Akan Biru Hari Ini? Kompas. https://ruangsastra.com/31692/apakah-langit-akan-biru-hari-ini/
Utomo, B., Yusmiono, B. A., Prasetya, A. P., Julita, M., & Putri, M. K. (2022). Analisis Tingkat Bahaya Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatra Selatan. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 10(1), 30–41. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jwl.10.1.30-41
Wasniah, W., & Sauri, S. (2021). Kajian Ekokritik Sastra pada Cerpen Harimau Belang Karya Guntur Alam dalam Antologi Cerpen Pilihan Kompas 2014 Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon. Gema Wiralodra, 12(1), 74–83. https://doi.org/https://doi.org/10.31943/gemawiralodra.v12i1.167
Wibowo, A. (2010). Konversi Hutan menjadi Tanaman Kelapa Sawit pada Lahan Gambut: Implikasi Perubahan Iklim dan Kebijakan. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 7(4), 251–260. https://doi.org/https://doi.org/10.20886/jpsek.2010.7.4.251-260
Winarno, G. D., & Harianto, S. P. (2018). Perilaku Satwa Liar (Ethology). In Anugrah Utama Raharja. Anugrah Utama Raharja. http://repository.lppm.unila.ac.id/8991/1/PERILAKU SATWA LIAR.pdf
Yanti, R. N., & Hutasuhut, I. L. (2020). Potensi Limbah Padat Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Riau. Wahana Forestra, 15(2), 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.31849/forestra.v15i2.4696
Yenisbar, Y., & Yani, A. (2022). Distribution of Karamunting (Rhodomyrthus tomentosa AITON) in Several Regions and Its Secondary Metabolite Content. Journal of Tropical Biodiversity, 2(3), 169–176. https://doi.org/https://doi.org/10.59689/bio.v2i3.115
Yurah, A. M. (2016). Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan di Indonesia Ditinjau dari UU No. 32 Tahun 2009. Lex Privatum, 4(3), 107–114.
Yusuf, I., & Hadi, T. S. (2020). Studi Literatur: Dampak Pengembangan Pariwisata terhadap Perubahan Lahan. Pondasi, 25(2), 157–183. https://doi.org/https://doi.org/10.30659/pondasi.v25i2.13041





