Ambivalensi Sikap Mandiri pada Tokoh Perempuan dalam Novel Warisan karya Kembang Manggis
DOI:
https://doi.org/10.21009/Arif.051.04Keywords:
ambivalensi, feminisme eksistensialis, novel, Kembang Manggis, sastraAbstract
Dalam budaya patriarki, kaum perempuan memiliki posisi yang rendah dibandingkan kaum laki-laki karena dianggap sebagai kaum yang lemah. Namun, ada kaum perempuan yang berusaha keluar dari posisi tersebut dengan menunjukkan sisi kemandirian mereka. Novel Warisan karya Kembang Manggis menunjukkan perjuangan tokoh-tokoh perempuan tersebut. Dalam melakukan penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori dan konsep yang digunakan adalah teori feminisme eksistensialis dan konsep budaya patriarki. Data yang digunakan adalah novel Warisan karya Kembang Manggis dengan berfokus pada unsur intrinsik berupa tokoh dan penokohan, alur, dan latar, serta buku-buku dan artikel-artikel yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Indi, Wawa, dan Maya memiliki sikap mandiri berupa kebebasan bekerja di ruang publik, kemampuan untuk membela diri, dan keberanian dalam menghadapi tantangan sosial. Namun, mereka memiliki ambivalensi terhadap sikap mandiri tersebut, seperti kebutuhan untuk dilindungi, kekhawatiran terhadap tuntutan pernikahan, dan ketergantungan terhadap status ekonomi laki-laki.
References
Annisa, T. (2016). Sikap Ambivalen Tokoh Linda dalam Proses Pencapaian Subjektivitas Perempuannya pada Novel Adultery (2014) karya Paulo Coelho. Skripsi. Universitas Indonesia. https://lontar.ui.ac.id/detail.jsp?id=20445607#digital#digital
Azzura, S. A. (2018). Nikah Muda : Antara Solusi Versus Belenggu Patriarki (Studi Kasus di Desa Bandang Laok Bangkalan). Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora, 1(2): 168-183. https://ifrelresearch.org/index.php/jipsoshum-widyakarya/article/view/278
Beauvoir, Simone de. (2016). The Second Sex: Kehidupan Perempuan. Terjemahan Toni B. F. Yogyakarta: Narasi-Pustaka Promethea.
_________________. (2020). The Second Sex: Fakta dan Mitos. Cetakan ke-3. Terjemahan Toni S. dan Nuraini J. Yogyakarta: Narasi-Pustaka Promethea.
Bhasin, K. (2001). Memahami Gender. Jakarta: Penerbit Sinar Baru.
Candraningrum, D. (2013). Ekofeminisme dalam Tafsir Agama, Pendidikan, Ekonomi, dan Budaya. Yogyakarta: Jalasutra.
Chairunnisa, G. (2023). Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Warisan Karya Kembangmanggis: Kajian Psikologi Sastra. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/92478/Cover_190701016.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Correa-de-Araujo, R. dan Sung, S. Y. (2021). Clinical Outcomes in High-Risk Pregnancies Due to Advanced Maternal Age. Journal of Women's Health, 30(2): 160-167. https://www.liebertpub.com/doi/pdf/10.1089/jwh.2020.8860
Efendi, A. (2013). Kemandirian Tokoh Wanita dalam Novel-Novel Karya Kuntowijoyo. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(3): 331-347. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/2755
Eisenberg, Michael L., dan David Meldrum. (2017). Effects of Age on Fertility and Sexual Function. Fertility and Sterility, 107(2), hlm. 301-304. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S001502821663090X
Endraswara, Suwardi. (2011). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Caps.
Faturochman. (2008). Kemandirian Pria-Wanita Seimbang. Yogyakarta: Fakultas Psikologi dan Pusat Penelitian UGM.
Fimela. (2018). Stigma Negatif pada Wanita yang Belum Menikah di Usia 30 Tahun. Fimela. https://www.fimela.com/lifestyle/read/3811026/stigma-negatif-pada-wanita-yang- belum-menikah-di-usia-30-tahun
Fitriani, Tasya D. dan Eko Sri I. (2023). Kemandirian Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Layangan Putus karya Mommy ASF. Jurnal Lingua Rima, 12(1): 155-166. https://jurnal.umt.ac.id/index.php/lgrm/article/view/8198
Garim, Idawati. (2007). Feminisme dalam Novel Indonesia Tahun 1980-2000-an. Skripsi. Universitas Negeri Makassar. https://eprints.unm.ac.id/8155/1/Feminisme%20dalam%20Novel%20Indonesia%20Tahun%201980-2000%20an.pdf
Goisis, A. (2015) How Are Children of Older Mothers Doing? Evidence from the United Kingdom. Jurnal Biodemography and Social Biology, 61(3): 231-251. DOI: 10.1080/19485565.2014.1001887
Idrus, I. A., Anurlia, S., dan Fadiyah, D. (2023). Analysis of the Impact of Patriarchal Culture on the Role of Women in Politics and Governance. Jurnal Studi Ilmu Pemerintahan, 4(1): 1–12.
https://jurnal-umbuton.ac.id/index.php/jsip/article/view/2965
Kaimmudin, L., Damayanti P., dan Hendro B. (2018). Hubungan Usia Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Hipertensi di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jurnal Keperawatan, 1(6): 1-5.
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jkp/article/view/19532
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Indonesia. (2020). Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2020. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia.
Majid, N. (2019). Penguatan Karakter melalui Local Wisdom sebagai Budaya Kewarganegaraan. Takalar: Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.
Manggis, Kembang. (1985). Tia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Manggis, Kembang. (1987). Warisan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Manggis, Kembang. (2011). Desaku. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Manggis, Kembang. (2017). Anak-Anak Tukang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Manggis, Kembang. (2018). Gatal Menawar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Moleong, Lexy J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Nkeiruka, Kalu. (2023, 21 November). Signs of an Independent Woman. Medium. https://kalunkeiruka.medium.com/signs-of-an-independent-woman-089d8d70fe1e
Nurgiyantoro, Burhan. (2018). Teori Pengkaji Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurhayati, Eti. (2011). Psikologi Pendidikan Inovatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pemerintah Pusat. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dalam pasal 7 ayat (1). Jakarta: Pemerintah Pusat.
Pemerintah Pusat. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Pemerintah Pusat.
Pheterson, Gail. (1993). The Whore Stigma: Female Dishonor and Male Unworthiness. Jurnal JSTOR, Winter (37), hlm. 39-64. https://doi.org/10.2307/466259
Poerwadarminta, W. J. S. (2007). Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia. Cetakan ke-3. Jakarta: Balai Pustaka
Rosarians, Fransisco. (2015). MK Putuskan Batas Usia Nikah Wanita 16 Tahun. Tempo.co. https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=11160
Sakina, A. I. dan Dessy H. S. A. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia. Share: Social Work Journal, 7(1): 71-80. https://jurnal.unpad.ac.id/share/article/view/13820/0
Sarwono, Jonathan. (2010). Pintar Menulis Karangan Ilmiah: Kunci Sukses dalam Menulis Ilmiah. Yogyakarta: Andi.
Saryono. (2009). Pengantar Apresiasi Sastra. Malang: Universitas Negeri Malang.
Sastryani, S. (2007). Glosarium, Seks dan Gender. Yogyakarta: Carasvati Books.
Sumahamijaya Suparman, dkk. (2003). Pendidikan Karakter Mandiri dan Kewirausahaan. Bandung: Angkasa.
Sumardjo, Jakob dan Saini K. M. (1991). Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Suryadi, A. dan E. Idris. (2010). Kesetaraan Gender dalam Bidang Pendidikan. Bandung: Ganesindo.
Tong, R. P. (2007). Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Terjemahan Aquarini P. P. Yogyakarta: Jalasutra.
Walby, S. (1990). Theorizing Patriarchy. Oxford: Basil Blackwell.





