Kakawin Sena: Representasi Citra Hantu dan Transformasinya pada Komik Petruk Karya Tatang S.

Authors

  • Heri Isnaini IKIP Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.21009/Arif.051.08

Keywords:

Citraan, Hantu, Komik, Transformasi, Tatang S.

Abstract

Citra hantu yang digambarkan dalam komik Petruk karya Tatang S. merupakan representasi citra hantu yang sudah dikenali masyarakat luas. Citra ini terwujud dari konsep pemahaman yang dipercaya dan diyakini keberadaannya oleh masyarakat sejak lama. Kakawin Sena merupakan naskah kuno yang di dalamnya menggambarkan wujud-wujud hantu yang dipercaya oleh masyarakat Jawa. Penggambaran tersebut termanifestasi pada kepercayaan masyarakat atas keberadaan makhuk yang tidak terlihat tetapi diyakini keberadaannya. Transformasi citra hantu dalam Kakawin Sena dapat diwujudkan menjadi gambar pada media komik karya Tatang S. Kedua teks tersebut secara tidak langsung berkelindan sehingga ada kemungkinan naskah Kakawin Sena memengaruhi cara penggambaran hantu pada komik karya Tatang S. Artikel ini menggambarkan wujud representasi tersebut dalam sekaitannya dengan wujud transformasi citra hantu pada teks Kakawin Sena dengan gambar hantu pada komik. Dengan demikian, konsep relasi antara kedua teks ini akan mengejawantah pola-pola budaya yang ditransformasi dan dipercaya atas kedua teks dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dalam ranah sastra bandingan. Kedua teks disandingkan sehingga terlihat keterkaitan dan keterlibatan antarkeduanya. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, citra hantu dalam Kakawin Sena diwujudkan dalam gambar pada komik. Kedua, terdapat relasi budaya dan agama/kepercayaan pada penggambaran sosok hantu dalam komik tersebut.

References

Adjidarma, S. G. (2021). Ngobrolin Komik. Pabrik Tulisan.

Damono, S. D. (2009). Sastra Bandingan. Editum.

Depdikbud. (2015). KBBI Edisi V. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Djokosujatno, A. (2005). Cerita Fantastik dalam Perspektif Genetika dan Struktural. Djambatan.

Endraswara, S. (2004). Dunia Hantu Orang Jawa: Alam Misteri, Magis, dan Fantasi Kejawen Narasi.

Geertz, C. (1992). Kebudayaan dan Agama (F. B. Hardiman, Trans.). Kanisius.

Hajid, A. (2022). Orang Jawa, Jimat, dan Makhluk Halus. Narasi.

Hermawan, D. (2013). Semar dan Kentut Kesayangannya. Diva Press.

Isnaini, H. (2022). Citra Perempuan dalam Poster Film Horor Indonesia: Kajian Sastra Feminis. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, Volume 9, Nomor 2, 55-67.

Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.

Kumitir, A. A. (13 November 2024). Kakawin Sena. Alang Alang Kumitir. http//:www.alangalangkumitir.wordpresss.com

Laksono, A., & Aryanto, H. (2020). Perancangan Urban Toys dari Adaptasi Karakter Komik Karya Tatang Suhendra. Jurnal Barik: Desain Komunikasi Visual, Unesa, Volume 1, Nomor 3, 238-247.

Moleong, L. J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nurgiyantoro, B. (2012). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2017). Stilistika. UGM Press.

Pardini, B. M., Ridho, I., & Rohman, S. (2016). Representasi Kelas Bawah pada Tokoh Punakawan dalam Komik Tatang S. Jurnal Arkhais, Volume 7, Nomor 2, 99-109.

Piaget, J. (1995). Strukturalisme (Hermoyo, Trans.). Yayasan Obor Indonesia.

Pradopo, R. D. (2002). Pengkajian Puisi. Gadjah Mada University Press.

Ranuhandoko, N., & Sidhartani, S. (2019). Makna Budi Pekerti Melalui Cerita Punakawan: Analisis Visual dalam Seni Kreativitas Komik Kontemporer Mudra: Jurnal Seni dan Budaya, Volume 34, Nomor 1, 53-60.

Restianingsih, L. (2011). Kakawin Sena: Sebuah Kakawin pada Masa Jawa Baru dari Lereng Merbabu. Jumantara, Vol. 2, No. 1, 1-12.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Pustaka Jaya.

Wiyasa, I. P. (2021). Struktur Formal Kakawin Kumudawati. Jurnal Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa, dan Sastra, Vol. 11, No. 2 September 2021, 91-100.

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Isnaini, H. (2025). Kakawin Sena: Representasi Citra Hantu dan Transformasinya pada Komik Petruk Karya Tatang S. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 5(1), 126–140. https://doi.org/10.21009/Arif.051.08