Suara Alam dari Timur: Kearifan Ekologis Tiga Prosa Rakyat Papua dalam Bingkai Ekokritik Glotfelty
DOI:
https://doi.org/10.21009/Arif.051.02Keywords:
ekokritik sastra, prosa rakyat, papuaAbstract
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kearifan ekologis dalam tiga cerita prosa rakyat Papua dengan pendekatan ekokritik sastra Glotfelty untuk mengungkap hubungan manusia dengan alam serta faktor yang mempengaruhinya. Sumber data penelitian ini adalah tiga cerita prosa rakyat Papua, yaitu Asal Mula Pohon Kelapa, Asal-usul Tujuh Pulau, dan Asal-usul Tanjung Simora. Selain itu, penjelasan dalam penelitian ini diperkaya dengan informasi yang diperoleh langsung dari informan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosa rakyat Papua mengandung kearifan ekologis yang merepresentasikan peran alam atau latar tempat terhadap kehidupan manusia serta perlakuan manusia terhadap alam.
References
Bahardur, I., dan Ediyono, S. (2017). Unsur-Unsur Ekologi dalam Sastra Lisan Mantra Pengobatan Sakit Gigi Masyarakat Kelurahan Kuranji. Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 2(1), 24-30. http://dx.doi.org/10.17977/um007v1i22017p024
Dananjaya, J. (1991). Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti.
Dewi, N. (2016). Ekokritik dalam Sastra Indonesia: Kajian Sastra yang Memihak. Adabiyyat, 15(1), 9-19. https://doi.org/10.14421/ajbs.2016.15102
Garrard, G. (2004). Ecocriticism. New York: Routledge.
Glotfelty, C. (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. Athens: The University of Georgia Press.
Indrastuti, N. S. K. (2023). Sastra Lisan: Eksistensi, Fungsi, dan Revitalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Irwan, Z. Dl. (2018). Prinsip-prinsip Ekologi, Ekosistem, Lingkungan, dan Pelestariannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Jannah, R. (2023). Etika Lingkungan Sastra Digital Madura serta Pemanfaatannya dalam Pembelajaran. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 353-363. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.11770
Khasanah, V. (2024). Mitos dan Keindahan Alam sebagai Wahana Kesadaran Ekologis dalam Karya Ahmad Tohari. Arif Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal, 4(1), 67-85. https://doi.org/10.21009/Arif.041.04
Khomisah. (2020). Ekokritik dalam Perkembangan Kajian Sastra. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 17 (1), 83-94. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v17i1.6032
Lamusu, S. A. (2020). Kearifan Lokal dalam Sastra Lisan Tuja'i pada Upacara Adat Pinangan Masyarakat Gorontalo. Litera UNY Journal, 19(3), 505-520. https://doi.org/10.21831/ltr.v19i3.32400
Muller, K. (2005). Keragaman Hayati Tanah Papua. Manokwari: Universitas Negeri Papua.
Nurelide. (2020). Ekokritik Sastra Lisan dalam Cerita Rakyat Lae Langkat. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 11(1), 57-68. https://doi.org/10.31503/madah.v11i1.229
Prasista, N. P. P., Luh, P. P., Ni Ketut, W.M. (2025). Kritik Ekologi dalam Cerita Lisan “Sedah Wong” Berbahasa Bali di Desa Adat Kesiman. Humanis Journal of Arts and Humanities, 29(1), 39-48. https://doi.org/10.24843/JH.2025.v29.i01.p04
Sibarani, R. (2024). Kearifan Lokal Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).
Sitepu, L. K., Maria, M. N., Wita, D., & Sri, D. B. G. (2019). Eksplorasi Legenda Selang Pangeran sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia. Jurnal Basataka (JBT), 2(1), 58-66. https://doi.org/10.36277/basataka.v2i1.56
Sukmawan, S., Maulfi, S. R., & Andhy, M. Green Folklore. Malang: UB Press.
Zulfa, A. N. (2021). Teori Ekokritik Sastra: Kajian terhadap Kemunculan Pendekatan Ekologi Sastra yang Dipelopori oleh Cheryll Glotfelty. Lakon: Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 10 (1), 59-63. https://doi.org/10.20473/lakon.v10i1.29774





