Ritual Memberi Makan Buaya Gaib: Makna, Pelaksanaan, dan Peranannya dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Banjar

Authors

  • Nazar Hasby Universitas Palangka Raya
  • Misrita Misrita Universitas Palangkaraya
  • Akhmad Rizkhi Ridhani Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
  • Nurhasanah Nurhasanah Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
  • Arif Rahman Hakim Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.21009/Arif.052.08

Keywords:

budaya Banjar, manyampir buhaya, pelestarian lingkungan, ritual, simbolisme

Abstract

Ritual Manyampir Buhaya, upacara tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, memiliki nilai spiritual dan ekologis yang mendalam. Ritual ini menghormati buaya gaib yang diyakini sebagai penjaga sungai dan pelindung masyarakat. Namun, dalam era globalisasi, banyak ritual tradisional seperti ini terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis makna simbolis serta relevansi sosial dan ekologis ritual tersebut. Dengan pendekatan etnografi, penelitian melibatkan dokumentasi, wawancara mendalam, dan survei online dengan masyarakat Banjar. Temuan menunjukkan bahwa ritual ini bukan hanya penghormatan kepada buaya gaib, tetapi juga mekanisme pelestarian lingkungan yang mengajarkan masyarakat untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Ritual ini mempererat ikatan sosial dan memperkenalkan nilai ekologis untuk generasi mendatang.

References

Barthes, R. (2015). Mythologies [Média Diffusion].

Barthes, R., Lavers, A, & Smith, C. (1967). Elements of semiology. London: Cape.

Basrian, B., Maimanah, M., & Arni, A. (2014). Kepercayaan dan Perilaku Masyarakat Banjar dalam Hubungan Kekerabatan dengan Buaya Jelmaan di Banjarmasin dan Banjarbaru. TASHWIR, 1(2). https://doi.org/10.18592/jt.v1i2.162

Berkes, F. (2017). Sacred ecology. Routledge.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, Inc. https://lccn.loc.gov/2017044644

Daud, A. (1997). Islam dan Masyarakat Banjar: Diskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar [Personal communication].

Djamaluddin, M., Kartimi, K., & Rahtikawati, Y. (2024). Air dalam Perspektif Agama dan Budaya. Journal on Education, 7(2), 8733–8740. https://doi.org/10.31004/joe.v7i2.7750

Geertz, C. (2017). The interpretation of cultures. Basic books.

GS, Didi. (2018). Tradisi Malabuh Persembahan Kepada Buaya Kuning. https://jejakrekam.com/2018/02/26/tradisi-malabuh-persembahan-kepada-buaya-kuning/

Husein. (2023). Sambut Tahun Baru Islam, Warga Desa Limamar ‘Melabuh Jukung.’ Klikkalimantan.Com. https://klikkalimantan.com/sambut-tahun-baru-islam-warga-desa-limamar-melabuh-jukung/

hyayiiiiiiiiii (Director). (2024). Tradisi Banjar: Suasana Adat dan Budaya Kalimantan Selatan [Videorecording]. https://www.google.com/imgres?imgurl=https://www.tiktok.com/api/img/?itemId%3D7404863174207458566%26location%3D0%26aid%3D1988&tbnid=no7Kk8hVLaKw6M&vet=1&imgrefurl=https://www.tiktok.com/discover/tradisi-adat-banjar&docid=CkVWZxMZtLj6gM&w=1080&h=1918&source=sh/x/im/m1/1&kgs=5b57c205ea02bdcb

Leavitt, J. (2014). Words and worlds: Ethnography and theories of translation. HAU: Journal of Ethnographic Theory, 4(2), 193–220. https://doi.org/10.14318/hau4.2.009

M. Idwar Saleh, dkk. (1977, 1978). Adat-Istiadat Daerah Kalimantan Selatan. Banjarmasin. Depdikbud, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah.

Mahmudah, & Putri Hadi, N. Q. (2025). Struktur dan Fungsi Ritual Malabuh pada Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan Kajian Folklor. Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan bahasa dan Sastra, 32(2), 105–123. https://doi.org/10.61132/bima.v3i2.1711

Mursalin, M. (2015). Kepercayaan Buaya Gaib Dalam Perspektif Urang Banjar Batang Banyu Di Sungai Tabalong. Jurnal Socius, 4(2). https://doi.org/10.20527/jurnalsocius.v4i2.3317

Nichols, B. (2024). Introduction to documentary. Indiana University Press.

Nisbett, R. E., & Masuda, T. (2013). Culture and point of view. In Biological and cultural bases of human inference (1st Edition). Psychology Press.

Paracchini, M. L., Zingari, P. C., Blasi, C., & European Commission (Eds.). (2018). Reconnecting natural and cultural capital: Contributions from science and policy. Publications Office. https://doi.org/10.2788/09303

Risku, H, Hirvonen, M, Rogl, R, & Milošević, J. (2022). Ethnographic research (1st Edition). In The Routledge handbook of translation and methodology.

Rizwan Z. (2025). Melestarikan Budaya Leluhur oleh Generasi Muda. Jurnal Kolaboratif Akademika, 2(1). https://doi.org/doi: 10.26811/1e1e1064

Rusma Noortyani, R. M. (2021). Tuturan Ritual Malabuh Pada Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan (Ritual Speech Malabuh In Banjar Community Of South Kalimantan). Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 11(1), 99. https://doi.org/10.20527/jbsp.v11i1.10565

Subiyakto, B. (2005). Totemisme, Mitos Bagaduhan Buhaya pada Masyarakat Banjar. Jurnal Kandil, 9(3).

Sugianoor. (2023). Ritual Malabuh, Bentuk Perseptif Orang Banjar Batang Banyu Terhadap Buaya Gaib. Https://Ragamberita.Id/. https://ragamberita.id/ritual-malabuh-bentuk-perseptif-orang-banjar-batang-banyu-terhadap-buaya-gaib/

Susanto, D. (2022). Manyampir Buhaya, Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya. Https://Mediaindonesia.Com/. https://mediaindonesia.com/nusantara/471629/manyampir-buhaya-tradisi-memberi-makan-siluman-buaya

Umami, M. (2022). Penerapan Pengetahuan Ekologi Indigenous Dalam Pemanfaatan Hewan Sebagai Upaya Konservasi Berkelanjutan Di Masyarakat Cirebon. Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat, 2(1), 37. https://doi.org/10.54314/jpstm.v2i1.890

Yusoff, M. S. B., Arifin, W. N., & Hadie, S. N. H. (2021). ABC of Questionnaire Development and Validation for Survey Research. Education in Medicine Journal, 13(1), 97–108. https://doi.org/10.21315/eimj2021.13.1.10

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Hasby, N., Misrita, M., Ridhani, A. R., Nurhasanah, N., & Hakim, A. R. (2026). Ritual Memberi Makan Buaya Gaib: Makna, Pelaksanaan, dan Peranannya dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Banjar. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 5(2), 298–314. https://doi.org/10.21009/Arif.052.08