Manuskrip Tambun Bungai sebagai Arsip Sastra Tradisional Dayak: Analisis Isi dan Fungsi Sosial Budaya

Authors

  • Dilla Sintia University of Palangka Raya
  • Misrita Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.21009/Arif.052.04

Keywords:

Dayak Ngaju, fungsi, kearifan lokal, manuskrip, Tambun Bungai

Abstract

Penelitian ini mengkaji Manuskrip Tambun Bungai sebagai arsip sastra tradisional Dayak Ngaju dengan fokus pada isi naratif dan fungsi sosial budayanya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis metode filologi dan analisis sastra tradisional, penelitian ini melibatkan transliterasi, terjemahan, dan interpretasi tematik serta simbolik. Hasil kajian menunjukkan bahwa manuskrip ini tidak hanya berisi kisah kepahlawanan tokoh Tambun Bungai, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai adat, struktur sosial, dan kosmologi lokal masyarakat Dayak. Manuskrip ini berfungsi sebagai media edukasi adat, pelestarian nilai moral, serta penguat identitas budaya. Di tengah arus globalisasi, Manuskrip Tambun Bungai memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran karakter berbasis kearifan lokal dan media revitalisasi budaya melalui alih wahana ke bentuk digital dan visual. Kajian ini menegaskan pentingnya pelestarian naskah lokal sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

References

Hendrawati, T. (2018). Digitalisasi Manuskrip Nusantara sebagai Pelestari Intelektual Leluhur Bangsa. Media Pustakawan, 25(4), 21−29.

Jahroni, J. (2016). Islamisasi Pantai Utara Jawa: Menelusuri Penyiaran Islam di Tanah Betawi. Jurnal Lektur Keagamaan, 14(2), 369â−418.

Nurhasanah, E. (2019). Kajian Alih Wahana Cerita Pendek “Dewi Amor” Karya Eka Kurniawanke dalam Naskah Drama Pendekatan Psikologi Sastra. In Seminar Internasional Riksa Bahasa.

Praharwati, D. W., & Romadhon, S. (2017). Ekranisasi sastra: Apresiasi penikmat sastra alih wahana. Buletin Al-Turas, 23(2), 267−285.

Propp, V. (1968). Morphology of the Folktale (2nd ed., trans. Laurence Scott). University of Texas Press.

Pudjiastuti, T. (2019). Naskah-naskah Kuno di Kalimantan Tengah dan Kalimantan selatan: Sebuah tinjauan awal. Manuskripta, 9(1), 187−201.

Rahima, A. (2017). Interpretasi makna simbolik ungkapan tradisional seloko hukum adat Melayu Jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 17(1), 250−267.

Rodin, R. (2020). Konservasi naskah manuskrip sebagai upaya menjaga warisan budaya bangsa di era industri 4.0. Jupiter, 17(1), 20−29.

Rozali, Y. A. (2022, January). Penggunaan analisis konten dan analisis tematik. In Forum Ilmiah (Vol. 19, p. 68).

Sartini, Karta, I. W., Rachmayani, I., & Astini, B. N. (2022). Pembelajaran Menggunakan Sastra Tradisional Untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial-Emosional Anak Kelompok B Di Tk Kreativa. Jurnal Mutiara Pendidikan, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.29303/jmp.v2i1.3534

Sedyaningsih, H. N. (2023). Sastra Lisan dalam Cerita Rakyat Sapta Tirta di Kabupaten Karanganyar (Pendekatan Fungsional). Diwangkara: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, 3(1).

Solikah, A. U., Izzah, A., & Valeria, A. H. (2024). Corak budaya Indonesia dalam bingkai kearifan lokal. Uwais Inspirasi Indonesia.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Dilla Sintia, & Misrita. (2026). Manuskrip Tambun Bungai sebagai Arsip Sastra Tradisional Dayak: Analisis Isi dan Fungsi Sosial Budaya. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 5(2), 227 – 243. https://doi.org/10.21009/Arif.052.04