Mitos Hantu Miyangga di Sungai Cijalu dan Bendungan Selis Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap

Authors

  • Alhasanah Zahro Universitas Gadjah Mada
  • Dyan Rizal Anugrah Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.21009/Arif.052.07

Keywords:

ekokritik, hantu miyangga, mitos, sastra lisan

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mitos hantu miyangga sebagai bentuk folklor. Selain itu, penelitian ini mengeksplor fungsi, nilai-nilai, dan bentuk kritik ekologi yang terkandung dalam mitos hantu miyangga di Kecamatan Majenang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutik. Lokasi penelitian adalah Sungai Cijalu dan Bendungan Selis di Dusun Lampeng, Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap warga setempat dan informan yang dituakan oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mitos hantu miyangga berfungsi sebagai larangan dan peringatan. Kemudian, mitos hantu miyangga tersebut diciptakan sebagai cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam. Mengingat, Sungai Cijalu sendiri merupakan sumber air yang menghidupi dua kecamatan yaitu kecamatan Majenang dan Cimanggu. Selain itu, terdapat pula entitas hewan asli khas Sungai Cijalu yang perlu dilestarikan.

References

Danandjaja, J. (1984). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti Pers.

Garrard, G. (2004). Ecocriticism. New York: Routledge.

Hernawati, R. T., Nuryanto, A., & Indarmawan. (2013). Kajian tentang Kekayaan dan Hubungan Kekerabatan Crustacea (Decapoda) di Sungai Cijalu Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 13(1), 39–48.

Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang Terlupakan. Surabaya: Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia.

Iskandarsyah, M. (2012). Hantu Merah: Melihat Konstruksi Budaya dan Telaah Fungsi dalam Memaknai Cerita Legenda Alam Gaib Kampus UI. Universitas Indonesia.

Kamalia, A. (2023). Mitos Kerajaan Jin di Alas Purwo Kecamatan Tegaldimo Kabupaten Banyuwangi. Universitas Jember.

Maftukhan, M., & Riyanto, E. D. (2022). Nilai Budaya Folklor Hantu di Era Digital Studi Kasus Channel Youtube Rizky Riplay. Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 36–45.

Nastiti, H. A., Taufiq, A., & Siswanto. (2023). Cerita Hantu di Desa Pancer Kabupaten Banyuwangi: Kajian Ghostlore. Cermin: Jurnal Penelitian, 7(1), 146–158.

Nuryanto, A. (2012). Diversitas Ikan di Sungai Cijalu: Upaya Menuju Laboratorium Taksonomi Hewan Sebagai Pusat Informasi Keragaman Ikan Air Tawar Banyumas. Purwokerto.

Rinawati, & Puspitasari, I. (2022). Fungsi Mitos “Sedekah Bumi” Teori William R. Bascom. Jurnal Bastra, 7(3), 472–480.

Saharo, S., Afifa, I. H., Alfianata, M. G., & Asro, M. (2021). Kajian Potensi Sungai Cijalu sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro dan Ekowisata di Desa Jenang. 184–199. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Widayat, A., & Wulan, S. H. (2016). Jagading Lelembut: Cermin Sikap Hidup Jawa Menyatu dengan Lingkungan. Yogyakarta: Interlude.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Zahro, A., & Dyan Rizal Anugrah. (2026). Mitos Hantu Miyangga di Sungai Cijalu dan Bendungan Selis Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 5(2), 281–297. https://doi.org/10.21009/Arif.052.07