Makna dan Nilai Luhur Ritual Keagamaan Buka Luwur Makam Mbah Kyai Daren
DOI:
https://doi.org/10.21009/Arif.052.03Keywords:
ritual Buka Luwur, makna simbolik, nilai luhur, kearifan lokalAbstract
Makalah ini berfokus pada analisis proses ritual Buka Luwur makam Mbah Kyai Daren untuk mengungkap makna dan nilai luhur yang terkandung dalam ritual Buka Luwur, baik dari aspek religius, sosial, maupun kultural. Buka luwur merupakan salah satu ritual keagamaan yang turun menurun dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk ekspresi budaya dan spiritual masyarakat yang mengandung makna simbolik serta nilai-nilai luhur masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, yang memandang ritual sebagai teks budaya penuh makna. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama, juru kunci makam, dan masyarakat sekitar, serta dokumentasi kegiatan ritual. Dari hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa ritual Buka Luwur dimaknai baik sebagai tradisi keagamaan maupun sebagai media internalisasi nilai-nilai luhur seperti penghormatan kepada leluhur, bentuk rasa syukur, keteladanan spiritual, serta pelestarian kearifan lokal. Ritual ini dipandang sebagai sarana peninggalan nilai-nilai religius dan moral kepada gerenasi muda.
References
Adisubroto, D. (1993). Nilai : Sifat dan Fungsinya. Buletin Psikologi, 1 (2), 28-33. https://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/view/13163/9427
Abdullah, A.F.A. (2018). Ritual Agama Islam di Indonesia dalam Bingkai Budaya. Dalam Seminar Nasional Islam Moderat (hlm. 2). UNWAHA Jombang.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Damami, M. (2001). Makna Agama dalam Masyarakat Jawa. Yogyakarta: Lesfi
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.
Geerzt, C. (1986). Mojokuto: Dinamika Sosial Sebuah Kota di Jawa. Jakarta: Graffiti Pres.
Geerzt, C. (1989). Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.
Herusatoto, B. (2005). Simbolisme dalam Budaya Jawa.Yogyakarta : Hanindita.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Magfiroh, A. (2024). Tradisi Upacara Buka Luwur Makam Sunan Kudus dalam Perspektif Nilai Max Scheler. Jurnal Paradigma, 5(1), 54. http://dx.doi.org/10.22146/jpmmpi.v5i1.91935
Magnis, F. S. (2001). Etika Jawa Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia.
Mahdayeni, Alhaddad, M.R., & Saleh, A.S. (2019). Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan, Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan). TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 155. https://doi.org/10.30603/tjmpi.v7i2.1125
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nabila, E. & Busro, B. (2023). Ritual Keagamaan: Analisis Bibliometrik pada Database Dimensions. Dalam Gunung Djati Conference Series (hlm. 317). Gunung Djati Conference Series.
Parlin. (2000). Ritual Grebek Demak (Suatu Media Anyaman Makna ). Tesis.
(Tidak diterbitkan). Surakarta : Program Magister Studi Islam FAI UMS.
Pratiwi, M. (2006). Pengertian Agama. Jurnal Academia 4–9(3–5): 1–6.
Spradley, J. P. (1980). Participant observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumarto. (2018). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya “Aspek Sistem Religi, Bahasa, Pengetahuan, Sosial, Keseninan dan Teknologi”. Jurnal Literasiogi, 1(2), 145. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49
Thohir, M. (2007). Memahami Kebudayaan Teori, Metodologi, dan Aplikasi. Semarang: Fasindo.
Thohir, M. (2011). Sosiologi Masyarakat Pedesaan Masyarakat Jawa Pesisiran. Dunduh dari https://www.Academia.Edu/9416580/Sosiologi_Pedesaan_Masyarakat_Jawa_Pesisiran pada 10 Januari 2025.





