Mitos dan Kepercayaan Masyarakat Lokal di Waduk Gondang sebagai Wujud Kearifan Lokal

Authors

  • Awalinda Ni'maturrochmah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • M. Shoim Anwar

DOI:

https://doi.org/10.21009/Arif.061.07

Keywords:

kearifan lokal, kepercayaan, masyarakat, mitos, Waduk Gondang

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keberadaan mitos dan kepercayaan lokal yang berkembang di masyarakat sekitar Waduk Gondang sebagai bagian dari kearifan lokal yang masih dipertahankan hingga saat ini. Mitos tidak hanya hadir sebagai cerita turun-temurun, tetapi juga berperan dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos yang berkembang di Waduk Gondang mencakup kawasan asal-usul, kepercayaan terhadap makhluk gaib, berbagai pantangan, serta peristiwa-peristiwa yang dimaknai sebagai bagian dari pengalaman budaya masyarakat. Meskipun sebagian besar masyarakat mulai memandang mitos secara lebih rasional, keberadaannya tetap lestari karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal, seperti kehati-hatian, penghormatan terhadap lingkungan, kesopanan, dan pelestarian identitas budaya.

References

Alexandra, A., & Budianto, P. (2024). Comparison of Cultural Values in the Myths of Mount Semeru and Mount Kunlun. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 20(1), 35–45.

Anggrani, A., & Karsiwan. (2024). Ruwat Dandang: Antara Mitos dan Tradisi di Desa Bumirejo Kabupaten Lampung Tengah. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 19(1), 23–36.

Bascom, W. R. (1965). The Forms of Folklore: Prose Narratives. The Journal of American Folklore, 78(307), 3–20.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Eliade, M. (1963). The Sacred and the Profane: The Nature of Religion. New York: Harcourt, Brace & World.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Halbwachs, M. (1992). On Collective Memory. Chicago: The University of Chicago Press.

Hutomo, S.S. (1991). Mutiara yang terlupakan: Pengantar studi sastra lisan. Surabaya:

HISKI Jawa Timur.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Patty, E. N. S., Marlina, M., Iriyani, S. A., Syahrian, E., Isnain, M. F., & Rania, S. (2024). Eksplorasi Mitos melalui Pendidikan: Perspektif Budaya dan Pembelajaran. J-KIP: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 5(2), 95–105.

Risa, B., Sabaruddin, & Amiruddin. (2023). Analisis Kepercayaan Pamali pada Tindakan Sosial Masyarakat Bugis di Desa Sampano. Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 8(2), 85–97.

Sawita, N., Nazurty, & Sulistiyo, U. (2024). A Systematic Review of Cultural Values in Indonesian Folklore: Preserving Local Wisdom through Educational Integration. PPSDP International Journal of Education, 3(1), 10–22.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Ni’maturrochmah, A., & Anwar, M. S. (2026). Mitos dan Kepercayaan Masyarakat Lokal di Waduk Gondang sebagai Wujud Kearifan Lokal. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 6(1), 112–131. https://doi.org/10.21009/Arif.061.07