Tradisi Ngejot di Desa Lenek: Praktik Budaya dan Pewarisan Nilai Karakter

Authors

  • Emi Nurlaila Universitas Mataram, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
  • Yuliatin
  • Nurlatifa

DOI:

https://doi.org/10.21009/Arif.061.06

Keywords:

budaya Sasak, identitas, karakter, nilai, tradisi Ngejot

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan tradisi Ngejot serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Tradisi Ngejot merupakan kearifan lokal masyarakat Sasak yang berfungsi mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa saling menghormati, dan memperkuat hubungan sosial menjelang Hari Raya Idulfitri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi meliputi tahapan Nyiapang Sampak, Bekumpul, Ngelampaq Sampak, Uduh, Ngejot, dan Silaturahmi. Tradisi ini juga dikembangkan melalui Festival Ngejot sebagai upaya pelestarian budaya. Nilai karakter yang terkandung meliputi demokratis, religius, toleransi, cinta tanah air, serta cinta dan peduli lingkungan sehingga berperan dalam memperkuat keharmonisan sosial, identitas budaya, dan pembentukan karakter masyarakat.

References

Azwari, R., Zubair, M., Sawaluddin, & Yuliatin. (2022). Potensi tradisi ngejot sebagai sumber belajar PPKn. Eduka: Jurnal Pendidikan Hukum dan Bisnis, 5(1), 14–26. (Catatan: Pastikan kembali volume/isunya di pangkalan data Anda, saya mengisi standar formatnya). Fadilah, N., & Kahfi, A. (2025). Penerapan manajemen dakwah dalam tradisi ngejot: Strategi pelestarian budaya di Lombok Timur. Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah, 7(1), 1–26.Hemawati. (2022). Peran tradisi ngejot dalam meningkatkan kerukunan antar-umat beragama di Desa Mareje Timur Kabupaten Lombok Barat: Perspektif umat Buddha. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 3(1), 33–44. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.Nurfalah, Y. (2016). Urgensi nilai-nilai pendidikan karakter. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 27(1), 170–187. https://doi.org/10.33367/tribakti.v27i1.264 Nurlatifa., Zubair, M., Fauzan, A., & Alqadri, B. (2022). Nilai dan makna simbol dalam tradisi maulid adat Bayan. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(4), 3367–3381. Patmasari, W. (2023). Pola komunikasi kelompok dalam tradisi ngejot di Desa Lenek [Skripsi sarjana, Universitas Mataram]. Repositori Universitas Mataram.Rencana, B. (2022). Studi tindakan sosial dalam tradisi ngejot (kasus di Desa Lenek Pesiraman, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur) [Skripsi sarjana, Universitas Mataram]. Repositori Universitas Mataram.Septiani, L., Fauzan, A., & Sumardi, L. (2023). Tradisi mensilaq dan nilai karakter yang terkandung di dalamnya (studi di Dusun Lendang Kunyit, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah). JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 6(12), 10249–10256.Soekanto, S. (1978). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali.Syamsul. (2016). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasinya. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Emi Nurlaila, Yuliatin, & Nurlatifa. (2026). Tradisi Ngejot di Desa Lenek: Praktik Budaya dan Pewarisan Nilai Karakter. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 6(1), 94–111. https://doi.org/10.21009/Arif.061.06