Interseksi Modal Sosial dan Kurikulum Multilingual dalam Mendukung Adaptabilitas Siswa Terhadap Tuntutan Industri Modern
Studi Kasus: SMAS BPK Penabur Sukabumi
Keywords:
Modal Sosial, Kurikulum Multilingual, Tuntutan Industri ModernAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modal sosial dalam implementasi kurikulum multilingual untuk meningkatkan adaptabilitas siswa terhadap tuntutan industri modern. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas kepala sekolah, manajemen kurikulum akademik dan non-akademik, siswa, serta alumni SMAS BPK PENABUR Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan elemen modal sosial berkontribusi pada efektivitas pelaksanaan kurikulum multilingual, baik melalui pembelajaran akademik, non-akademik, dan program kolaboratif. Interseksi antara modal sosial dan kurikulum multilingual terbukti membentuk kemampuan adaptif siswa secara akademik, sosial, dan kultural dalam merespons kebutuhan industri global. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara modal sosial dan kurikulum multilingual dalam konteks pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Atas, yang selama ini cenderung dikaji secara terpisah. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian sosiologi pendidikan dengan menunjukkan bahwa modal sosial tidak hanya berfungsi sebagai sumber daya relasional, tetapi juga sebagai mekanisme institusional yang memperkuat relevansi kurikulum terhadap dinamika industri modern.


