Keadaban Penumpang dan Governmentality pada Bangku Prioritas KRL Rute Bogor-Manggarai
Keywords:
Keadaban Penumpang, Transportasi Publik, Governmentality, Bangku Prioritas, PerkotaanAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik keadaban penumpang melalui mekanisme governmentality dalam penggunaan bangku prioritas pada KRL rute Bogor–Manggarai, dengan menempatkannya dalam kajian sosiologi perkotaan. Fokus penelitian diarahkan pada peran aturan formal, norma sosial, dan praktik pengawasan di ruang publik dalam membentuk perilaku penumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan sembilan informan yang terdiri atas delapan penumpang KRL dan satu pengamat kereta sebagai triangulasi. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan, yakni dari September hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaban penumpang terbentuk melalui kombinasi regulasi formal dan norma sosial, yaitu simbol visual dan pengumuman berfungsi sebagai teknologi governmentality yang mendorong kontrol diri, sementara teguran antarpenumpang berperan sebagai pengawasan horizontal. Temuan ini sejalan dengan pandangan Richard Sennett bahwa keadaban di ruang publik lahir dari kemampuan individu menahan kepentingan pribadi melalui internalisasi norma dalam interaksi sehari-hari.


