Adaptasi Model Pembelajaran Melalui Penguatan Modal Budaya dan Modal Sosial pada Komunitas Belajar di SMA Negeri 1 Cibinong, Bogor
DOI:
https://doi.org/10.21009/bimala.v3i2.69931Keywords:
Strategi Adaptasi, Kurikulum Merdeka, Habitus, Modal Sosial-BudayaAbstract
Perubahan Kurikulum Merdeka menuntut guru menyesuaikan praktik pembelajaran yang telah
terbentuk dengan orientasi dan tuntutan pembelajaran yang baru. Penelitian ini bertujuan
menganalisis proses adaptasi model pembelajaran guru serta mengidentifikasi peran komunitas
belajar dalam menghadapi perubahan kurikulum. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus terhadap tujuh informan, terdiri atas satu wakil kepala
sekolah bidang kurikulum dan enam guru lintas mata pelajaran di SMA Negeri 1 Cibinong,
Kabupaten Bogor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori habitus Pierre Bourdieu. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perubahan kurikulum mendorong guru menyesuaikan praktik
pembelajaran yang sebelumnya terbentuk melalui pengalaman dengan tuntutan Kurikulum
Merdeka, terutama melalui pergeseran model pembelajaran dari teacher centered menuju
student centered, penyesuaian perangkat dan materi pembelajaran, serta penguatan kompetensi. Proses adaptasi tersebut didukung oleh modal budaya berupa pengalaman
mengajar, pelatihan, dan sertifikasi yang menjadi sumber daya profesional guru dalam
memahami dan menavigasi tuntutan baru. Di sisi lain, diskusi antarguru serta peran KOMBEL
dan MGMP menjadi modal sosial yang menyediakan akses terhadap informasi, pengalaman,
dan dukungan profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi guru terhadap perubahan
kurikulum tidak hanya berlangsung pada tingkat individu, tetapi juga melalui pemanfaatan
sumber daya sosial dan budaya dalam arena pendidikan.


