Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan Pizza Hut Pinang Ranti
DOI:
https://doi.org/10.21009/bimala.v3i2.70371Keywords:
Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, Restoran Siap Saji, Sumber Daya ManusiaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan restoran siap saji yang semakin pesat di Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi dan modernisasi.
Keberhasilan restoran siap
saji tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan kecepatan layanan, tetapi juga oleh kualitas
sumber daya manusia, khususnya kepuasan kerja karyawan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepuasan kerja adalah budaya organisasi yang diterapkan perusahaan.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh budaya
organisasi terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan Pizza Hut Pinang Ranti secara kuantitatif
dan (2) mengidentifikasi dimensi kepuasan kerja yang paling menentukan serta memaknai pola
respons karyawan terhadap kondisi kerja yang dirasakan melalui kerangka EVLN yaitu Exit
(keluar) - Voice (bersuara) - Loyalty (komitmen) - Neglect (pengabaian), secara kuantitatif, dan (2) mengidentifikasi dimensi kepuasan kerja yang paling menentukan serta memaknai pola
respons karyawan terhadap kondisi kerja yang dirasakan melalui kerangka EVLN. Secara lebih luas, isu kepuasan kerja karyawan pada sektor restoran siap saji tidak dapat dilepaskan dari persoalan ketenagakerjaan yang lebih besar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Pizza Hut Pinang Ranti sebanyak 40 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Numerical Rating Scale (NRS) yang disusun berdasarkan teori dari Stephen P. Robbins. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 1,158 yang bernilai positif, sehingga menunjukkan hubungan searah antara budaya organisasi dan kepuasan kerja. Uji hitung menghasilkan nilai
5,791 yang lebih besar dari t tabel (2,024), sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya
organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Nilai koefisien
determinasi sebesar 0,469 menunjukkan bahwa budaya organisasi mampu menjelaskan sebesar 46,9% variasi kepuasan kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan analisis sosiologis, budaya organisasi di Pizza Hut Pinang Ranti nilai kepuasan kerja terendah berada pada dimensi promosi. Namun, secara keseluruhan masih berada pada tahap yang relatif stabil, di mana ketidakpuasan belum berkembang menjadi respons destruktif, tetapi tetap memerlukan perhatian manajemen agar tidak berkembang menjadi keluar atau
pengabaian dalam jangka panjang.


