Konstruksi Sosial Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi Melalui Program Beasiswa 1 Rumah Dhuafa 1 Sarjana
DOI:
https://doi.org/10.21009/bimala.v3i2.70438Keywords:
Konstruksi Realitas Sosial, Pendidikan Tinggi, Keluarga PrasejahteraAbstract
Pendidikan tinggi berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan daya saing
individu, namun partisipasi masyarakat Indonesia masih rendah karena kemiskinan yang
membatasi akses ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui implementasi Program Beasiswa 1 Rumah Dhuafa 1 Sarjana dan menganalisis
teori konstruksi realitas sosial menurut Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data
melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan terjadi pergeseran realitas subjektif pada diri anak keluarga prasejahtera. Pada
proses eksternalisasi, program beasiswa muncul sebagai gagasan awal sebagai bentuk
ekspresi sosial. Dalam proses objektivasi, gagasan awal tersebut diwujudkan menjadi
realitas yang dianggap wajar melalui pelembagaan dan legitimasi. Sementara pada proses
internalisasi, anak keluarga prasejahtera menyerap realitas tersebut sehingga mengalami
transformasi nilai dan makna. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar pemilihan


