Produksi Ruang dalam Transportasi Publik
Studi Kasus Ruang Khusus Wanita di Transjakarta
DOI:
https://doi.org/10.21009/bimala.v3i2.71354Keywords:
Ruang Khusus Wanita, Transjakarta, Relasi Gender, Relasi Kuasa, Produksi RuangAbstract
Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana ruang khusus wanita diproduksi sebagai ruang
sosial serta bagaimana relasi kuasa dan relasi gender terbentuk dalam praktik penggunaannya.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di
Halte Transjakarta Kampung Melayu pada Januari–April 2026. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sebelas informan serta diperkuat
melalui triangulasi dengan Koordinator Lapangan Wilayah Jakarta Timur II. Analisis
dilakukan menggunakan Teori Produksi Ruang Henri Lefebvre yang memandang ruang
sebagai hasil interaksi antara kebijakan, praktik penggunaan, dan pengalaman pengguna. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ruang khusus wanita tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan
institusi, tetapi juga diproduksi melalui praktik penggunaan ruang sehari-hari yang melibatkan
institusi, petugas, dan penumpang. Dalam perspektif Henri Lefebvre, ruang khusus wanita
merupakan ruang sosial yang diproduksi melalui kebijakan, praktik penggunaan, dan
pengalaman pengguna, sehingga tidak hanya membentuk konstruksi rasa aman, tetapi juga
mereproduksi sekaligus menjadi arena negosiasi relasi gender dalam penggunaan transportasi
publik.


