Analisis Pemberdayaan Sosial Jim Ife pada Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)

Pelatihan Vokasional bagi Penyandang Disabilitas di Sentra Mulya Jaya Jakarta

Authors

  • Nawanisyah Maura Laudya Hapsari Universitas Negeri Jakarta
  • Atik Kurniawati Universitas Negeri Jakarta
  • Evy Clara Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.21009/bimala.v3i2.71489

Keywords:

Pemberdayaan Sosial, Teori Jim Ife, Disabilitas, Pelatihan Vokasional

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi hambatan struktural dalam mengakses pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial sehingga diperlukan pergeseran dari pendekatan bantuan sosial yang bersifat karitatif menuju rehabilitasi sosial yang berorientasi pada pemberdayaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi
Program ATENSI pelatihan vokasional di Sentra Mulya Jaya Jakarta melalui teori pemberdayaan sosial Jim Ife. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan tiga belas informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling,
dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dokumentasi, dan studi pustaka, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik yang
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan Program ATENSI berlangsung melalui enam tahap yang saling berkesinambungan, yaitu akses dan sosialisasi, asesmen kebutuhan, perencanaan program, implementasi multidimensional, monitoring dan evaluasi, hingga terminasi, serta secara konsisten meningkatkan kapasitas individu. Program ini paling kuat beroperasi melalui strategi perencanaan dan kebijakan serta pendidikan dan penumbuhan kesadaran, sementara strategi aksi sosial dan politik serta pengurangan ketimpangan struktural baru tercapai sebagian dan sangat bergantung pada faktor eksternal seperti kuota kerja 1% dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan pemberdayaan berbasis keluarga, pelatihan bahasa isyarat yang lebih terstruktur bagi tenaga pendamping, serta peninjauan kembali kebijakan desil agar lebih responsif terhadap realitas sosial-ekonomi penyandang disabilitas.

Published

2026-09-26