Parental Migrant Worker: Implikasi pada Dinamika Anak Pekerja Migran Indonesia
Keywords:
Anak Pekerja Migran Indonesia, Pekerja Migran Orang Tua, MigrasiAbstract
This study examines the impact experienced by children of Indonesian migrant workers (APMI) due to the phenomenon of Parental Migrant Workers or parents who migrate to other countries to work. These implications are specifically related to parenting which then has an impact on the formation of character, religiosity, and financial literacy of children left behind by migration. This study was conducted using a qualitative descriptive method. Data were obtained through in-depth interviews with five APMI selected using the purposive sampling method. The research findings show that the physical and emotional absence of parents creates distance in family relationships, dependence on alternative caregivers such as grandmothers or fathers, and a lack of structured character and religious development. Moral and religious values are generally obtained through behavioral examples, not through systematic verbal communication. On the other hand, the lack of financial literacy education results in APMI having difficulty in managing personal finances and being vulnerable to consumptive behavior. This condition is exacerbated by the low level of direct emotional interaction between children and parents, which has the potential to cause psychosocial problems and weak independence of children in facing life's challenges. These findings emphasize the need for strengthening character education, religiosity, and financial literacy in a structured manner from an early age for children of migrant workers. In addition, active support from family and the environment is very necessary to build the independence of the younger generation left behind by parents who migrate.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji dampak yang dialami anak-anak pekerja migran Indonesia (APMI) akibat fenomena Parental Migrant Worker atau orang tua yang bermigrasi ke negara lain untuk bekerja. Implikasi tersebut secara spesifik berkaitan dengan pengasuhan yang kemudian berdampak pada pembentukan karakter, religiusitas, dan literasi keuangan anak yang ditinggal bermigrasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara secara mendalam terhadap lima APMI yang dipilih dengan metode purposive sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran orang tua secara fisik dan emosional menimbulkan jarak dalam hubungan keluarga, ketergantungan pada pengasuh alternatif seperti nenek atau ayah,
serta kurangnya pembinaan karakter dan agama secara terstruktur. Nilai-nilai moral dan agama umumnya diperoleh melalui keteladanan perilaku, bukan melalui komunikasi verbal yang sistematis. Di samping itu, minimnya pemberian pendidikan literasi keuangan mengakibatkan APMI kesulitan dalam mengelola keuangan pribadi dan rentan terhadap perilaku konsumtif. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya interaksi emosional secara langsung antara anak dan orang tua, yang berpotensi menyebabkan masalah psikososial dan lemahnya kemandirian anak dalam menghadapi tantangan hidup. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan pendidikan karakter, religiusitas, dan literasi keuangan secara terstruktur sejak dini bagi anak pekerja migran. Selain itu,dukungan aktif dari keluarga dan lingkungan sangat diperlukan untuk membangun kemandirian generasi muda yang ditinggalkan oleh orang tua yang bermigrasi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Proceeding CASTLE KPM UNJ

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


