Produktivitas dan Pertumbuhan Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra) Varietas Nemo pada Variasi Jarak Tanam Sistem Hidroponik NFT
Indonesia
Keywords:
Brassica Oleracea Var. Alboglabra, Kailan, Hyrdroponic System, Plant Spacing, ProductivityAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produktivitas kailan (Brassica oleracea var. alboglabra) varietas Nemo pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Perlakuan jarak tanam terdiri atas 10 cm (D1), 20 cm (D2), dan kontrol (G%), dengan pengamatan pada parameter pertumbuhan vegetatif dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, dan bobot segar, sedangkan jumlah daun, panjang ruas, jumlah ruas, dan panjang akar tidak berbeda nyata antarperlakuan. Jarak tanam rapat (10 cm) menghasilkan vigor lebih baik, luas daun lebih besar pada fase awal, serta kecenderungan bobot segar lebih tinggi per satuan luas dibandingkan perlakuan lain. Analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa luas daun (r = 0,88) dan jumlah daun (r = 0,79) memiliki hubungan sangat kuat dengan bobot segar, sehingga dapat dijadikan indikator utama produktivitas. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan jarak tanam rapat pada sistem NFT lebih efisien dalam memanfaatkan ruang terbatas tanpa menurunkan hasil, serta relevan untuk mendukung pengembangan pertanian perkotaan berkelanjutan.
Abstrak
Penelitian ini bertujuanmengevaluasi pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produktivitas kailan (Brassica oleracea var. alboglabra) varietas Nemo pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Perlakuan jarak tanam terdiri atas 10 cm (D1), 20 cm (D2), dan kontrol (G%), dengan pengamatan pada parameter pertumbuhan vegetatif dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, dan bobot segar, sedangkan jumlah daun, panjang ruas, jumlah ruas, dan panjang akar tidak berbeda nyata antarperlakuan. Jarak tanam rapat (10 cm) menghasilkan vigor lebih baik, luas daun lebih besar pada fase awal, serta kecenderungan bobot segar lebih tinggi per satuan luas dibandingkan perlakuan lain. Analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa luas daun (r = 0,88) dan jumlah daun (r = 0,79) memiliki hubungan sangat kuat dengan bobot segar, sehingga dapat dijadikan indikator utama produktivitas. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan jarak tanam rapat pada sistem NFT lebih efisien dalam memanfaatkan ruang terbatas tanpa menurunkan hasil, serta relevan untuk mendukung pengembangan pertanian perkotaan berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Proceeding CASTLE KPM UNJ

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


