Efforts to Utilize Banana Peel (Musa paradisiaca L) for Making Anti-Dandruff Shampoo Formulations

Authors

  • Nabilah Khorunnisa Universitas Negeri Jakarta
  • Nadira Alya Rachman Universitas Negeri Jakarta
  • Nida Eka Safitri Universitas Negeri Jakarta

Keywords:

Banana Peel, Organic Waste, Anti-Dandruff Shampoo

Abstract

Banana peel is an organic waste that is often overlooked, even though it contains beneficial compounds such as potassium and flavonoids that have the potential to act as active antidandruff agents. If not properly utilized, this waste can pollute the environment. This research aims to utilize banana peel extract (Musa paradisiaca L.) as the main ingredient in the formulation of a natural and environmentally friendly anti-dandruff shampoo. The method used was a laboratory experiment involving three variations of banana peel extract concentrations: F1 (10%), F2 (20%), and F3 (30%). Each formulation was evaluated through pH test, homogeneity, foam height, viscosity, and antibacterial activity against dandruff causing fungi. The results showed that all formulations met the Indonesian National Standard (SNI), but F3 was the most optimal formulation, with a pH of 5.5 matching the natural pH of the scalp, the highest viscosity of 589 cPs, stable foam formation, and the largest antibacterial inhibition zone of 18 mm (strong category). Based on these results, it can be concluded that banana peel has high potential as an active ingredient in natural anti-dandruff shampoo production, which is not only effective in reducing dandruff but also contributes to reducing organic waste in a sustainable and eco-friendly way.


Abstrak

Kulit pisang merupakan limbah organik yang sering diabaikan, padahal mengandung senyawa bermanfaat seperti kalium dan flavonoid yang berpotensi sebagai bahan aktif anti ketombe. Limbah ini jika tidak dimanfaatkan dengan baik dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit pisang (Musa paradisiaca L.) sebagai bahan dasar dalam formulasi sampo anti ketombe berbahan alami dan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak kulit pisang, yaitu F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Evaluasi terhadap masing- masing formulasi dilakukan melalui uji pH, homogenitas, tinggi busa, viskositas, dan uji aktivitas anti bakteri terhadap jamur penyebab ketombe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formulasi memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI, namun formulasi F3 menunjukkan hasil paling optimal, yaitu pH 5,5 yang sesuai dengan pH kulit kepala normal, viskositas tertinggi sebesar 589 cPs, busa stabil, serta zona hambat antibakteri sebesar 18 mm yang masuk kategori kuat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kulit pisang memiliki potensi tinggi sebagai bahan aktif dalam pembuatan sampo anti ketombe alami yang tidak hanya efektif dalam mengatasi ketombe, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah organik.

Downloads

Published

2025-12-19