Differentiated Learning in Inclusive Education in Secondary School Mathematics

Authors

  • Ghaitsa Qurrata Aini Aini Universitas Negeri Jakarta
  • Dinda Riani Putri Universitas Negeri Jakarta
  • Sayyidina Pambayun Universitas Negeri Jakarta

Keywords:

Math Educaation, Differentiaited Instruction, Inclusive Education

Abstract

Inclusive education refers to the provision of learning for children and adolescents with disabilities together with their non-disabled peers in a single classroom in a general education environment. In its implementation, one of the biggest challenges in inclusive education lies in the abstract nature of mathematics learning. When instruction is uniform and does not consider the diversity of needs, difficulties in understanding mathematical concepts become more significant (Tomlinson, 2014). The purpose of this study is to examine how differentiated instruction is applied in inclusive education in mathematics and to identify the various difficulties encountered in its implementation. The method used in this study is a literature review. A literature review is the process of searching for written sources, such as books, archives, magazines, journals, and other documents related to the issues being studied (Sukaesih and Winoto, 2021). One strategyin differentiated learning is toform learning groups based on relativelysimilar abilitylevels. Teachers can use evaluation results to identify balanced learning groups (Ningsih & Yurnalis, 2022). Teachers can utilize concrete aids such as math blocks, tangrams, or other manipulatives to explain abstract concepts more concretely. This approach is particularly effective at the elementary level, but its principlesremain relevant in providing concrete and visual learning experiences for all students (Gurita Aedi, 2020). There are factors that contribute to the difficulty of learning mathematics for children with special needs in inclusive classrooms. For example, children with mild to moderate autism require continuous repetition of material to understand it.

 

Abstrak
Pendidikan inklusif mengacu pada penyelenggaraan pembelajaran bagi anak-anak dan remaja penyandang disabilitas bersama dengan rekan-rekan mereka yang non-disabilitas dalam satu ruang kelas di lingkungan pendidikan umum. Dalam penerapannya, salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan inklusif terdapat pada proses pembelajaran Matematika yang bersifat abstrak. Ketika pembelajaran yang diterapkan bersifat seragam dan tidak mempertimbangkan keragaman kebutuhan, maka kesulitan dalam memahami konsep matematika akan semakin besar (Tomlinson, 2014). Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan inklusi pada mata pelajaran matematika dan mengidentifikasi berbagai kesulitan yang dihadapi dalam proses implementasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Studi literatur adalah
kegiatan mencari sumber-sumber tertulis, baik berasal dari buku, arsip, majalah, jurnal, dan dokumen lain yang berkaitan dengan permasalahan dari topik yang dikaji (Sukaesih dan Winoto, 2021). Salah satu strategi dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah membentuk kelompok belajar berdasarkan tingkat kemampuan yang relatif serupa. Guru dapat menggunakan hasil evaluasi untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok belajar yang seimbang (Ningsih & Yurnalis, 2022). Guru dapat memanfaatkan alat bantu konkret seperti blok matematika, tangram, atau benda manipulatif lainnya untuk menjelaskan konsep abstrak secara lebih nyata. Pendekatan ini efektif khususnya di jenjang
dasar, namun prinsipnya tetap relevan dalam memberikan pengalaman belajar konkret dan visual bagi semua siswa (Gurita Aedi, 2020). Terdapat faktor –faktor yang membuat kesulitan belajar matematika anak berkebutahan khusus di kelas inklusi. Seperti misalnya pada anak autis rendah dan sedang, mereka membutuhkan pengulangan pemahaman materi secara terus menerus.

Downloads

Published

2025-12-19