Analisis Kandungan Boraks dan Tingkat Keasaman pada Tahu Putih Menggunakan Kunyit (Curcuma longa Linn) sebagai Indikator Alami
Keywords:
Boraks, Kunyit, Tahu Putih, Tingkat KeasamaanAbstract
Boraks merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3) karena dapat menimbulkan efek racun. Hal ini dikarenakan apabila boraks masuk dalam tubuh manusia secara terus-menerus akan menyebabkan gejala keracunan akut, seperti rasa mual, muntah-muntah, iritasi lambung, sakit kepala, dan bercak-bercak pada kulit. Salah satu makanan yang kerap kali menggunakan boraks sebagai pengawet yaitu tahu. Dengan demikian diperlukan uji analisis boraks untuk mengetahui kandungan boraks. Analisis boraks dapat dilakukan dengan menggunakan indikator alami, yaitu kunyit. Indikator kunyit dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan boraks pada makanan secara kualitatif, di mana makanan yang mengandung boraks akan menimbulkan perubahan warna menjadi oranye kemerahan jika ditetesi ekstrak kunyit. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi atau pengamatan. Data penelitian ini dianalisis secara kualitatif pada analisis kandungan boraks dan kuantitatif deskriptif pada analisis tingkat keasaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tahu putih yang berasal dari beberapa wilayah provinsi DKI Jakarta mengandung boraks. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji data secara kualitatif (perubahan warna), dan kuantitatif (secara tingkat pH) tahu putih yang terdistribusi di beberapa wilayah Jakarta terindikasi mengandung boraks, dibuktikan dengan berubahnya warna pada sampel menjadi jingga kecokelatan. Seluruh sampel memiliki pH asam lemah yang kemungkinan disebabkan sedikitnya kandungan boraks dan bahan lain yang ditambahkan pada tiap-tiap sampel.
References
Aini, N., Qomariyatul. (2019). Analisis zat pewarna metanil yellow pada tahu kuning yang dijual di pasar wilayah Kabupaten Pamekasan. Surabaya: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Almayda, A., Kafila. (2022). Identifikasi kandungan boraks pada bakso dengan metode kunyit dan dampak negatif terhadap kesehatan organ hati. El Hajar: Antologi Kajian Keislaman, Sosial-Humaniora, & Saintek, 1(2).
Arsya, M., Prasyad, Y., & Suciati, Y. (2019). Analisis kandungan boraks pada tahu di Pasar Tradisional Cileungsi dan tinjauannya menurut Islam. Junior Medical Journal, 1(6).
Bachtiar, F. (2018). Analisa boraks dan formalin pada berbagai olahan frozen food di daerah Mojosari. Surabaya: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Elfia, F. (2022). Identifikasi boraks dengan indikator alami ekstrak bunga asoka (Ixora paludosa). Jurnal Hasil Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Eksakta, 1(2).
Gryviciwicza, G., & Slifirski, P. (2012). Curcumin and curcuminoids in quest for medicinal status. Acta Biochimica Polonica, 59(2).
Hadi, M., & Safitri. (2019). Pembuatan kertas indikator alam sebagai alat praktikum penentuan sifat asam dan basa suatu larutan. Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan PMIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Pontianak.
Ida, M., & Mudzikhar. (2016). Identifikasi penggunaan zat pengawet boraks dan formalin pada makanan jajanan di kantin UIN Alauddin Makassar tahun 2016. Makassar: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Saputra, D. D., Fitriyah, H., & Setiawan, E. (2020). Sistem klasifikasi bakso yang mengandung boraks dengan sensor warna menggunakan metode K-Nearest Neighbor berbasis Arduino. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 3(10), 10295.
Septiana, N., Mukhlis, R., & Rohmadi. (2022). Pemanfaatan kunyit, bunga karamunting dan kembang sepatu sebagai indikator alami asam basa. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA dan Pendidikan IPA, 4(8), 119–129.
Zunini, S. (2021). Deteksi boraks menggunakan kertas Whatman dengan ekstrak kunyit (Curcuma longa Linn) pada tahu di Pasar Mardika Kota Ambon. Jurnal Ilmiah, 3(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Mulia Rahmah, Karina Karina, Achmad Tsabit, Bryan Louis Susanto, Desty Shofianty, Kelly Audryna Salsa, Shabrina Ghaisani Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


