Analisis Perbandingan Kualitas Air Selokan dan Sungai Sekitar Vila Silma Bogor

Authors

  • Kathrine Debora Tampubolon Universitas Negeri Jakarta
  • Annisa Primahapsari Universitas Negeri Jakarta
  • Diska Ariani Silalahi Universitas Negeri Jakarta
  • Keisha Tabina Universitas Negeri Jakarta
  • Nida Eka Safitri Universitas Negeri Jakarta
  • Shinda Salsabila Khalifatunnisa Universitas Negeri Jakarta

Keywords:

Kualitas Air, Sungai, Selokan

Abstract

Puncak Bogor merupakan salah satu daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dan terus meningkat setiap tahunnya. Banyaknya kunjungan wisatawan berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas daerah tersebut. Salah satu wilayahnya yaitu daerah Vila Silma Bogor memiliki beberapa sumber air berupa selokan dan sungai. Penelitian ini mengkaji kualitas air di dua sumber air utama di daerah Vila Silma Bogor karena banyak digunakan oleh warga untuk aktivitas sehari-hari. Kualitas air ini penting untuk dipastikan agar memenuhi strandar sanitasi higiene. Pengukuran kualitas air dengan menggunakan parameter fisika dan kimia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui teknik observasi dan dokumentasi sampel air. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk memahami perbedaan kualitas air antara selokan dan sungai serta dampak aktivitas manusia terhadap kualitas air tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai memiliki nilai TDS rata-rata sebesar 87,4 mg/L, pH sebesar 7,78 dan suhu sebesar 22,9 °C. Dari hasil ini, terlihat bahwa kualitas air sungai tidak memenuhi standar sanitasi higiene untuk parameter pH. Sementara itu, kualitas air selokan memiliki nilai TDS rata-rata sebesar 78,8 mg/L, pH sebesar 9,98 dan suhu sebesar 28,22 °C tidak memenuhi standar sanitasi higiene untuk parameter pH, suhu, dan warna. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah rumah tangga dan sampah ke selokan dan sungai, berdampak negative terhadap kualitas air. Kesimpulannya, aktivitas manusia di sekitar Vila Silma Bogor mempengaruhi kualitas air, dengan air selokan menunjukkan kualitas yang lebih buruk dibandingkan dengan air Sungai.

References

Azizah, N. A., Nurjamilah, I., & Maznah, Z. F. (2015). Pemulihan dan pemanfaatan air selokan untuk pembangkit listrik tenaga mini, hidroponik, dan budidaya ikan di Jalan Cikutra Barat, Kota Bandung.

Anwariani, D. (2019). Pengaruh air limbah domestik terhadap kualitas sungai. Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia.

Effendi, H., Kristianiarso, A. A., & Adiwilaga, E. M. (2013). Karakteristik kualitas air Sungai Cihideung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ecolab, 7(2), 81–92.

Elfidasari, D., Noriko, N., Effendi, Y., & Puspitasari, R. L. (2017). Kualitas air Situ Lebak Wangi Bogor berdasarkan analisa fisika, kimia dan biologi. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi, 3(2), 104–112.

Hasrianti, & Nurasia. (2016). Analisis warna, suhu, pH, dan salinitas air sumur bor di Kota Palopo. Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo, 2(1), 747–753

Kusnandar, D., Debataraja, N. N., & Nusantara, R. W. (2022). An application of geographically weighted regression for assessing water pollution in Pontianak, Indonesia. Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi, 7(2), 186–194.

Mardhia, D., & Abdullah, V. (2018). Studi analisis kualitas air Sungai Brang Biji Sumbawa Besar. Jurnal Biologi Tropis, 18(2), 182–189.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higiene sanitasi, kolam renang, solus per aqua, dan pemandian umum.

Sanjaya, R. E., & Iriani, R. (2018). Kualitas air sungai di Desa Tanipah (Gambut Pantai), Kalimantan Selatan. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan), 5(1), 1–10.

Saputra, H. M., Sari, M., Purnomo, T., Suhartawan, B., Asnawi, I., Palupi, I. F. J., & Nur, S. (2023). Analisis kualitas lingkungan. Get Press Indonesia.

Sari, M., & Haljana, M. (2019). Analisis bau, warna, TDS, pH, dan salinitas air sumur gali di tempat pembuangan akhir. Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan, 3(1), 1–5.

Suaedi. (2011). Analisis situasi pariwisata kawasan Puncak. Jurnal Dinamika, 2(2), 1–27.

Yadav, P., Usha, K., & Singh, B. (2022). Climate change and crop stress: Molecules to ecosystems. Academic Press.

Yusia, R. W. N., Herumurti, S., & Ritohardoyo, S. (2018). Kajian kerusakan lingkungan perairan Sungai Cisarua akibat pembuangan limbah domestik di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat (Tesis, Universitas Gadjah Mada).

Downloads

Published

2024-12-31