Pemanfaatan Potensial Daun Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium) Sebagai Pengharum Ruangan Alami Ramah Lingkungan Berbasis Aromatherapy
Keywords:
Pengharum Ruangan, Pucuk Merah, LingkunganAbstract
Pengharum ruangan pada umumnya memiliki banyak kandungan alkohol dan tidak ramah lingkungan. Ditemukannya suatu inovasi pengharum ruangan yang berasal dari bahan alami, tentunya lebih ramah lingkungan. Tanaman pucuk merah dikenal dengan tanaman yang mengandung minyak atsiri yang dapat dijadikan sebagai ekstrak esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) sebagai bahan baku pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan dan inovatif. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya di lingkungan dan mendukung perekonomian lokal melalui pemanfaatan sumber daya alam. Metode penelitian mencakup pembuatan ekstrak minyak esensial dari daun pucuk merah, pembuatan pengharum ruangan, serta pengujian kualitas fisik produk yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pucuk merah memberikan aroma yang unik dan tahan lama, dengan kualitas warna hijau dan ketahanan aroma yang memadai untuk beberapa minggu. Pembahasan mencakup analisis potensi daun pucuk merah dalam inovasi produk pengharum ruangan, manfaat ekologisnya, serta perbandingan dengan pengharum sintetik yang sering mengandung bahan kimia. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan daun pucuk merah sebagai bahan pengharum ruangan tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pencemaran, tetapi juga menawarkan alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan dibandingkan produk sintetis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi produk seperti pengharum ruangan alami dapat menjadi solusi efektif dalam menciptakan produk konsumen yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
References
Arifan, F., Broto, W., & Pangestu, I. (2021). Gel Pengharum Ruangan dari Daun Teh Diperkuat dengan Karagenan dan Xanthan Gum. Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia, 2(1), 1–5.
Darmanto, S., Nugroho, A., Yuniarto, Y., & Sarwoko, S. (2023). Pengembangan Tanaman Hias Pucuk Merah dan Tanaman Buah di Areal Embung. Jurnal Pengabdian Vokasi, 3(2), 343–347.
Hamzah, A. (2022). Strategi Pengembangan UMKM Desa Cibingbin Menuju Entrepreneurs Village Berbasis Sumberdaya Alam. Jurnal Pengabdian Dinamika, 9(2), 36–44.
Restu, M., Larekeng, S. H., Rante, H., Rachmat, A., & Lamanda, S. A. (2024). Potensi Syzygium sebagai Tanaman Obat dan Pangan Masyarakat Hutan Pendidikan Unhas–Maros. Unhas Press.
Sukemi, S., Usman, U., Putra, B. I., Purwati, W., Rahmawati, N. N., & Pradani, S. D. A. (2018). Acid base indicator from shoot-leaves ethanol extract of pucuk merah (Syzygium oleana). JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia), 2(3), 139–144.
Syafriana, V., & Wiranti, Y. (2022). Potensi daun tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) sebagai agen antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Farmasains, 9(2), 65–75.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Salma Ishmah, Rahadian Faturosa Purwanto, LIza Putri Ferta, Abdul Hadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


