CalAR (Calculus with Augmented Reality) as an Android-Based Application to Improve Spatial Skill in 21st Century Calculus Learning

Penulis

  • Prosiding CASTLE Universitas Negeri Jakarta
  • Nabila Salsabil Ananti Universitas Negeri Jakarta
  • Zalfa Nurafirst Ardita Sari Universitas Negeri Jakarta

Kata Kunci:

Android Apps, Augmented Reality, Calculus

Abstrak

Calculus is one of the branches of mathematics widely applied to this branch of science. The mathematics ability survey conducted by PISA in 2018 stated that the mathematics scores of Indonesian students were only 379 points with an average score of 489 points. This shows the low mathematical ability of Indonesian students which causes problems related to SDGs 2030, namely the quality of education. This paper proposes CalAR as an Android-based AR application as a technological innovation to improve students' spatial abilities in learning mathematics, especially calculus. The method used in this study is RnD (Research and Development). The results of the needs analysis stated that 62.5% of students find it difficult to understand mathematics during learning. 62.5% of students chose calculus as a difficult subject. 45% difficulty in understanding the concept of graphing. In addition, in interesting learning media, 50% of students answered AR-based applications. In the results of the media expert evaluation, the CalAR application got a percentage of 89.7% with a very decent category. While the evaluation results from two material experts obtained a percentage of 83.15% with a very decent category. Based on the results of user trials at SMA Negeri 36 Jakarta, a percentage of 89.43% was obtained, which shows that the CalAR application is very feasible to be used as a learning medium for calculus material. This application has the potential to further improve students' understanding of calculus. This application is also a form of support for government programs in providing adequate facilities and infrastructure to support educational success. The use of AR in calculus learning media can also be implemented in existing learning applications, so that start-ups engaged in education can contribute more in helping to improve the quality of education in Indonesia.

 

ABSTRAK

Kalkulus adalah salah satu cabang dari matematika banyak diterapkan secara luas pada cabang ilmu pengetahuan. Survei kemampuan matematika yang dilakukan oleh PISA pada tahun 2018 menyatakan bahwa skor matematika pelajar Indonesia hanya 379 poin dengan rata-rata skor 489 poin. Hal ini menunjukkan rendahnya kemampuan matematika pelajar Indonesia yang menyebabkan masalah yang berkaitan dengan SDGs 2030 yaitu kualitas pendidikan. Karya tulis ini mengusulkan CalAR sebagai aplikasi AR berbasis android sebagai inovasi teknologi untuk meningkatkan kemampuan spasial pelajar dalam pembelajaran matematika, khususnya kalkulus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah RnD (Research and Development). Hasil analisis kebutuhan menyatakan bahwa 62,5% pelajar sulit memahami matematika saat pembelajaran. 62,5% pelajar memilih kalkulus sebagai mata pelajaran yang sulit. 45% kesulitan dalam memahami konsep grafik. Selain itu pada media pembelajaran yang menarik 50% pelajar menjawab aplikasi berbasis AR. Pada hasil evaluasi ahli media, aplikasi CalAR mendapat persentase 89,7% dengan kategori sangat layak. Sedangkan hasil evaluasi dari dua ahli materi didapat persentase 83,15% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil uji coba pengguna di SMA Negeri 36 Jakarta didapatkan persentase 89,43% yang menunjukkan aplikasi CalAR sangat layak untuk dijadikan media pembelajaran pada materi kalkulus. Aplikasi ini berpotensi dalam meningkatkan pemahaman pelajar terhadap kalkulus lebih lanjut. Aplikasi ini juga merupakan bentuk dukungan untuk program pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai demi menunjang keberhasilan pendidikan. Penggunaan AR dalam media pembelajaran kalkulus juga dapat diimplementasikan pada aplikasi pembelajaran yang sudah ada, sehingga start up yang bergerak dalam bidang pendidikan dapat berkontribusi lebih dalam membantu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Referensi

Akçayır, M., Akçayır, G. (2016). Advantages and Challenges Associated With Augmented Reality For Education: A Systematic Review Of The Literature. Educational Research Review. 20, 1–11

Borisovich, S. (2018). The Potential of Using Google Expeditions and Google Lens Tools under STEM- education in Ukraine. STEM Digital Education in Ukraine. Retrieved from ResearchGate.

Badan Pusat Statistik. (2010). Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Status Ekonomi. Jakarta Pusat: Badan Pusat Statistik.

Depdiknas. (2006). Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2006.

Kamelia, L. (2015). Perkembangan Teknologi Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Kuliah Kimia Dasar. Edisi Juni, IX(1).

Kemdikbud. (2019). Digitalisasi Sekolah Mendayung Indonesia Maju (39th ed., Vol. 1). Jakarta: BLKM Kemdikbud.

Mustaqim, I., & Kurniawan, N. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality. Jurnal Edukasi Elektro, 1(1), 37–47.

OECD. (2018). PISA 2021 Mathematics Framework. Retrieved December 29, 2020, from pisa2021maths.oecd website: https://pisa2021-maths.oecd.org/

OECD (2019), PISA 2018 Results (Volume III): What School Life Means for Students’ Lives, PISA, OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/acd78851-en

OECD (2019), PISA 2018 Results (Volume II): Where All Students Can Succeed, PISA, OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/b5fd1b8f-en

OECD (2019), PISA 2018 Results (Volume I): What Students Know and Can Do, PISA, OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/5f07c754-en

Rahman, B. 2012. Pembelajaran geometri dengan Wingeom untuk meningkatkan kemampuan spasial dan penalaran matematis siswa. Tesis. Sekolah PascaSarjana UPI.

Rahmawati, E., Annajmi, & Hardianto. (2016). Analisis Kemampuan Matematis Pelajar dalam Menyelesaikan Soal Matematika Bertipe PISA. Jurnal Pendidikan Matematika. e-journal.upp.ac.id.

Ramdani, Y. (2012). Pengembangan Instrumen Dan Bahan Ajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi, Penalaran, Dan Koneksi Matematis Dalam Konsep Integral. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 45–51.

R. Susanto and A. D. Andriana, “Perbandingan Model Waterfall Dan Prototyping,” Maj. Ilm. UNIKOM, Vol. 14, No. 1, pp 41-46, 2016

Sumaryanta, Priatna, N., & Sugiman. (2019). Pemeteaan Hasil Ujian Nasiona Matematika. Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education, 6(1), 543–557.

Taufiqurokhman, Nirmala, & Andriansyah, A. (2017). Strategi Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Indonesia Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Indonesia (pp. 1–20). Universitas Gorontalo.

Zantua, L.S.O (2017). Utilization of Virtual Reality Content in Grade 6 Social Studies Using Affordable Virtual Reality Technology. Asia Pacific Journal of Multidisciplinary Research. 5(2), 1–10.

Diterbitkan

2024-12-31

Terbitan

Bagian

Article