Potensi Jenis Tanaman Air dalam Penurunan Kadar TSS dan BOD Pada Limbah Domestik Perumahan Kebonsari Elveka

Authors

  • Aida Mutiara Salsabila Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
  • Zulfa Anza Nabilah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
  • Dewi Agustin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
  • Tri Sunan Agung Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
  • Tri Sunan Agung Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
  • Belinda Safa Salsabila Zuhri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Keywords:

Kayu Apu, Duckweed, Ganggang Rantai, Fitoremediasi, Kebonsari, Elveka

Abstract

The Kebonsari Elveka housing complex has black drainage domestic wastewater, smells bad, is frothy, and contains inorganic waste. These problems can cause diseases such as diarrhea, typhus, fungal infections, and intestinal worms. The bad quality of the wastewater comes from the high TSS and BOD values. Therefore, researchers aim to determine the potential of aquatic plants in reducing TSS and BOD levels in domestic wastewater at Kebonsari Elveka Housing. Plants used include kayu apu, duckweed, and ganggang rantai. The research method used is descriptive quantitative type, with an experimental approach. This research was conducted for 2 weeks at the UINSA FST Sanitation and Remediation Laboratory. This study uses a batch system by placing plants into 9 reactors with details of 3 types of plants multiplied by 3 points of wastewater collection. During 2x24 hours changes in levels of TSS and BOD were observed. Existing results of the quality of domestic wastewater from the Kebonsari Elveka Residential drainage channel have a TSS value of 82.6 mg/L and BOD 32.4 mg/L above the quality standard. After 2 x 24 hours of phytoremediation, the results showed a decrease in TSS and BOD values in domestic wastewater from residential drainage. Kayu apu plants can reduce average TSS levels up to 9.7 mg/L and BOD up to 15.0 mg/L. Duckweed plants can reduce average levels of TSS up to 18.5 mg/L and BOD up to 22.5 mg/L. Ganggang rantai plants can reduce the average level of TSS up to 16.7 mg/L and BOD up to 21.1 mg/L. This study concluded that kayu apu, duckweed, and ganggang rantai can reduce TSS and BOD levels below the domestic wastewater quality standards.

 

 

ABSTRAK

Perumahan Kebonsari Elveka memiliki air limbah domestik drainase berwarna hitam, berbau tidak sedap, berbuih, dan terdapat sampah anorganik didalamnya. Permasalahan tersebut dapat menimbulkan penyakit seperti diare, tifus, infeksi jamur, dan cacingan. Buruknya air limbah tersebut bersumber dari nilai TSS dan BOD yang tinggi. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman air dalam penurunan kadar TSS dan BOD pada air limbah domestik Perumahan Kebonsari Elveka. Tanaman yang digunakan diantaranya kayu apu, duckweed, dan ganggang rantai. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kuantitatif deskriptif, dengan pendekatan eksperimental. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu di Labolatorium Sanitasi dan Remediasi FST UINSA. Penelitian ini menggunakan sistem batch dengan memasukkan tanaman kedalam 9 reaktor dengan rincian 3 jenis tanaman dikali 3 titik pengambilan air limbah. Selama 2x24 jam diamati perubahan tingkat kadar TSS dan BOD. Hasil eksisting kualitas air limbah domestik saluran drainase Perumahan Kebonsari Elveka memiliki nilai TSS 82,6 mg/L dan BOD 32,4 mg/L diatas baku mutu. Setelah dilakukan fitoremediasi 2 x 24 jam didapatkan hasil penurunan nilai TSS dan BOD pada air limbah domestik drainase perumahan. Tanaman kayu dapat menurunkan kadar ratarata TSS hingga 9,7 mg/L dan BOD hingga 15,0 mg/L. Tanaman duckweed dapat menurunkan kadar rata-rata TSS hingga 18,5 mg/L dan BOD hingga 22,5 mg/L. Tanaman ganggang rantai dapat menurunkan kadar rata-rata TSS hingga 16,7 mg/L dan BOD hingga 21,1 mg/L. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanaman kayu apu, duckweed, dan ganggang rantai dapat menurunkan kadar TSS dan BOD hingga dibawah baku mutu air limbah domestic.

References

Artiyani, A. (2011). Penurunan kadar N-Total Dan P-Total pada limbah cair tahu dengan metode fitoremediasi aliran batch dan kontinyu menggunakan tanaman hydrilla verticillata. Spectra, 9(18), 9-14

Atima, W. (2015). BOD dan COD sebagai parameter pencemaran air dan baku mutu air limbah. BIOSEL (Biology Science and Education): Jurnal Penelitian Science dan Pendidikan, 4(1), 83-93.

Easter, B. (2017). KEMAMPUAN KAYU APU (Pistia stratiotes, L) DALAM MEREMEDIASI AIR TERCEMAR LIMBAH LOGAM BESI (Fe). ., 1-9.

FARIDA, M. (2021). UJI AKTIVITAS TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) DAN GANGGANG HIJAU (Haematococcus pluvialis) SECARA INVITRO MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Herbowo, H., & Firmansyah, A. (2016). Diare akibat infeksi parasit. Sari Pediatri, 4(4), 198-203.

Jiyah, J., Sudarsono, B., & Sukmono, A. (2017). Studi distribusi total suspended solid (tss) di perairan pantai Kabupaten Demak menggunakan citra landsat. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 41-47.

Mardiah, A. A., Sofarini, D., & Dharmaji, D. (2021). STATUS TROFIK DAN TINGKAT PENCEMARAN PERAIRAN RAWA “DANAU BANGKAU” DITINJAU DARI KANDUNGAN NITRAT (NO3-) FOSFAT (PO4-), KECERAHAN DAN VARIASI TUMBUHAN AIR. AQUATIC (Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa), 4(2), 129-141.

Nopriani, U., Karti, P. D. M. H., & Prihantoro, I. (2020). Kandungan Mineral Duckweed (Lemna minor) Sebagai Sumber Hijauan Pakan Alternatif Ternak Pada Intensitas Cahaya Yang Berbeda. Agropet, 13(1), 68-74.

Permadi, M. I. (2019). Pemanfaatan Bambu Air(Equisetum Sp.) Untuk Menurunkan Kadar Timbal (Pb) Menggunakan Fitoremediasi Sistem Batch. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Pujiarni, E. D. (2022). Efektivitas Penurunan Chemical Oxygen Demand (COP) dan Fosfot pada Air Limbah Laundry dengan Biofilter Aerob dan Fitoremediasi Tanaman Ganggang (Hydrilla Verticillata) (Doctoral dissertation, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya).

Putri Silalahi Sigiro, E. R. (2016). EFEKTIFITAS PENYERAPAN TIMBAL (Pb) OLEH BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus LINN) MENGGUNAKAN PENAMBAHAN MIKORIZA DAN EDTA.

Taufik, M., Sukmadinata, S., Abdulhak, I., & Tumbelaka, BY (2010). Desain model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran IPA (fisika) Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandung. Berkala Fisika , 13 (2), 31-44.

Umarudin, U., Nur, J., Wulandari, A., & Izzati, M. (2015). Efektivitas Tanaman Lemna (Lemna perpusilla Torr) Sebagai Agen Fitoremediasi Pada Keramba Jaring Apung (KJA) Disekitar Tanjungmas Semarang. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 17(1), 1-8.

Wibowo, R. S. A., Yuliatmo, R., Maryati, T., & Pahlawan, I. F. (2020). Enzime For Leather.

Wibowo, L. N. P. (2023). PEMANFAATAN SISTEM DRAINASE BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 13 TAHUN 2021 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2021-2041 (Doctoral dissertation, Universitas Atma Jaya Yogyakarta).

Wolverton and Mcknown.1975.Eichhornia Crassipes As A Biological Monitor Of Heavy Metals In Surface Waters.

Poernomo, M. H., Razif, M., & Mansur, A. (2020, September). Pengolahan Air Limbah Dometsik dengan Metode Kombinasi Filtrasi dan Fitoremediasi (Studi Kasus Di Kelurahan Margorejo Surabaya). In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan (Vol. 1, No. 1, pp. 177-184).

Downloads

Published

2024-12-31