Inventarisasi Makroalga di Perairan Pantai Rengge, Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
Keywords:
Inventarisasi, Makroalga, Pulau Pari, Transek Sabuk BentosAbstract
Pari Island is one of the islands among the Thousand Islands group, about 46.32 km from the center of Jakarta with a total area of 310,000 km2 has high biodiversity, one of which is from the macroalgae group. Macroalgae are low-level plants that live in waters with high salt content and are usually attached to substrates such as corals, rocks, and other hard substrates. This study aims to determine the diversity of macroalgae on Rengge Beach, Pari Island, Thousand Islands, Jakarta. The research was conducted in December 2022 using the benthic belt transect method with a total of 5 stations, carried out by drawing a line from the shoreline to the shore with a transect length of 100 m and a width of 10 m (5 m to the right and left sides), the monitoring area of 1 km² (10x100 m) between stations. Samples were taken and identified to the species level at the Plant Structure and Development Laboratory, Biology study program, Jakarta State University, Jakarta. Observations include several characteristics both morphologically and anatomically. The results showed that there were five species of macroalgae that could be identified, namely Halimeda sp., Gracilaria sp., Turbinaria sp., Padina sp., and Sargassum sp., therefore it can be concluded that there are only five genera of macroalgae in this place.
ABSTRAK
Pulau Pari merupakan salah satu pulau yang berada di antara gugusan Kepulauan Seribu, berjarak sekitar 46,32 km dari pusat kota Jakarta dengan luas total 310.000 km2 memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, salah satunya dari kelompok makroalga. Makroalga merupakan jenis tumbuhan tingkat rendah yang hidup pada perairan dengan kadar garam yang tinggi dan biasanya melekat pada substrat seperti karang, batu, dan substrat keras lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas makroalga di pantai Rengge, pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 menggunakan metode transek sabuk bentos (bentos belt transect) dengan total 5 stasiun, dilakukan dengan cara menarik garis dari bibir pantai menuju tubir dengan panjang transek tiap stasiun adalah 100 m dan lebar 10 m (5 m ke samping kanan dan kiri), luasan area pemantauan 1 km2 (10x100 m) tiap antar stasiun. Sampel diambil dan diidentifikasi hingga tingkat spesies di Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan, program studi Biologi, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta. Pengamatan meliputi beberapa karakteristik baik secara morfologi maupun anatomi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima spesies makroalga yang dapat diidentifikasi, yaitu Halimeda sp., Gracilaria sp., Turbinaria sp., Padina sp., dan Sargassum sp., sehingga dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat lima genus makroalga pada perairan tersebut.
References
Akbar, A. H., Adibrata, S., dan Adi, W. 2019. Kepadatan megabentos pada ekosistem terumbu karang di perairan Desa Perlang Bangka Tengah, Bangka Belitung. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 13(2), 173177.
Arianto, M. F. 2020. Potensi wilayah pesisir di negara Indonesia. Jurnal Geografi, 10(1), 204-215.
Basyarahil, A. F., dan Setijawati, I. D. 2021. Mikroenkapsulasi Pigmen Fukosantin dari Alga Coklat (Phaeophyceae) dan penggunaanya sebagai anti inflamasi jaringan adiposa (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
COREMAP CTI. 2017. Panduan Pemantauan Megabentos. Lembaga Penelitian Ilmu Pengetahuan. Jakarta. ISBN 978-602-6504-12-8.
Fajri, M.I., 2020. Pengaruh Jarak Tanam Rumput Laut (Sargassum sp.) yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan. Sains Akuakultur Tropis: Indonesian Journal of Tropical Aquaculture, 4(2), pp.156-160.
Ghazali, M., Nurhayati, N., Suripto, S., Sukenti, K. and Julisaniah, N.I., 2021. Distribusi dan Analisa Kekerabatan Padina sp dari Perairan Pulau Lombok Berdasarkan Karakter Morfologi. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 9(1), pp.10-19.
Handayani, T., 2021. Keanekaragaman Makroalga di Perairan Teluk Kendari dan Sekitarnya, Sulawesi Tenggara. OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia), 6(1), pp.55-69.
Novianty, H., Wouthuyzen, S., Abrar, M., Dharmawan, I. W. E., Rahmawati, S., Pratiwi, R., dan Cintra, A. K. A. 2020. Gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Oktaviani, D.J., Widiyastuti, S., Maharani, D.A., Amalia, A.N., Ishak, A.M. and Zuhrotun, A., 2019. Artikel Review: Potensi Turbinaria ornata Sebagai Penyembuh Luka Dalam Bentuk Plester. Farmaka, 17(2), pp.464-471.
Pereira, L. dan Neto, J.M. eds., 2020. Marine Algae: Biodiversity, Taxonomy, Environmental Assessment, and Biotechnology. CRC Press.
Rugebregt, M. J., Pattipeilohy, F., Matuanakott, C., Ainarwowan, A., Abdul, M. S., dan Kainama, F. 2021. Potensi Rumput Laut Perairan Pulau Keffing, Seram Bagian Timur, Maluku. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(3), 497-510.
Sahroni, S., Adi, W., dan Umroh, U. 2019. Kajian Makroalga Pada Terumbu Karang Di Perairan Turun Aban. Aquatic Science, 1(1), 14-19.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 2023

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


