Analisis Hujan Sangat Lebat Yang Menyebabkan Genangan Di Sebagian Wilayah Jakarta Menggunakan Citra Radar (Studi Kasus 18 Januari 2022)

Authors

  • Tri Anggun Lestari Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
  • Afif Rowina Khairi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
  • Bachrudin Kafhi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
  • Imma Redha Nugraheni Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

Keywords:

Hujan Sangat Lebat, Fisis, Dinamis, Radar

Abstract

There was rain with very heavy intensity on January 18th, 2022, in the Jakarta area with rainfall recorded from 4 observer Meteorological Stations, with a value > 100 mm/day. This resulted in puddles with a height of 40-85 cm in several areas of Jakarta with the alert category at 4 points and danger at 1 point with a total of 1194 refugees from 310 family cards. This study aims to analyze the physical and dynamic processes of very heavy rain-producing clouds and rain verification events using the EEC weather radar in Tangerang. The radar produces raw data in .vol format which is processed in CMAX products which are overlaid with SSA, VCUT, VIL, PAC, and SRI as RIH inputs. CMAX overlaid with SSA is used to analyze cloud dynamics which shows cloud phases occurring at two times, namely 03 and 18 UTC with a reflectivity of 25-40 dBZ. The reflectivity value shows that the very heavy rain-producing clouds on January 18, 2022, in the Jakarta area are stratiform clouds. VCUT and VIL were used to analyze the physical processes of the cloud which resulted in a freezing level of 4 km and a water content ready to fall as high as 4 mm. PAC and RIH are used to ensure events are compared against AWS data and event point data. The PAC results compared with rainfall from all AWS have the same pattern with a very strong correlation, while the RIH results show that the rainfall intensity is not significant enough so that it cannot represent the occurrence of inundation in some areas of Jakarta.

 

Abstrak

Telah terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat pada 18 Januari 2022 di wilayah Jakarta dengan curah hujan yang tercatat dari 4 Stasiun Meteorologi pengamat yakni >100 mm/hari. Hal ini mengakibatkan adanya genangan air dengan ketinggian 40-85 cm di beberapa wilayah Jakarta dengan kategori waspada pada 4 titik pos dan bahaya pada 1 titik pos dengan jumlah pengungsi sebanyak 1194 jiwa dari 310 kartu keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses fisis dan dinamis awan penghasil hujan sangat lebat serta verifikasi kejadian hujan menggunakan radar cuaca EEC di Tangerang. Radar tersebut menghasilkan rawdata dalam format .vol yang diolah dalam produk CMAX yang di-overlay dengan SSA, VCUT, VIL, PAC, dan SRI sebagai input-an RIH. CMAX yang di-overlay dengan SSA digunakan untuk menganalisis dinamika awan yang menunjukkan fase matang awan terjadi pada dua waktu yakni 03 dan 18 UTC dengan reflektivitas sebesar 25-40 dBZ. Nilai reflektivitas tersebut menunjukkan bahwa awan penghasil hujan sangat lebat pada 18 Januari 2022 di wilayah Jakarta merupakan awan stratiform. VCUT dan VIL digunakan untuk menganalisis proses fisis awan yang menghasilkan freezing level pada ketinggian 4 km dan kandungan air yang siap jatuh paling tinggi sebesar 4 mm. PAC dan RIH digunakan untuk verifikasi kejadian genangan yang dibandingkan data AWS dan data titik kejadian genangan. Hasil PAC yang dibandingkan dengan curah hujan dari semua AWS memiliki pola yang sama dengan korelasi sangat kuat sedangkan hasil RIH menunjukkan intensitas hujan yang cukup cukup signifikan sehingga tidak dapat mewakili kejadian genangan di beberapa wilayah Jakarta.

References

Barnes, G. M., Gamache, J. F., LeMone, M. A., & Stossmeister, G. J. (1991). A convective cell in a hurricane rainband. Monthly Weather Review, 119(3), 776-794.

BPBD. (2022). Curah hujan ekstrem di DKI Jakarta, genangan mampu terrtangani cepat. https://bpbd.jakarta.go.id/

Finnerty, B. D., Smith, M. B., Seo, D. J., Koren, V., & Moglen, G. E. (1997). Space-time scale sensitivity of the Sacramento model to radar-gage precipitation inputs. Journal of Hydrology, 203(1-4), 21-38.

Gamache, J. F., & Houze, R. A., Jr. (1982). Mesoscale air motions associated with a tropical squall line. Monthly Weather Review, 110(2), 118-135.

Hidayat, A. M., Aofany, D., Arfianti, D. R., Nugraheni, I. R., & Ali, A. (2019). Prediksi intensitas curah hujan menggunakan produk nowcasting RTR dibandingkan dengan produk estimasi curah hujan SRI pada kejadian banjir di Palembang tanggal 12–13 November 2018. Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, 6(1), 1-12.

Ishihara, M., Yanagisawa, Z., Sakakibara, H., Matsuura, K., & Aoyagi, J. (1986). Structure of a typhoon rainband observed by two Doppler radars. Journal of the Meteorological Society of Japan. Ser. II, 64(6), 923-939.

Kitzmiller, D. H., McGovern, W. E., & Saffle, R. F. (1995). The WSR-88D severe weather potential algorithm. Weather and Forecasting, 10(1), 141-159.

Leary, C. A., & Houze, R. A. (1979). The structure and evolution of convection in a tropical cloud cluster. Journal of the Atmospheric Sciences, 36(3), 437-457.

Powell, M. D. (1988). Boundary layer structure and dynamics in outer hurricane rainbands. The Florida State University.

Punkka, A. J., & Bister, M. (2005). Occurrence of summertime convective precipitation and mesoscale convective systems in Finland during 2000–01. Monthly Weather Review, 133(2), 362-373.

Purba, D. L. A., Cakrawati, A. A., Utami, I. R., Nugraheni, I. R., & Deranadyan, G. (2019). Analisis kejadian hujan lebat menggunakan data citra radar, citra satelit dan pos hujan di wilayah Padang Pariaman (Studi kasus banjir tanggal 11 Oktober 2018). Seminar Nasional GEOTIK 2019.

Samriyanto. (2010). Analisis citra satelit dan radar untuk membuat prediksi cuaca ekstrem. Buletin BMKG, 4.

Sari, F. P. (2016). Teknik interpretasi dan analisa citra radar untuk pemberian informasi yang lebih baik. In Prosiding Workshop Operasional Radar Cuaca (Vol. 1, pp. 83-87).

Tjasjono, B. (1999). Klimatologi umum.

Yoon, S., Jeong, C., & Lee, T. (2014). Flood flow simulation using CMAX radar rainfall estimates in orographic basins. Meteorological Applications, 21(3), 596-604.

Downloads

Published

2024-12-31