LanTalk (Language Talk) Platform Abad 21 untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara dalam Bahasa Asing
Abstract
The more the times, the more foreign languages in Indonesia are developing. Many people are willing to spend more to learn a foreign language. They have many reasons for learning a foreign language, ranging from wanting to master more than 1 language, wanting to continue their education abroad, or maybe wanting to learn the home language of their idol. Of course, not all people can afford and have more money for language lessons. Fortunately, currently there are applications that provide a forum for people to learn foreign languages. Although there are already several applications that can be a place for learning, of course these applications still have shortcomings. One of them is less facilitating in terms of learning to speak. That is why many people are still clumsy when faced by native speakers of the country whose language is being studied. This is also reinforced by the results of research from one of the Pedagogia journals which shows that speaking ability is the cause of the highest difficulty for students, the reason is because there are many new vocabulary that must be mastered, the pronunciation is quite different from Indonesian, and is afraid of being laughed at by friends so that they are afraid of being laughed at by their friends. feel reluctant to invite the other person to talk. Therefore, there is the latest innovation in the form of an application called LanTalk (Language Talk) where this application can be a forum for people to learn foreign languages without incurring costs. The thing that makes this application different from other applications is that this application uses artificial intelligence to be the interlocutor of users who are learning foreign languages. This interlocutor is a virtual person who can understand what the user is saying and answer in a foreign language that has been selected. This application can reach all people anywhere and anytime so that there is no longer a barrier to learning a foreign language.
ABSTRAK
Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula bahasa asing di Indonesia. Banyak masyarakat yang rela mengeluarkan biaya lebih untuk mempelajari bahasa asing. Alasan mereka mempelajari bahasa asing pun beragam, mulai dari ingin menguasai lebih dari 1 bahasa, ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, atau mungkin ingin mempelajari bahasa asal dari idola mereka. Tentu saja tidak semua masyarakat mampu dan memiliki biaya lebih untuk les bahasa. Beruntungnya saat ini sudah ada aplikasi yang menyediakan wadah masyarakat untuk mempelajari bahasa asing. Meskipun sudah ada beberapa aplikasi yang dapat menjadi wadah belajar, tentu saja aplikasi-aplikasi tersebut masih memiliki kekurangan. Salah satunya kurang memfasilitasi dalam hal belajar berbicara. Itulah mengapa banyak dari masyarakat yang masih saja kagok ketika dihadapi oleh native speaker negara yang bahasanya sedang dipelajari. Hal itu juga diperkuat dengan adanya hasil penelitian salah satu jurnal Pedagogia yang menunjukkan bahwa kemampuan berbicara adalah penyebab kesulitan tertinggi bagi para mahasiswa, penyebabnya karena banyak kosakata baru yang harus dikuasai, cara pengucapan yang cukup berbeda dengan bahasa Indonesia, serta takut ditertawakan oleh teman sehingga mereka merasa sungkan untuk mengajak lawan bicara. Oleh karena itu, terdapat inovasi terbaru berupa aplikasi bernama LanTalk (Language Talk) di mana aplikasi ini dapat menjadi wadah masyarakat untuk belajar bahasa asing tanpa mengeluarkan biaya. Hal yang membuat aplikasi ini berbeda dengan aplikasi lainnya adalah aplikasi ini menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk menjadi lawan bicara pengguna yang sedang belajar bahasa asing. Lawan bicara ini berupa orang virtual yang dapat memahami apa yang dikatakan oleh pengguna dan menjawab dengan bahasa asing yang sudah dipilih. Aplikasi ini dapat menjangkau semua kalangan di manapun dan kapanpun sehingga tidak ada lagi halangan untuk mempelajari bahasa asing.
References
Andreas, K. 2021. Duolingo, Aplikasi Belajar Bahasa yang Gratis dan Praktis. [Online] Available at: https://www.ussfeed.com
Anna. 2017. Lebih Seru, Belajar Bahasa Asing dengan Tandem. [Online] Available at: https://jurnalapps.co.id/lebih-seru-belajar-bahasa-asing-dengan-tandem-113 22
Arisandy, D., Rizkika, D. P., & Astika, T. D. 2019. Eksistensi Bahasa Indonesia Pada Generasi Milenial di Era Industri 4.0. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(3), 249. [Online] Available at: https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/Bahastra/article/view/3180
Megawati, F. 2016. Kesulitan Mahasiswa Dalam Mencapai Pembelajaran Bahasa Inggris Secara Efektif. Jurnal Pedagogia, 2(5), 152.
Permana, P. & Astawa, N. 2020. Artificial Intelligence dalam Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, pp. 687-692.
Yonan. 2021. Optimalisasi Penggunaan Media Video Call Ome TV sebagai Solusi Dalam Melatih Keterampilan Berbicara Bahasa Arab. Bandung, HMJ Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, pp. 389-398.
Yusuf, M., M.M, P. D. A. N. & Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M., 2018. Strategi Tindak Kesantunan Meminta Dalam Berinteraksi Di Kalangan Siswa SMP Klambu, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 2022

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


