Implementasi Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5): Upaya Guru dalam Menanamkan Disiplin Positif melalui Kesepakatan Kelas di Taman Kanak-kanak Kab. Tasikmalaya

Authors

  • Euis Pupu Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract

This research is motivated by situations in learning activities inside and outside the classroom, which often occur in young children who do not play an active role while studying, go in and out of class and disturb their friends while studying, want to be waited on by their parents in class, fight over toys, cannot queuing in play activities, littering, grumpy, rude words, random snacks. In order not to become bad behavior in adulthood, the role of the teacher is expected to instill positive discipline from an early age. This problem is a concern of researchers to be able to instill positive discipline in the classroom and outside the classroom without any sanctions and emphasis on children. The new paradigm in the concept of independent learning opens the minds of researchers to be able to apply positive discipline through class agreements. The purpose of this study is to find out more about the teacher's efforts to instill positive discipline through class agreements. This research method is a case study with a qualitative approach. Researchers act directly as instruments. The data collected through observation, interviews and documentation. The results showed that in Kindergarten District. In Tasikmalaya there
are forms of sanctions and rewards that are usually carried out by teachers in instilling discipline. By implementing a class agreement between the child and the teacher, the child becomes more understanding and aware of the meaning of discipline. The obstacles faced by teachers in instilling positive discipline in children are that there is no harmony in instilling positive discipline between children, teachers and parents. Meanwhile, prevention methods and solutions for building positive discipline can be done through socialization or meetings with parents so that they can jointly create positive discipline as a positive school culture.

 


ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi dalam kegiatan pembelajaran di dalam maupun diluar kelas, dimana sering terjadi pada anak usia dini yang kurang berperan aktif saat belajar, keluar masuk kelas dan mengganggu temannya saat belajar, ingin ditunggu orang tuanya di dalam kelas, berebut mainan, tidak bisa antri dalam kegiatan bermain, membuang sampah sembarangan, pemarah, berkata kasar, jajan sembarangan. Agar tidak menjadi perilaku buruk di masa dewasa kelak, maka peran guru diharapkan bisa menanamkan disiplin positif sejak dini. Dari Permasalahan ini menjadi perhatian peneliti untuk bisa menanamkan disiplin positif di dalam kelas maupun di luar kelas tanpa adanya sangsi dan penekanan pada anak. Paradigma baru dalam konsep merdeka belajar membuka pemikiran peneliti untuk bisa menerapkan disiplin positif melalui kesepakatan kelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam upaya guru menanamkan disiplin positif melalui kesepakatan kelas. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak langsung sebagai instrumen. Adapun data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Taman Kanak-kanak Kab. Tasikmalaya terdapat bentuk tindakan sangsi dan pemberian reward yang biasa dilakukan oleh guru dalam menanamkan kedisiplinan. Dengan menerapkan kesepakatan kelas antara anak dan guru, anak menjadi lebih paham dan sadar akan arti kedisiplinan. Adapun hambatan yang dihadapi guru dalam menanamkan disiplin positif pada anak yaitu tidak ada keselarasan penanaman disiplin positif antara anak, guru dan orang tua. Sementara itu cara pencegahan serta solusi untuk membangun disiplin positif bisa dilakukan melalui sosialisasi atau rapat dengan orang tua untuk bisa bersama-sama menciptakan disiplin positif sebagai budaya positif sekolah.

References

Anwar, R. N. (2021). Keterlibatan Orangtua dalam Membentuk Disiplin Ibadah Sholat Anak Usia Dini di Era New Normal. KoPeN: Konferensi Pendidikan Nasional, 3(1), 1-7.

Aulina, C. N. (2013). Penanaman disiplin pada anak usia dini. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 2(1), 36-49.

Agustin, M., Saripah, I., & Gustiana, A. D. (2018). Analisis tipikal kekerasan pada anak dan faktor yang melatarbelakanginya. Jurnal Ilmiah Visi, 13(1), 1-10.

Febriandari, E. I. (2018). Penerapan metode disiplin positif sebagai bentuk pembinaan pendidikan karakter disiplin anak. Karya Ilmiah Dosen, 1(1).

Hadisi, L. (2015). Pendidikan karakter pada anak usia dini. Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 8(2), 50-69.

Hodijah, S., Rachmawati, Y., & Agustin, M. (2018). Upaya Guru Dalam Menanamkan Sifat Sabar Di RA Persis I Kota Bandung. EDUKIDS: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 15(2), 95-102.

Ihsani, N., Kurniah, N., & Suprapti, A. (2018). Hubungan metode pembiasaan dalam pembelajaran dengan disiplin anak usia dini. Jurnal Ilmiah Potensia, 3(2), 105-110.

Kusmarni, Y. (2012). Studi kasus. UGM Jurnal Edu UGM Press.

Pramudia, J. R. (2006). Orientasi baru pendidikan: Perlunya reorientasi posisi pendidik dan peserta didik. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 3(1), 29-35.

Retnaningsih, W., & Setiyawati, D. (2019). Validasi modul pelatihan disiplin positif untuk meningkatkan praktik pengasuhan pada ibu anak prasekolah. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 5(2), 158-172.

Salsabila, F. (2022). PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK: SEBUAH TINJAUAN DARI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 30-39.

Wati, D. E., & Puspitasari, I. (2018). Kekerasan terhadap anak, penanaman disiplin, dan regulasi emosi orang tua. Jurnal Varidika, 30(1), 21-26.

Downloads

Published

2024-12-31