Nilai-Nilai Ekoteologis dalam Lanskap Linguistik di Pondok Pesantren

Authors

  • Ahmad Marzuq Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Nuruddin Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Ifan Iskandar Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1234/ic.v1i1.61908

Keywords:

nilai ekoteologi, pondok pesantren, lanskap linguistik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan lanskap linguistik yang bermuatan nilai ekoteologi di Pondok Pesantren. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian analisis isi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi di Pondok Pesantren Azziyadah (Jakarta), Mahasina Darul Qur’an wal Hadits (Bekasi), Darussalam (Depok), dan Assalam (Sukabumi). Dari hasil observasi dan dokumentasi, diperoleh lanskap linguistik berupa petunjuk tertulis yang bermuatan nilai ekoteologi sebanyak 21 buah, dengan rincian: (1) pesan menjaga kebersihan (10 buah); (2) pesan hemat air (3 buah); (3) pesan hemat energi/listrik (2 buah); (4) pesan melindungi tanaman (2 buah); (5) larangan membuang sampah sembarangan (3 buah); dan (6) larangan merokok (1 buah). Dapat disimpulkan bahwa pesan-pesan tersebut berfungsi tidak hanya sebagai regulasi perilaku, tetapi juga sebagai sarana pendidikan moral dan spiritual. Bahasa Arab berperan simbolik dalam memperkuat nuansa religius, sementara penggunaan Bahasa Indonesia dan Inggris menunjukkan fungsi komunikatif dan modernitas pesantren. Nilai-nilai ekoteologi seperti tawazun (keseimbangan), amanah (tanggung jawab), dan rahmah (kasih sayang terhadap alam) tampak dalam berbagai pesan, yang menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan implementasi iman.

Downloads

Published

2025-12-07