Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Bahasa Jepang (Sakubun)

Authors

  • Frida Philiyanti Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Cut Erra Rismorlita Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Eva Jeniar Noverisa Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Muhammad Ali Hamdi Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Yuniarsih Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Kadek Eva Krishna Adnyani Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
  • Lisda Nujaleka Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1234/ic.v1i1.62530

Keywords:

evaluasi pembelajaran, sakubun, constructive alignment

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran Sakubun. Hal ini dilatarbelakangi karena  evaluasi pembelajaran bahasa, khususnya bahasa asing, memiliki keunikan dibandingkan dengan evaluasi pembelajaran pada umumnya. Dalam mengajarkan bahasa asing, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran selain faktor kognitif, sosial, emosional, dan motivasi (Sina, 2024), yaitu adanya intervensi budaya dan bahasa ibu peserta didik. Intervensi tersebut akan berpengaruh pada hasil produksi bahasa ibu ke bahasa asing. Penelitian memfokuskan pada evaluasi pembelajaran sakubun dengan cara membandingkan proses pembelajaran sakubun di UNJ dengan perguruan tinggi lain sejenis, yaitu perguruan tinggi LPTK, dalam hal ini Universitas Negeri Semarang (Unes) dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Teori yang digunakan adalah teori constructive alignment yang dicetuskan oleh John Biggs yang menyatakan bahwa pembelajaran akan efektif jika ada keselarasan antara tujuan, proses pembelajaran, dan evalusi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik komparatif. Dari hasil analisis diketahui bahwa relevansi antara tujuan, proses pembelajaran, dan evaluasi di ketiga perguruan tinggi belum sepenuhnya optimal. Beberapa perbaikan yang signifikan terletak pada metode pengajaran dan evaluasi yang masih perlu mengoptimalkan keterlibatan peserta didik. Oleh karena itu sebagai saran dalam penelitian ini metode participative learning dalam penentuan tujuan, proses pembelajaran, dan evaluasi dirasa penting.

Downloads

Published

2025-12-07