Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Bahasa Jepang (Sakubun)
DOI:
https://doi.org/10.1234/ic.v1i1.62530Keywords:
evaluasi pembelajaran, sakubun, constructive alignmentAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran Sakubun. Hal ini dilatarbelakangi karena evaluasi pembelajaran bahasa, khususnya bahasa asing, memiliki keunikan dibandingkan dengan evaluasi pembelajaran pada umumnya. Dalam mengajarkan bahasa asing, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran selain faktor kognitif, sosial, emosional, dan motivasi (Sina, 2024), yaitu adanya intervensi budaya dan bahasa ibu peserta didik. Intervensi tersebut akan berpengaruh pada hasil produksi bahasa ibu ke bahasa asing. Penelitian memfokuskan pada evaluasi pembelajaran sakubun dengan cara membandingkan proses pembelajaran sakubun di UNJ dengan perguruan tinggi lain sejenis, yaitu perguruan tinggi LPTK, dalam hal ini Universitas Negeri Semarang (Unes) dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Teori yang digunakan adalah teori constructive alignment yang dicetuskan oleh John Biggs yang menyatakan bahwa pembelajaran akan efektif jika ada keselarasan antara tujuan, proses pembelajaran, dan evalusi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik komparatif. Dari hasil analisis diketahui bahwa relevansi antara tujuan, proses pembelajaran, dan evaluasi di ketiga perguruan tinggi belum sepenuhnya optimal. Beberapa perbaikan yang signifikan terletak pada metode pengajaran dan evaluasi yang masih perlu mengoptimalkan keterlibatan peserta didik. Oleh karena itu sebagai saran dalam penelitian ini metode participative learning dalam penentuan tujuan, proses pembelajaran, dan evaluasi dirasa penting.
