Narasi Lokal dalam Wayang Golek: Penggalian Folklor Desa Medalsari melalui Pendekatan Sastra Kreatif

Authors

  • Ely Rusliawati Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Ardia Septi Wijianti Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Saifur Rohman Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Sigit Pramono Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1234/ic.v1i1.63376

Keywords:

wayang golek, narasi lokal, folklor, sastra kreatif, Desa Medalsari

Abstract

Wayang golek sebagai warisan budaya nusantara menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan relevansinya di tengah dominasi budaya populer dan perubahan minat generasi muda. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi folklor lokal Desa Medalsari sebagai sumber naratif dalam pengembangan naskah wayang golek kontemporer. Melalui pendekatan sastra kreatif, penelitian berupaya menjembatani kesenjangan antara tradisi dan modernitas dengan menciptakan bentuk pertunjukan yang tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal tetapi disajikan melalui pendekatan estetika yang lebih relevan bagi audiens masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan partisipatoris yang melibatkan secara aktif dalang, komunitas seni, dan pemangku kepentingan lokal. Proses penelitian terdiri dari tiga tahap utama: (1)eksplorasi dan dokumentasi folklor Desa Medalsari melalui wawancara mendalam dan studi etnografis, (2) transformasi folklor menjadi naskah wayang golek dengan pendekatan sastra kreatif yang mempertimbangkan struktur dramatik dan estetika pertunjukan serta (3)implementasi dan evaluasi naskah melalui pementasan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pengintegrasian folklor lokal ke dalam naskah wayang golek menciptakan bentuk pertunjukan yang lebih kontekstual dan menarik bagi generasi muda. Naskah baru yang dikembangkan tidak hanya mempertahankan esensi budaya tradisional tetapi juga menyajikan perspektif baru melalui penceritaan yang dinamis dan relevan dengan realitas sosial masyarakat kontemporer. Tingkat partisipasi penonton muda meningkat signifikan sebesar 45% dalam pementasan percobaan, menunjukkan efektivitas pendekatan sastra kreatif dalam revitalisasi wayang golek. Hal ini menyimpulkan bahwa folklor lokal merupakan sumber naratif yang potensial untuk pengembangan wayang golek kontemporer, sekaligus menawarkan model kreatif yang dapat diadaptasi untuk pelestarian seni tradisional lainnya.

Downloads

Published

2025-12-07