Development of a Contextual Hanyu Shuiping Kaoshi Level 4 (HSK 4) Reference Book as a Preparation Media for Mandarin Language Competency Examination
DOI:
https://doi.org/10.1234/ic.v1i1.63760Keywords:
Buku HSK 4, Ujian Kompetensi Bahasa Mandarin, Kosakata KontekstualAbstract
Dalam beberapa tahun terakhir, kompetensi bahasa Mandarin di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta, mengalami perkembangan yang signifikan. Meskipun mahasiswa sudah menghafal kosakata yang dibutuhkan untuk ujian Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) 4, banyak di antara mereka yang kesulitan dalam menerapkan kosakata tersebut dalam konteks yang tepat, baik dalam soal-soal ujian maupun dalam komunikasi sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh kurangnya bahan ajar yang menyajikan kosakata dengan konteks yang aplikatif, yang memungkinkan mahasiswa untuk memahami penggunaan kata dalam situasi yang nyata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku HSK 4 berbasis kontekstual yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa. Buku ini dirancang untuk menyajikan kosakata dengan contoh penggunaan dalam kalimat, dialog, dan teks yang mencerminkan situasi akademik dan kehidupan sehari-hari mahasiswa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, penyusunan materi, pengembangan produk, dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa buku berbasis kontekstual dapat membantu mahasiswa dalam menguasai kosakata HSK 4, meningkatkan pemahaman mereka terhadap penggunaan kosakata dalam konteks yang lebih luas, dan mempersiapkan mereka lebih baik untuk ujian HSK 4. Dengan demikian, buku ini memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan bahan ajar bahasa Mandarin yang lebih relevan dan aplikatif untuk mahasiswa di perguruan tinggi.
Abstract:
In recent years, Mandarin language proficiency in Indonesia, particularly among students of the Mandarin Language Education Program at Universitas Negeri Jakarta, has significantly improved. Despite having memorized the necessary vocabulary for the Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) Level 4 exam, many students face challenges in applying these words correctly, both in exam contexts and everyday communication. This issue arises primarily from the lack of learning materials that present vocabulary in meaningful and applicable contexts, allowing students to understand how to use words in real-life situations. Therefore, this study aims to develop a contextualized HSK 4 reference book that can serve as an effective learning tool for students. The book is designed to present vocabulary through contextual examples in sentences, dialogues, and texts that reflect both academic and everyday life situations encountered by Indonesian students. This research adopts a Research and Development (R&D) approach, which includes stages such as needs analysis, material development, product development, and evaluation. The results indicate that the contextual-based book significantly aids students in mastering HSK 4 vocabulary, enhances their comprehension of how to use the vocabulary in a broader context, and prepares them more effectively for the HSK 4 exam. In conclusion, this book makes a valuable contribution to the development of more relevant and practical Mandarin language learning resources for university students.
