Pelatihan Pengembangan Naskah Wayang Golek Berbasis Kearifan Lokal di Desa Medalsari
Keywords:
pelatihan menulis, naskah, wayang golek, MedalsariAbstract
Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pelatihan pengembangan naskah wayang golek bagi anggota komunitas seni dan budaya di Desa Medalsari. Tujuannya adalah menciptakan naskah pewayangan berbasis kearifan lokal sebagai upaya pelestarian budaya. Komunitas ini diprakarsai oleh dalang muda Agus Tinus dan beranggotakan para pemuda yang memiliki kemampuan mendalang, bermain karawitan, serta menari. Namun, potensi seni mereka belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu permasalahan utama adalah penggunaan naskah klasik seperti Ramayana dan Mahabharata yang dianggap kurang efektif karena membutuhkan persiapan panjang serta durasi pertunjukan yang lama, sehingga kurang menarik bagi generasi muda. Padahal, wayang golek merupakan warisan budaya yang terancam punah jika tidak ada regenerasi penikmat maupun pelaku seni. Melalui pelatihan ini, peserta diajak mengenali nilai-nilai kearifan lokal, berdiskusi tentang proses penulisan kreatif, menulis naskah baru, membacakan hasil karya, dan menampilkan pertunjukan dengan naskah ciptaan mereka sendiri. Hasil pelatihan melahirkan naskah-naskah wayang golek yang relevan dengan konteks lokal serta dapat digunakan dalam berbagai pagelaran, baik di Medalsari maupun di daerah lain, guna menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap seni tradisional.

